Rana

Rana
Kantor pengacara.


__ADS_3

Herdian pun segera menuju kantor pengacara yang tidak lain adalah kantor temannya,setelah mengetuk dan telah mendapat persetujuan masuk herdian pun segera membuka pintu.


"Apakah aku bisa meminta waktumu sebentar?" kata herdian yang membuat pengacara tampan itu terkejut.


"Hei ternyata kau,apa kabar bro?" pengacara tampan itu pun segera berjabat tangan dengan herdian dan mempersilahkannya untuk duduk.


"Aku baik" jawab herdian.


"Ayo silahkan duduk,aku tidak menyangka akan kedatangan tamu terhormat,oh ya angin apa yang membawamu kekantorku?ada yang bisa aku bantu?" tanya pengacara tampan itu dengan mata yang penuh penyelidikan.


"Aku butuh bantuanmu" jawab hrerdian.


"Ada masalah apa?kelihatannya serius sekali"


"Aku ingin merebut kembali anakku yang telah diadopsi"


"Apa!!jadi kau sudah punya anak dan anakmu diasopsi orang dan kau ingin anakmu kembali?" tnaya temannya tidak percaya dengan apa yang disampaikan herdian.


"Ya seperti yang kau dengar,aku memiliki anak diluar nikah,anak yang lahir disaat tidak tepat" jawab herdian.

__ADS_1


"Lalu?" tanya pengacara tampan itu.


"Waktu itu masih muda tidak bisa berpikir jernih dan terlalu takut memiliki anak diusia muda" jawab herdian.


"Lalu kemana ibunya?"


"Ada dan sekarang kami menikah setelah lulus kuliah dan telah bekerja"


"Lalu kenapa kau ingin mengambil anakmu kembali,apakah kau mandul?" pertanyaan dari temannya itu sangat melukai hati herdian namun herdian bisa memaklumi perkataan sahabatnya itu walau bagaimanna pun dia juga ikut andil dan patut disalahkan.


"Karena sampai sekarang aku belum memiliki anak,aku ingin memperbaiki kesalahanku dan menjadi orang tua yang baik untuk anakku"


"Bantu aku,gunakan semua kemampuanmu aku akan bayar berapapun yang kau minta" herdian mulai memelas bantuan sahabatnya itu.


"Baiklah karena kau temanku aku akan membantumu"


"Terima kasih bro,kau memang teman terbaikku" setelah menjabat tangan dan berbicara panjang lebar herdian pun meninggalkan kantor pengara itu.


Sementara rana dan tami juga ttidak mau kalah mencari pengacara terbaik,setelah berbicara panjang lebar tami dan rana pun mengantar pengacara yang mereka undang itu.

__ADS_1


"Kami akan membantu bapak dan ibu,kami permisi"


"Kami sangat berharap kamilah yang akan memenangkan kasus ini karena kami tidak mau kehilangan anak kami tercinta"


"Baik pak,kami permisi" pengacara yang berjumlah tiga orang pun pamit.


"Terima kasih sayang" rana pun memeluk tami setelah tami menutup pintu.


"Sama-sama sayang aku akan membantumu karena aku tidak mau melihat air matamu jatuh lagi"


"Terima kasih" rana kembali mengucapkan rasa terima kasihnya itu.


Hari yang ditunggu pun tiba,rana dan tami pun membawa lintang kerumah sakit untuk melakukan tes DNA.disana herdian dan nuria telah menunggu untuk melakukan tes DNA.Dengan menahan amarah rana berjalan melewati kedua orang kandung lintang.Sementara lintang telah berada diruang pemeriksaan.Dengan menahan rasa sakit karena darahnya diambil lintang pun bertanya ke rana.


"Bu kenapa darah lintang diambil?apakah lintang sakit?" tanya lintang dengan gaya khas anak kecil.


"Lintang tidak sakit,ibu hanya ingin memastikan keadaan lintang apakah ada kuman jahat yang menggangu kesehatan anak kesayangan ibu ini"


"Benarkah bu?lintang tidak apa kalau suster mau ambil darah lintang lagi"

__ADS_1


"Tidak nak ini sudah cukup" jawab suster itu sembari tersenyum.


__ADS_2