
Setelah membuat janji untuk bertemu dengan lintang,rana pun membawa kedua anaknya untuk bermain di taman agar lintang tidak curiga akan bertemu dengan siapa nantinya.rana pun mengirim pesan teks agar herdian berpura-pura tidak mengetahui pertemuan itu.
"Hei..kita bertemu lagi,kau sedang bermain disini jagoan?" herdian pun menyapa lintang anaknya itu.
"Om ada disini juga?bersama anak om?"
"Tidak om sendirian,om boleh bergabung denganmu?" tanya herdian.
"Tanya ibu deh om" kata lintang yang mengarahkan pandangannya ke rana meminta ijin dari wanita yang telah membesarkannya.
"Boleh" jawab rana cepat dan dalam waktu singkat saja hubungan keduanya menjadi sangat akrab.Setelah bermain dan menjalani kedekatan satu sama lainnya rana pun mengajak kedua anaknya untuk pulang.
__ADS_1
"Cukup untuk hari ini anak-anak,ayo kita pulang" perintah rana.
"Ayo kita samperin ibu" ajak herdian.
Rana dan lintang pun kembali kerumah dengan bergandengan tangan,lintang pun melambaikan tangan ke herdian dengan senyuman khasnya.herdian yang melihat lambaian tangan anaknya pun membalas dengan melambaikan tangannya.herdian merasakan bahagia yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.herdian pulang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Apakah tidak ada yang mau kau ceritakan ke aku?" tanya tami ketika sudah berada dirmah dan tengah bersantai bersama rana.
Sementara nuria telah kembali kerumah mertuanya,melihat nuria telah pergi tidak ada niat herdian untuk menanyakan keberadaan istrinya itu,baginya saat ini hanyalah untuk bersama darah dagingnya karena ia telah banyak kehilangan momen tumbuh kembang anaknya itu.tapi itu semua belum cukup bagi herdian sebulum benar-benar bisa mengakui ke lintang kalau ia adalah orang tua kandungnya.herdian pun mengambiol ponselnya lalu mengirimkan pesan teks ke rana untuk menanyakan kapan ia bisa kembali bertemu dengan putranya itu.
"Kapan aku bisa bertemu dengan pangeran cilikku?" herdian menunggu cukup lama balasan pesan teks dari rana.
__ADS_1
"Aku akan mengabarimu nanti"
"Baiklah,terima kasih atas kebaikan hatimu" lalu herdian pun segera melangkah menuju ke kamar mandi membersihkan tubuhnya dari kotoran yang menempel ditubuhnya.merasa kesepian herdian pun pergi menuju ke bar tempat biasa ia menghabiskan waktunya minum bersama temanya.
"Kau sudah banyak minum teman"
"Jangan mencegahku untuk menikmati minuman ini,aku ingin melupakan sejenak kesedihanku" herdian pun kembali meraih gelas yang berisi minuman beralkohol itu.
"Kau sangat menyedihkan teman"
"Kau benar,itu lah sebabnya kau harus membantuku dengan membiarkan aku minum sedikit lagi"
__ADS_1
Puas menikmati minuman beralkohol herdian pulang kerumah lalu segera membaringkan tubuhnya dikasur dan terlelap hingga pagi menjelang.Bulan demi bulan telah berlalu dan herdian enggan untuk kembali kerumah kedua orang tuanya.herdian ingin menghabiskan waktunya dengan bersama anaknya yang walaupun ia belum bisa memberitahukan statusnya itu namun hanya dengan bermain dengan lintang di akhir pekan membuatnya bahagia dan bisa merasakan menjadi orang tua yang sesungguhnya.Tidak hanya merasa bahagia karena bisa bersama dengan lintang tapi kebersamaannya dengan rana telah menumbuhkan benih cinta dihatinya.herdian memegang dadanya merasakan debaran jantungnya ketika bersama dengan rana dan herdian tahu pasti kalau itu debaran karena ia sedang merasakan jatuh cinta terhadap lawan jenis.