
Herdian dan rana yang kerap bertemu diakhir pekan menumbuhkan benih cinta dihati herdian,herdian tahu itu tidak benar karena mereka berdua telah memiliki pasangan masing-masing.Herdian juga telah siap kalau cintanya bertepuk sebelah tangan karena rana terlihat sangat mencintai suaminya yang dimana rumah tangganya dengan tami sangat harmonis.
Saat berjalan bersama mengandeng lintang tak sedikit orang yang merasa cemburu melihat keharmonisan mereka,rana dan herdian bagaikan pasangan suami istri yang sangat berbahagia.Herdian yang berwajah tampan dengan tubuh atletis sangat serasi dengan rana yang bertubuh langsing dengan wajah cantik dengan kulit sawo matang.rambut rana yang yang hitam dibiarkan tergerai menambah sisi feminimnya.
"Pasangan yang sangat serasi ya?aku jadi iri dengan mereka" bisik beberapa ibu muda yang berada ditaman bermain itu.
"Kau benar,kelak aku akan mencarikan anakku pasangan seperti pria itu" jawab salah satu wanita disana.
"Kau dengar itu?" tanya herdian yang ingin melihat reaksi rana.
"Tentu saja aku dengar karena aku tidak tuli,abaikan saja mereka dan fokus hanya pada lintang saja"
"Ba-baiklah" jawab herdian yang merasa kikuk lalu kembali mengarahkan pandangannya kedepan.Herdian dan lintang mengahbiskan waktunya bersama lintang dengan menemani putranya bermain sampai lintang minta pulang karena merasa lelah dan mengantuk.
"Lintang mengantuk om"
"Kau mengantuk?ayo kita sudahi bermainnya" jawab herdian lalu mengajak lintang mendekati rana yang sedang duduk sambil membaca pesan yang dikirim tami.
"Lintang mengantuk ayo kita kembali"
__ADS_1
"Baiklah" saat akan berdiri tiba-tiba saja rana kehilangan keseimbangan tubuhnya dan hampir jatuh,tapi herdian dengan sigap menopang tubuh rana dengan tangan kanannya.
"Hati-hati kau bisa saja jatuh" kata herdian yang menatap mata rana dengan posisi wajah sangat dekat bahkan hidung keduanya bertemu.
"Maaf" jawab rana lalu segera menjauh dari tubuh herdian.
"Tidak perlu meminta maaf karena itu hal wajar yang dilakukan pria ketika bersama wanita" jawab herdian lalu mengarahkan pandangannya ke arah lain untuk menutupi kegugupannya karena adegan yang baru saja terjadi.
"Ayo lintang" ajak rana.
"Lintang tidak kuat lagi untuk berjalan" jawab lintang yang sudah sangat mengantuk itu.
"Biar aku saja" dengan cepat herdian menggendong lintang putra semata wayangnya.keduanya pun berjalan beriringan dengan lintang yang telah terlelap digendongan herdian yang merupakan ayah biologisnya dan tanpa terasa mereka pun tiba dirumah.
"Letakkan lintang " kata rana yang telah berada di kamar lintang.
"Bantu aku meletakkannya" perintah herdian.
"Begitu saja kau tidak bisa melakukannya,bagaimana kau bisa menjadi ayah yang baik?"
__ADS_1
"Bantu aku menjadi ayah yang baik" herdian semakin mendekatkan tubuhnya ke arah rana dengan tatapan mata cinta pria ke lawan jenis.
"Menyingkirlah dariku" kata rana dengan wajah gugup.
"Kenapa kau gugup?apa kau juga merasakan apa yang aku rasakan saat ini?"
"Apa maksudmu?jangan berkata dan bertindak yang aneh-aneh" rana pun keluar dari kamar anaknya.
"Akui saja karena aku bisa melihat dari tatapan matamu" herdian pun mengejar rana.
"Apa maksudmu?" rana berbalik menatap herdian.
"Kau juga menyukaiku kan?"
"Apa kau sudah kerasukan?aku dan kau mempunyai pasangan dan itu tidak mungkin terjadi"
"Tidak ada yang tidak mungkin rana" jawab herdian dengan tatapan penuh harapan.
"Pulanglah karena aku akan beristirahat" dengan terpaksa herdian pergi tanpa mendapat jawaban dari rana wanita yang membuat jantungnya berdebar kencang setiap kali mereka bertemu.
__ADS_1