Rana

Rana
Pulang.


__ADS_3

Dengan sabar rana menjelaskan ke lintang akan jati diri tami,setelah menjelaskan panjang lebar dan lintang menyetujui untuk pindah ke rumah tami rana pun segera berkemas.Namun baru saja akan meninggalkan rumah yang begitu banyak kenangan langkah kaki rana terhenti dengan kedatangan pengacara paruh baya yang dimana disampingnya nuria berdiri dengan senyum kemenangan.


"Bisa kita bicara sebentar bu?" kata pengacara itu dengan sopan dan berwibawa.


"Anda siapa?"


"Perkenalkan nama saya ardi pengacara yang ditunjuk ibu nuria"


"Apa maksudmu?" rana pun melihat kearah nuria yang dijawab dengan senyuman penuh kemenangan.


"Kau mau aku bicara disini atau kita kesana?" tanya nuria.


"Ikut aku" perintah rana lalu mengarahkannya ke tempat yang lebih sepi untuk berbicara berdua.


"Kau mau menyerahkan anak itu secara baik-baik atau aku menempuh jalur hukum?"


"Kau!!"


"Aku bisa saja menuntutmu dengan tuduhan menculik anakku"


"Dasar licik"


"Kau tidak akan bisa menang melawanku karena kalau aku melakukan tes DNA kau akan malu nantinya karena aku adalah ibu kandungnya"

__ADS_1


"Aku tidak akan menyerahkan anakku begitu saja karena akulah yang merawatnya selama ini"


"Kau akan menerima akibatnya kalau kau tidak menyerahkan anakku" ancam nuria.


"Kita lihat saja apa kau bis merebutnya dariku?"rana tidak mau kalah dari nuria dengan beraninya dia melawan wanita yang begitu tega meninggalkan anaknya didepan pintu rumahnya beberapa tahun silam.


Melihat nuria pergi rana pun bernafas lega,masalah baru datang dan akan terus datang menghampirinya semenjak ke hadiran nuria di kehidupannya yang semula semua berjalan lancar dan bahagia bersama lintang.


"Kenapa wanita itu begitu menjengkelkan" nuria pun menghempaskan tasnya lalu membuang semua barang yang ada di meja kerjanya meluapkan amarahnya.


"Apa yang kau lakukan?" bentak herdian.


"Wanita itu terus melawanku dan itu sebabnya aku marah"


"Maafkan aku" nuria pun menyadari kesalahannya.


"Bereskan semua kekacauan ini" herdian pun pergi meninggalkan kantor lalu menuju ke tempat dimana rana tinggal bersama anak yang dibesarkannya.


"Kalian terus saja muncul dihadapanku" kata rana menunjukkan rasa tidak sukanya meliqat pasangan suami istri itu yang kerap datang bergantian.


"Aku mohon kembalikan anakku"


"Kau dan dia pasangan yang serasi ya?tadi pagi istrimu yang datang bersama pengacaranya,siang ini kau datang seorang diri lalu dimana pengacaramu?" ejek rana.

__ADS_1


"Pengacara?aku tidak mengerti maksudmu"


"Istrimu datang dengan membawa pengacara untuk menekanku agar aku menyerahkan anakku " jelas rana.


"Maaf aku tidak tahu mengenai perbuatan istriku"


"Pergilah aku muak dengan kalian" rana pun pergi meninggalkan herdian lalu melanjutkan pekerjaannya.


Mendapat penolakan rana herdian pun pergi meninggalkan tempat dimana ia menemui rana.Ada rasa kecewa dihatinya karena tidak berhasil bertemu dengan anaknya.Herdian pun mengarahkan mobilnya menuju bar.


"Butuh teman minum?" suara lembut seorang wanita berhasil membuat herdian mengalihkan perhatiannya dari minuman yang ia pesan.


"Tidak,pergilah"


"Oke kalau kau berubah pikiran aku ada disana" tunjuk wanita berpakaian seksi itu.


Herdian pun melanjutkan minumnya walau pun ponselnya terus bergetar karena nuria tidak berhenti menghubunginya.


"Tumben kau minum-minum?"


"Duduklah temani aku minum karena kau sudah ada disini" perintah herdian ketika temannya telah tiba.


"Ada yang bisa aku bantu bro?"

__ADS_1


__ADS_2