
Rana dan tami yang sedang menyantap sepiring nasi goreng dikagetkan dengan kedatangan orang yang menjadi lawan mereka dalam hak asuh anak yang tidak lain adalah herdian.
"Kalian disini?" kata herdian menyapa.
"Sepertinya kau sangat menyukai kami sehingga dimana pun kami berada kau akan disana juga"
"Itu hanya perasaanmu saja karena kebetulan aku merasa lapar itu sebabnya aku kemari dan bertemu dengan kalian" jawab herdian dengan cueknya dia duduk berhadapan dengan rana dan tami.
"Sepertinya kau takut hak asuh akan kami menangkan itu sebabnya kau tidak bisa tidur dengan tenang " rana pun mulai mengeluarkan ejekannya keherdian.
"Aku bahkan sangat yakin anakku akan kembali bersamaku"
"Ayo sayang kita pergi karena aku sudah muak mendengar ocehannya" tami pun mengeluarkan uang lalu menyerahkan ke pedagang nasi goreng itu lalu menggandeng rana pergi.
"Sampai jumpa di pengadilan" ejek herdian.
Rana hanya diam ketika mobil yang dikemudikan tami telah berjalan jauh meninggalkan tempat mereka menyantap nasi goreng di pinggir jalan,melihat istrinya hanya diam dan terlihat sedih tami pun berusaha mencairkan suasana yang mendadak sunyi itu.
__ADS_1
"Jangan hiraukan kata-katanya tadi karena aku yakin kitalah yang akan menang di pengadilan nanti" tami pun membelai kepala rana.
"Apa kau yakin?" tanya rana lagi.
"Ya...percaya saja padaku"
"Aku takut kehilangan lintang,aku ngak sanggup harus berpisah dengannya" air mata rana pun mengalir deras.
"Hei..percayalah aku akan menambah pengacara untuk memenangkan kasus ini" tami pun mengusap air mata rana yang megalir dipipi mulusnya.
Hasil lab pun keluar,melihat hasil lab itu rana terduduk lemas karena itu akan membuatnya kalah dalam persidangan.Sedangkan herdian tersenyum penuh kemenangan lalu berjalan mendekati rana dan tami.
"Orang tua kandung yang membuangnya dan sekarang ingin mengambilnya kembali ttanpa perasaan,apa kalian pantas disebut sebagai orang tua?" kata rana dengan emosi yang meledak-ledak.
"Aku tidak perduli apa pun yang kau katakan,kita bertemu dipengadilan" herdian pun pergi.
"Ayo sayang kita pulang" rana pun menuruti perintah tami.
__ADS_1
Rana yang telah tiba dirumah menceritakan apa saja yang tengah menimpanya ke ibu ratih yang sudah dianggapnya seperti ibu kandungnya sendiri.setelah mendengarkan semua cerita dari rana wanita paruh baya itu pun mengerti keresahan rana.
"Tenang saja nak ibu akan bersaksi untukmu,ibu akan memberi mereka pelajaran"
"Baik bu terima kasih,rana beruntung bisa mengenal ibu dan rana mohon doanya bu"
"Doa ibu selalu menyertaimu nak"
"Terima kasih sekali lagi bu"
Sidang pertama dimulai dengan penuh keteganggan,cibiran terus mengarah ke nuria dan herdian yang telah menelantarkan anaknya dan kini setelah anaknya telah tumbuh dewasa kedua pasangan suami istri itu ingin merebut anak yang telah diasuh rana.
"Apa dia tidak malu setelah menelantarkan anaknya kini ingin mengambil kembali anak yang sudah dibuangnya itu?" nuria yang mendengar apa yang dibicarakan wanita yang duduk tepat dibelakangnya itu pun berdiri lalu memarahi kedua wanita yang tengah bergosip tentangnya itu.
"Aku bisa mendengar dengan jelas semua yang kalian bicarakan barusan,apa kalian tidak pernah berbuat kesalahan dimasa lalu?kalau kalian masih melakukan perudungan terhadapku jangan salahkan aku kalau aku akan menuntut kalian berdua"
"Semua harap tenang" mendengar teguran nuria pun kembali duduk.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?jangan membuatku malu" herdian pun memperingati istrinya itu.