Rana

Rana
Lapor polisi


__ADS_3

Kehilangan jejak akan mobil sang penculik lintang anaknya herdian pun mengarahkan mobilnya menuju kantor polisi terdekat untuk membuat pengaduan.setelah melaporkan penculikan anaknya herdian dan rana pun kembali ke rumah dengan perasaan cemas.


"Bagaiamana nak?" tanya kedua orang tua herdian bersamaan karena cemas akan keadaan cucunya itu.


"Kami kehilangan jejak tapi kami telah membuat laporan kekantor polisi" jawab herdian.


"Kenapa kalian begitu ceroboboh?bagaimana kalau penculik itu mengetahui semua dan melukai lintang?" raut kekecewaan pun diperlihatkan pria paruh baya yang menghawatirkan keselamatan cucu semata wayangnya itu.


"Kita berdoa sajan semoga tidak tejadi apa-apa dengan lintang" jawab herdian berusaha menenangkan kedua orang tuanya lalu tangannya menggenggam erat tangan rana memberi kekuatan ke wanita yang sangat ia cintai itu.


Seharian menunggu berharap sang penculik menghubunginya karena herdian berharap itu semua karena uang,baginya uang bukan masalah harapannya cuma satu  anaknya akan kembali dalam kondisi selamat tidak kekurangan satu pun.karena herdian terlahir dari keluarga kaya raya dan sebagai pebisnis tentu saja tidak heran banyak yang ingin menjatuhkannya dengan berbagai cara termasuk menculik anaknya.


Sedangkan rana terus meneteskan air mata mencemaskan kondisi anak kesayangannya.yang sedari tadi tidak diketahui keberadaanya,perasaan takut terjadi sesuatu dengan anaknya karena bisa saja para penculik itu melukai anaknya.


"Tenanglah sayang aku berjanji akan membawa anak kita kembali dengan keadaan selamat" herdian pun mencium kening rana dengan lembut.


"Aku takut terjadi sesuatu dengan anakku" jawab rana.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi? aku akan pergi mencari walau pun harus keujung dunia" herdian pun menyambar kunci mobilnya.


"Kau mau kemana?" tanya rana cepat.


"Aku pergi sebentar hubungi aku kalau para penculik itu menghubungimu aku akan segera kembali" jawab herdian.


"Jangan tinggalkan aku sendirian,aku ikut" herdian pun menjawab dengan anggukan kepala.Herdian pun menemui temannya untuk membantunya mencari keberadaan anaknya karena menunggu bukanlah solusi,dengan di temani rana herdian pun menceritkan masalah apa yang tengah di hadapinya.


"Baiklah bos aku akan segera menemukan anakmu"


"Tolong temukan anakku"


"Baik bu bos "


"Aku pamit" herdian pun mengajak rana untuk segera kembali kerumah karena hari sudah malam,hingga pagi menjelang keduanya tidak bisa memejamkan matanya bahkan kedua orang tuanya terus menunggu kabar akan kondisi cucunya itu.


"Kenapa sampai sekarang para penculik itu tidak menghubungi kita kalau tujuan mereka adalah uang?" tanya ibu herdian dengan wajah penuh rasa cemas.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu mam" jawab herdian.tidak butuh waktu lama telepon berdering dengan cepat herdian pun mengangkat panggilan dari telepon selularnya itu.


"Bagaimana?"tanya herdian lalu dijawab oleh orang yang menghubunginya itu.


"Kami sudah menemukan titik terang akan keberadaan anak bos" jawab suara dari sebrang sana,


"Bagus aku akan memberikan bonus yang besar kalau kau berhasil menemukan anakku tanpa kekurangan apa pun" jawab herdian senang.


"Baik bos" lalu panggilan pun terputus.herdian pun bisa bernafas lega karena harapannya untuk bertemu anaknya akan segera terwujud.


"Apa mereka sudah menemukan cucuku?" tanya pria paruh baya itu


"Sedikit lagi pi karena mereka telh menemukan sedikit titik terang dimana keberadaan lintang" jaawb herdian dengan wajah berseri.


"Benarkah?" tanya rana dengan wajah berbinar.


"Ya sayang" jawab herdian.

__ADS_1


__ADS_2