
Herdian dan nuria pun bertengkar dimobil karena kecerobohan nuria,herdian terus menyalahkan nuria karena hampir saja keduanya diamuk masa kalau rana meneriaki mereka dan memanggil warga untuk mengusir keduanya.
"Apa kau sudah gila hah?kita berdua bisa saja diamuk masa"
"Kenapa kau marah padaku?"
"Lalu aku harus marah sama siapa lagi?"
"Kau sama sekali tidak bisa diandalkan,aku akan mengurus semuanya sendirian"
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku tetap akan merebut anak kita walau pun aku harus menggunakan kekerasan"
"Kau sudah gila"
"Aku memang gila dan itu semua karena mami yang terus mendesakku untuk segera memiliki anak"
"Tapi bukan dengan cara seperti itu,kita bisa saja dituntut karena kita juga bersalah karena telah menelantarkan anak kita"
__ADS_1
"Itu sebabnya beri wanita itu uang,aku yakin dia pasti akan menyerahkan anak kita"
"Biar aku saja yang akan mengurus semuanya,kau diam saja"
"Baik aku mau lihat bagaimana kau menyelesaikan semua masalah ini"
Herdian pun melajukan mobilnya dengan cepat dan meninggalkan tempat dimana anaknya selama ini tinggal,kantor adalah tujuan keduanya karena segudang pekerjaan telah menunggu.Namun dihari itu herdian tidak bisa berkonsentrasi karena terus memikirkan anaknya yang selama ini belum pernah ia lihat sekalipun wajahnya semenjak ia dilahirkan kedunia ini. Herdian terus memijat dahinya memikirkan anak yang belum pernah ia lihat sebelumnya membuat kepalanya terasa berdenyut.
"Aku orang tua yang buruk" herdian punĀ memukul meja lalu pergi setelah meraih kunci mobilnya di meja.
"Mau kemana kau?" tanya nuria.
Herdian mengarahkan mobilnya menuju kediaman rana,herdian menghentikan mobilnya tidak jauh dari rumah tempat dimana rana dan anaknya tinggal selama ini.Mata herdian tertuju kearah wanita yang menggandeng seorang anak laki-laki.Herdian menatap tanpa berkedip karena anak yang digandeng begittu mirip dengan wajahnya ketika masih kecil.Rana begitu menyangi anaknya,melihat rana bercengkrama dengan bahagianya ada sedikit rasa iri dihatinya,ingin rasanya herdian berada diantara keduanya dan bercengkrama bersama.Herdian pun memberanikan diri mendekati keduanya.
"Bisa kita bicara sebentar?"
"Mau apa lagi?tidak ada yang perlu kita bicarakan"
"Aku tidak akan lama" kata herdian sambil menatap lintang.melihat herdian menatap ke arah putranya rana menarik anaknya dipeluk dengan erat karena takut herdian akan merebutnya dan membawanya pergi.
__ADS_1
"Tunggu disini aku akan segera kembali"
"Baik" rana pun pergi meninggalkan herdian berjalan ke arah toko lalu segera kembali seorang diri menemui herdian yang menunggunya dipinggir jalan.
"Bicaralah karena waktuku tidak banyak"
"Bagaimana kalau kita bicara sambil makan siang karena kebetulan aku sangat lapar dan ini sudah waktunya makan siang"
"Baik ayo jalan" kata rana dengan wajah yang mulai bersahabat.
"Silahkan" herdian yang telah membuka pintu mobil mempersilahkan rana untuk masuk dan duduk disamping kemudi layaknya seorang kekasih memperlakukan pujaan hatinya.
Setelah tiba direstoran tidak jauh dari kediaman rana dan setelah memesan makanan herdian pun memulai percakapannya setelah rana siap mendengar apa yang ia ingin bicarakan.
"Aku lihat kau sangat menyayangi anak itu"
"Ya aku mencintainya seperti anakku sendiri tidak seperti kalian" jawab rana dengan nada ketus.
"Waktu itu aku belum dewasa dan belum siap menjadi orang tua karena aku masih kuliah" jawab herdian dengan menundukkan kepalanya menahan malu.
__ADS_1