Rana

Rana
Kemana perginya?


__ADS_3

Nuria yang sedang menunggu jawaban dari orang suruhannya mendadak menjadi kesal setelah mendapat panggilan dari orang kepercayaannya.


"Apa!!"


"Wanita itu telah pergi,aku kehilangan jejaknya"


"Dasar bodoh"


"Beri kami waktu bos,kami akan menemukannya"


"Baik aku akan memberikanmu waktu,segera bawa anak itu kehadapanku" nuria pun menutup sambungan teleponnya.


"Apa yang terjadi?" tanya herdian yang dimana kedatangannya tidak diketahui nuria.


"Wanita itu telah membawa anak kita pergi"


Apa!!


Herdian yang mendengar rana telah pergi bersama anaknya pun segera meninggalkan perusahaan untuk memastikan apa yang baru saja dia dengar dari istrinya.Herdian ingin melihatnya sendiri lalu memutuskan langkah apa yang akan diambilnya.


"Kemana perginya dia?" herdian yang takut kehilangan anaknya yang baru saja dilihatnya merasa putus asa karena takut kehilangan anak yang sama sekali belum pernah ia beri kasih sayang sebagai orang tua.


Dengan mengetuk pintu berulang kali namun tidak ada jawaban dari dalam herdian pun pergi meninggalkan rumah yang selama ini rana dan lintang tempati,melihat salah seorang warga keluar dari rumah herdian pun menghampiri wanita yang berdaster itu.


"Maaf bu,apakah ibu tahu kemana perginya wanita yang tinggal dirumah itu?" tunjuk herdian.


"Rana maksudnya?"


"Ya"

__ADS_1


"Rana sudah pindah"


"Apakah ibu mengetahui alamat mereka saat ini?"


"Maaf saya tidak tahu,permisi"


Tidak mendapat jawaban herdian pun pergi meninggalkan tempat dimana anaknya dan rana tinggal,herdian pergi dengan putus asa karena baru saja bertemu dengan anaknya kini ia harus kehilangan jejak anaknya.Sementara rana dan tami berusaha menjelaskan ke lintang atas apa yang terjadi dan kenapa ia pindah kerumah yang asing baginya apa lagi melihat tami dan anaknya bersama mendiang istrinya.


"Om ini siapa bu?kita ada dimana?" tanya lintang dengan wajah bingung.


"Ini om tami sayang" jawab rana.


"Kok om sih?" kata tami protes akan sebutan untuknya.


"Lalu dia harus memanggilmu siapa?" tanya rana dengan berbisik.


"Panggil papa saja" kata tami.


"Tentu bukankah aku sudah berjanji akan menerimanya sebagai anakku sendiri"


"Sayang nanti ibu akan menjelaskannya,mulai sekarang panggil papa ya" lintang pun mengangguk.


"Lalu kemana papa selama ini?"


"Ada hal yang tidak boleh anak kecil sepertimu tahu,kamu mengerti?"


"Ya bu"


"Bersihkan dirimu setelah itu kita makan"

__ADS_1


Untuk pertama kalinya tami merasakan rukmahnya hidup kembali dengan kembali rana kerumah ditambah hadirnya lintang diantara mereka.Setelah lama berpisah rana merasa canggung untuk melayani tami dimeja makan.


"Apa yang kau tunggu?" tanya tami.


"Apa maksudmu?"


"Mana sarapanku?"


"Tunggu sebentar"


Tami makan dengan senyuman terus menghiasi wajahnya,lalu berangkat ke kantor setelah berpamitan dengan keluarga barunya itu.


"Aku berangkat dan aku akan pulang cepat"


"Baik" jawab rana masih dengan rasa canggungnya.


"Persiapkan dirimu" bisik tami.


"Apa maksudmu?" tanya rana tidak mengerti apa maksud dari tami.


"Apa aku harus menjelaskannya lebih detil lagi?"


"Ti-tidak perlu,berangkatlah kau akan terlambat" tami tersenyum melihat pipi rana merona menahan malu.


Setelah melihat mobil tami pergi menjauh dari pandangannya rana pun masuk ke dalam rumahnya namun langkahnya terhenti karena anak perempuan bermata bulat itu terus menatapnya dengan senyum menghiasi wajahnya.


"Anak manis,kenapa menatap ibu seperti itu?"


"Ibu?" tanya anak itu kembali.

__ADS_1


"Kamu bisa memanggilku dengan sebutan ibu,apa kau mengerti?" anak dari pernikahan tami dan desi itu pun menjawab dengan anggukan lalu senyuman pun kembali menghiasi wajah cantiknya.


__ADS_2