
Kandungan nuria telah memasuki bulan kesembilan namun nuria terlihat sangat santai bahkan keperluan bayinya saja tidak satu pun ia persiapkan.sikap nuria yangacuh terhadap anak yang ada didalam kandungannya emmbuat herdian menggelengkan kepalanya.
"Sayang usia kandunganmu sudah memasuki sembilan bulan,apa kau tidak ingin membeli keperluan bayi kita?" tanya herdian.
"Kita sudah sepakat untuk memberikan anak ini ke orang lain jadi untuk apa kita membeli keperluannya?" tanya nuria dengan wajah menahan amarah.
"Bagaimana juga kita haris membeli beberapa barang keperluannya seperti pakaiannya"
"Kenapa tidak kau saja yang menyiapkan itu semua?bukankah kau yang mengajariku untuk menjadi orang tua yang berhati dingin?" kata nuria lalu melanjutkan kegiatan nya berselancar di dunia maya.
"Aku tahu aku salah dan itu semua aku lakukan dengan terpaksa karena aku masih ingin melanjutkan pendidikan"
"Lalu bagaimana denganku?aku terpaksa berhenti kuliah" kata nuria lagi.
"Aku minta maaf" kata herdian dengan penuh penyesalan.
Tepat dihari nuria akan melahirkan tanpa sepengetahuan nuria teman kuliahnya melihat nuria dalam kondisi perut membuncit,diam-diam temannya itu mengambil gambar nuria yang sedang menahan sakit.Nuria berangkat ke tempat bersalin sendirian karena pada di hari itu herdian sedang tidak bersamanya.Berkali kali nuria menghubungi ponselnya namun tidak kunjung diangkat.
"Ini sudah waktunya,dimana suamimu?" tanya bidan yang sedang memeriksa kandungan nuria.
"Suamiku sedang diluar kota bekerja"
"Lalu apakah kau membawa perlengkapan bayimu?"
__ADS_1
"Karena panik aku lupa membawanya"
"Baiklah kalau,suster siapkan semuanya"
"Baik"
Dihari itu nuria sendirian berjuang melahirkan anaknya,herdian entah dimana keberadaannya.Setelah berjuang sekuat tenaganya nuria pun terbaring lemas dengan keringat yang bercucuran setelah melewati proses melahirkan.
"Maaf berapa lama aku harus berada disini?"
"Karena kondisi ibu baik besok juga ibu sudah boleh pulang"
"Apakah tidak bisa hari ini juga saya pulang?"
"Terima kasih sus"
"Sama-sama"
Nuriah pulang sambil menggendong bayi yang baru saja dilahirkan,nuria berjalan perlahan sambil menahan sakit akibat baru saja melahirkan.Nuria pun menghentikan taxi yang kebetulan lewat,setelah berada di taxi nuria pun kembali menghubungi herdian.
"Aku sudah melahirkan"
"Apa!! aku segera kesana"
__ADS_1
Baru saja herdian akan berangkat ia dikejutkan dengan pesan yang ia terima diponsel pintarnya,nomor yang tidak dikenal itu mengirimkan foto dimana nuria dalam kondisi perut membesar lalu foto kedua dimana nuria tengah menggendong bayi.Dengan cepat herdian pun menghubungi ponsel penyebar foto itu namun ponselnya tidak aktif,herdian pun menghubungi nuria.
"Ada yang menyebar fotomu?kenapa kau ceroboh sekali?"
"Apa?siapa dia?"
"Aku juga tidak tahu siapa dia karena sewaktu aku menghubungi ponselnya sudah tidak aktif"
"Lalu kita harus bagaimana?"
"Tenanglah aku akan segera tiba disana"
"Aku tunggu"
"Maaf bu kemana tujuan ibu?"
"Turunkan saya didepan sana pak"
"Baik"
Setelah memastikan sekelilingnya sepi nuria pun berjalan pelan,nuria yang dimalam itu melihat rumah seorang wanita yang baru saja masuk ke dalam rumahnya yang tidak lain adalah rana dengan terus memastikan keadaan sekelilingnya nuria pun berjalan pelan mendekati rumah rana lalu meletakkan bayinya didepan rumah lalu bergegas pergi setelah terlebih dahulu mengecup kening anaknya.
"Maafkan aku" nuria pun berlari sambil menahan sakit.
__ADS_1