Rana

Rana
Ijinkan aku mengenal anakku.


__ADS_3

Rana menjadi pendengar yang baik dan mendengarkan semua cerita herdian pria yang baru ia kenal.Herdian adalah ayah biologis lintang anak yang rana asuh beberapa tahun silam.Herdian pun mengutarakan niatnya untuk mengenal anaknya lebih dekat dan menunjukkan keseriusannya menjadi orang tua yang baik bagi anak yang sama sekali belum pernah ia lihat dari lahir.rana yang semula menyambut baik kedatangan herdian namun akhirnya ia menjadi murka karena herdian mengecewakannya dengan memaksanya untuk bertemu dengan lintang yang dinilai terlalu cepat.


"Ijinkan aku bertemu dan mengenal anakku" kata herdian dengan menatap rana dengan wajah memelas meminta belasĀ  kasihan rana.


"Aku tidak bisa berjanji mengijinkanmu bertemu dengannya"


"Tolonglah rana,aku hanya ingin melihat wajahnya untuk pertama kali"


"Aku yakin kau nanti akan meminta lebih,orang sepertimu aku sudah banyak melihatnya"


"Dia anakku,bagaimana pun aku lebih berhak atas dirinya" kata herdian.


"Lebih berhak katamu?lalu kenapa dulu kau menyia-nyiakan dia?" rana pun menunjukkan taringnya.


"Tolonglah rana" herdian pun memegang tangan rana yang diletakkan diatas meja,lalu dengan refleks rana menarik tangannya.


"Maaf aku tidak bisa"


"Kau butuh berapa?aku akan memberikan berapa pun uang yang kau inginkan"


PLAAK!! rana pun menampar keras wajah tampan herdian.


"Apa kau pikir kasih sayang seorang ibu bisa dibeli dengan uang?apa kau pikir aku serendah itu?"

__ADS_1


"Jangan munafik,dari awal aku sudah menduga kalau kau mengincar uang dengan berpura-pura baik" rana pun pergi meninggalkan herdian.


Rana berjalan dengan sangat cepat sambil menahan amarahnya karena mendengar kata-kata yang disampaikan herdian barusan,rana tidak percaya akan bertemu dengan orang-orang berhati dingin seperti herdian dan nuria.


"Terbuat dari apa hatinya?" kata rana sambil melihat kearah belakang,mulutnya terus mengumpat perbuatan kedua orang tua lintang.


"Tunggu!aku belum selesai bicara"


"Tidak ada lagi yang harus dibicarakan" rana terus berjalan tanpa memperdulikan herdian.


"Aku janji tidak akan mengulanginya lagi asalkan aku bisa bertemu dengan anakku"


"Pergilah sampai mati pun aku tidak akan mengijinkanmu bertemu dengan anakku"


"Kenapa neng?apakah pria ini mengganggumu?"


"Iya pak,tolong bantu saya usir dia pak"


"Pergi sebelum aku memanggil warga" ancam pria berusia 50 tahun itu.tidak ingin menjadi bulan-bulanan warga herdian pun pergi meninggalkan rana.


"Terima kasih pak,saya pamit pak" kata rana setelah melihat mobil herdian pergi menjauh dari pandangan matanya.


"Baik neng,silahkan dan kalau dia datang kembali jangan sungkan-sungkan untuk meminta bantuan bapak"

__ADS_1


"Baik pak terima kasih"


Rana yang baru saja tiba di tempat ia bekerja dikejutkan dengan deringan ponselnya,dengan cepat rana pun mengangkat panggilan dari ponselnya yang dimana dari layar tertera nama tami pria yang masih sah suaminya itu.


"Bagaimana apakah kau sudah siap untuk kembali?" tanya tami.


"Tapi aku sudah tidak sendiri lagi"


"Apa maksudmu?"


"Apakah kita bisa bertemu agar aku bisa menjelaskannya padamu?"


"Baik,katakan dimana kita akan bertemu?"


"Aku akan mengabarimu kembali" rana pun mengirim lokasi tempat dimana mereka akan bertemu.


Rana pun menceritakan semuanya setelah ia bertemu dengan tami,Rana tidak berharap banyak apa lagi dampai tami mau menerima lintang sebagai anaknya.Namun jawaban yang keluar dari mulut tami diluar dugaan rana....


"Baik asal kau mau kembali dan menerima anakku bersama desi maka aku pun akan menerima anak itu sebagai anakku"


"Apa kau yakin dengan ucapanmu itu?"


"Aku yakin,mari kita besarkan anak kita bersama dan memulai semuanya dari awal lagi"

__ADS_1


__ADS_2