
Rana yang baru saja bertemu dengan tami hanya berjalan sambil melamun memikirkan apa yang baru saja tami sampai dan apa yang tami inginkan.Ada sedikit rasa bahagia dihatinya karena tami mengajaknya untuk kembali namun ada kesedihan dihatinya karena mendengar kabar kalau desi telah meninggal dunia.
"Bagaimana nak?apakah suamimu menyetujui untuk bercerai?"
"Suamiku ingin aku kembali karena istri mudanya telah meninggal dunia dan anaknya membutuhkan kasih sayang seorang ibu,aku harus bagaimana bu?"
"Semua terserah kamu nak,ibu akan mendukung semua keputusanmu"
"Aku akan segera pulang bu karena aku butuh ibu dan aku merindukan lintang anakku"
"Ibu tunggu dirumah,lintang pun merindukanmu"
Rana pun menutup sambungan teleponya lalu segera kembali ke hotel tempat ia menginap,pikirannya terus tertuju ke tami yang menginginkannya untuk kembali,dari hati kecil rana ada sedikit keraguan dihainya kalau menginga perlakuan tami sebelumnya dan itu membuat bulu kuduknya berdiri.Rana pun berkemas untuk kembali dan ia berjanji akan memikirkannya dan meminta waktu ke tami untuk keputusan besar itu.
"Lintang mana bu?" tanya rana.
"Ada di kamar"
"Aku merindukannya"
"Kau ini baru saja berpisah sudah begitu merindukannya,ceritakan ke ibu bagaimana bisasuamimu menginginkanmu kembali sementara dia selama ini tidak pernah mencarimu bahkan tidak pernah sekali pun menghubungi ponselmu"
__ADS_1
"Itu karena aku mematikan ponselku selama ini bu" jawab rana.
"Lalu apakah kau mau kembali dengannya?"
"Aku tidak tahu bu,aku masih bingung"
"Pikirkan matang-matang sebelum kau mengambil keputusan"
"Baik bu" rana pun masuk ke kamar lalu keluar dengan menggendong lintang anaknya.
Setelah menidurkan lintang rana pun bergegas membersihkan dirinya karena rasa lelah ditubuhnya,baru saja rana ingin merebahkan tubuhnya disamping lintang ponselnya bergetar dan dengan cepat rana meraih ponselnya karena melihat tami menghubunginya.
"Kau sedang apa?apakah aku mengganggu?" tanya tami dari sebrang sana.
"Apakah kau sudah memikirkan semuanya?maksudku apakah kau akan kembali denganku?"
"Beri aku waktu untuk memikirkan semuanya tami"
"Aku berjanji aku akan berubah"
"Saat ini aku sudah tidak seperti dulu lagi"
__ADS_1
"Apa maksudmu?apa kau sudah menikah lagi?" tanya tami dengan nada kecewa.
"Bukan begitu,aku sudah memiliki anak"
"Anak?" tanya tami tidak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ya aku memiliki anak saat ini"
"Bisa kau jelaskan apa maksudmu itu?"
"Anak ini aku temukan didepan rumahku,kau tahu selama ini aku menginginkan anak lalu aku mengasuhnya sampai saat ini dan sudah aku anggap seperti anakku sendiri"
"Kembalilah bersama anak itu dan kita akan membesarkannya bersama"
"Apa kau yakin dengan apa yang kau ucapkan?"
"Tentu,aku ini seorang pria dan tentu saja aku akan membuktikan semua ucapanku"
"Beri aku waktu,aku harus menjelaskan perlahan ke anakku tentang siapa dirimu"
"Aku mengerti dan aku menunggu kabar baik darimu,tidurlah ini sudah malam"
__ADS_1
"Hemm" jawab rana lalu mematikan ponselnya.
Malam itu menjadi malam yang panjang untuk rana karena malam itu rana tidak bisa memejamkan matanya karena pikirannya terus tertuju akan rencananya untuk kembali ke tami.rana tidak tahu harus bagaimana memulai semua itu,haruskah ia kembali ke tami ataukah ia akan bertahan dengan keadaannya saat ini dan hanya hidup berdua saja bersama lintang anaknya?