Rana

Rana
Berani beraninya dia.


__ADS_3

Hari itu tami semakin dibuat kesal rana yang dimana dia melihat dengan kepalanya sendiri rana bermesraan dengan laki laki lain,bahkan hari ini rana dengan beraninya tidak pulang ke rumah.


"Kemana perginya dia sudah jam segini belum juga pulang kerumah" gerutu tami yang menunggu rana di ruang tamu.tami terus menunggu hingga akhirnya ia terlelap di sofa ruang tamu dan terbangun di pagi hari namun rana belum juga kembali kerumah.


"Berani beraninya dia tidak pulang" tami pun semakin kesal lalu menghubungi nomor ponsel rana namun tidak ada sambungan.


"Sial!!" pikiran tami pun semakin kacau membayangkan rana bermesraan dengan herdian.dengan perasaan kacau tami pun segera kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri lalu bergegas ke kantor.selama berada di kantor tami tidak bisa berkonsentrasi dalam bekerja,pikirannya kacau memikirkan rana yang entah dimana.


"Kau kemana saja sayang" suara dari seberang sana membuat tami semakin kesal.


"Jangan hubungiku lagi" jawab tami.


"Hei ada apa denganmu?" wanita yang tidak lain adalah selingkuhan tami pun menjadi bingung dengan perubahan sifat tami.

__ADS_1


"Sekali lagi aku tekankan jangan ganggu aku ******!" tami pun mematikan ponselnya lalu segera pergi dari meninggalkan ruang kerjanya.


"Bapak mau kemana sebentar lagi kita rapat"


"Kau saja yang pimpin rapat itu,aku ada urusan mendadak"


"Ta-tapi pak?"


"Kau mau kupecat?" tanya tami dengan sorotan mata menahan amarah.


Selama mengemudikan mobilnya tami terus menghubungi ponsel rana namun tidak sekali pun rana menjawab panggilannya.


"Sial! bahkan dia tidak mau menjawab panggilanku" tami pun memukul kemudi mobilnya.

__ADS_1


Sementara rana yang telah kembali ke rumah tami mengemasi pakaiannya dan anaknya lintang lalu bergegas masuk ke mobil herdian lalu pergi meninggalkan kediaman tami.selama berada diperjalanan herdian terus mencium tangan rana,hatinya sangat bahagia karena bisa bersama dengan wanita yang ia cintai.tidak hanya bisa bersama dengan rana hati herdian tidak kalah bahagianya karena anaknya lintang telah bersamanya.


"Aku sangat bahagia bisa bersama dengan wanita yang aku cintai" herdian pun melemparkan senyuman ke rana.


"Tapi aku merasa bersalah dengan istrimu" kata rana yang menunduk malu merasa hina karena telah bersama suami orang yang tidak lain adalah ibu kandung lintang.


"Jangan menyalahkan dirimu sayang,aku bahkan tidak ingin mempertahankan wanita yang selingkuh dibelakangku" jawab herdian.


"Tapi apa yang kita lakukan juga salah sayang" rana pun terus menyalahkan hubungan gelapnya dengan herdian.


"Aku tidak mau berdebat tentang ini,asalkan bisa melihat senyum anakku dan wanita yang aku cintai aku siap menanggung semuanya" pandangan mata herdian tak lepas dari wajah lintang yang tertidur lelap di bangku belakang.


Mendengar apa yang di ucapkan kekasihnya membuat rana terdiam karena sejujurnya hatinya sangat bahagia saat ini apa lagi mengingat apa yang terjadi di hotel malam itu.kemesraan ia dan herdian masih ada di dalam ingatannya yang dimana herdian memperlakukannya dengan lembut dan terus mengucapkan kata kata cinta di telinganya.tidak hanya sekali bahkan herdian bagai tidak puas melakukannya berkali kali kali,walau pun merasa kelelahan demi membahagiakan pasangannya rana berusaha mengimbangi herdian lalu terlelap dengan memeluk tubuh herdian.

__ADS_1


"Apa yang kau pikirkan sayang?kenapankau tersenyum?" tanya herdian penasaran.


"Tidak ada,teruslah mengemudi" rana berusaha menutupi rasa gugupnya karena ketahuan sedang terbayang adengan semalam suntuknya dengan herdian.


__ADS_2