
Herdian yang tidak mau kehilangan anaknya pun memutuskan mencari sendiri.nuria yang melihat suaminya mengemasi pakaiannya terus bertanya kemana herdian akan pergi namun pria itu tidak menjawab satu pun pertanyaannya.
"Kau mau kemana?kenapa kau mengemasi semua pakaianmu?" bukannya menjawab herdian justru pergi dengan tergesah-gesah,tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan nuria tidak menyerah.
"Kenapa kau tidak menjawab?apa kau marah padaku?"
"Aku harus pergi ke suatu tempat,tunggu aku dirumah dan bantu aku mengurus perusahaan"
"Apa yang terjadi?" nuria terus mencari jawaban dengan terus menatap wajah herdian.
"Tidak ada yang terjadi,aku ada urusan" herdian pun pergi dengan tergesah gesah dan dalam sekejab saja mobilnya telah menghilang dari pandangan mata nuria.
"Kalian bertengkar?"
"Tidak" jawab nuria lalu pergi menuju kamarnya.
"Selidiki suamiku"
"Baik" jawab seseorang dari seberang sana.
Herdian pergi tanpa arah dan tujuan yang pasti,keinginan herdian hanya satu yaitu untuk menemukan keberaan rana dan anaknya.Apa pun akan herdian lakukan asalkan bisa bersama dengan anaknya,anak yang belum pernah merasakan kasih sayang darinya.
"Kemana aku harus mencarinya?" gumam herdian,namun herdian hanya mengikuti kata hatinya menuju kota xxx.
Sementara rana kembali merajut kasih dengan tami,rana melakukan tugasnya sebagai istri dan seorang ibu yang merawat keluarga kecilnya.sebelum tami pulang makanan telah terhidang dimeja makan,rana pun bergegas membersihkan dirinya karena ia ingin menyambut tami dalam keadaan rapi dan wangi.
"Kau sudah pulang?"
"Ya aku sudah berjanji akan cepat pulang,dimana anak-anak?"
"Ada di kamar sedang belajar"
__ADS_1
"Aku akan melihat anak-anak"
"Aku akan menyiapkan kopi untukmu"
"Terima kasih" tami pun melemparkan senyumannya ke rana dan dibalas dengan senyuman manis khas rana.
Setelah menyantap makan malam rana pun membantu asisten rumah tangga membersihkan meja makan,berulang kali wanita paruh baya itu melarangnya namun rana bersikeras ingin membantu meringankan pekerjaan asistennya.
"Sudah bu biar bibik saja"
"Tidak apa bik,kalau dikerjakan bersama pekerjaan akan terasa ringan"
"Tapi nanti bapak marah bu"
"Bibik tenang saja bapak tidak akan marah" setelah semua pekerjaannya selesai rana pun masuk ke kamar untuk beristirahat.
"Apa kau sudah mengantuk?"
"Bisakah kita bicara sembentar?"
"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya rana kembali.
Setelah mendengar semua yang disampaikan tami,senyuman pun menghiasi wajah rana.Tami yang dulu ia kenal kini telah berubah menjadi pria yang dewasa dan penyayang.
"Bagaimana menurutmu?"
"Aku ikut saja apa rencanamu"
"Kau tidak menolak seperti sebelumnya?"
"Tidak"
__ADS_1
"Kau bisa mengajukan pendapatmu"
"Tidak perlu,aku setuju karena itu demi anak-anak"
"Aku akan mendaftarkan anak-anak disekolahan yang sama agar mereka bisa saling menjaga"
"Terima kasih"
"Sudah malam ayo kita tidur"
Tanpa sepengetahuan rana herdian berada dikota yang sama,herdian mengutus orang kepercayaannya untuk mencari keberadaan rana dan lintang.
"Temukan mereka,aku akan memberikan imbalan yang setimpal"
"Baik bos"
"Aku mau kedua orang ini dalam keadaan selamat tanpa cacat sedikitpun"
"Aku mengerti bos"
"Ini bayaranmu,sisanya akan aku berikan setelah kau membawa mereka ke hadapanku"
"Siap"
"Pergilah"
Baru saja herdian tiba dirumah ponselnya terus berdering,melihat nama yang terpapar dari layar ponselnya dengan terpaksa herdian menganggkat panggilan itu walaupun hatinya merasa berat untuk berbicara dengan nuria istrinya.
"Bicaralah"
"Kau ada dimana?"
__ADS_1
"Aku ada disuatu tempat"