
Rana yang berada dipelukan herdian merasakan kedamaian dihatinya,pelukan hangat herdian membuat rana tenang lalu menghapus air mata yang mengalir di pipinya dan menatap wajah herdian yang penuh cinta itu.
"Aku harus bagaimana bahkan malam ini saja ia tidak pulang kerumah?" tanya rana dengan menatap wajah herdian mencari jawaban dari pria yang menaruh hati padanya itu.
"Aku sudah mengetahui sejak awal perselingkuhannya karena aku sudah menyelidiknya sejak awal aku disini" jawab herdian.
"Apa maksudmu?"
"Aku menyelidikimu dan herdian karena anakku berada dalam asuhan kalian" jawab singkat lalu kembali memeluk rana dengan erat.
"Kau menyelidiki kami?kau tidak percaya padaku?" mendengar apa yang herdian sampaikan membuat hati rana terluka karena pria yang telah mencuri hatinya itu ragu akan ketulusannya dalam merawat lintang anaknya.
"Kau salah paham aku hanya ingin mengetahui orang seperti apa yang mengasuh anakku dan aku tidak menemukan kekurangan di dirimu itu sebabnya aku jatuh hati padamu" herdian berusaha meyakinkan rana lalu meraih tangan wanita yang mengisi hatinya itu lalu dikecup mesra.
"Maafkan aku,pikiranku sedang kacau sebaiknya aku kembali kerumah"
"Tidak aku tidak akan membiarkanmu pulang dalam keadaan seperti ini" herdian pun mengambil kunci mobil rana lalu segera turun dari mobil wanita yang ia cintai itu lalu segera meminta rana untuk turun.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" rengek rana karena herdian memaksanya untuk turun.
"Ikut denganku" herdian menarik paksa tangan rana agar turun dan mengikuti langkahnya menuju kemobil lalu pergi meninggalkan taman itu.
"Kau mau membawaku kemana?aku harus pulang karena aku harus mengantar lintang kesekolah esok"
"Diamlah aku akan mengantarmu pulang besok tidak sekarang" herdian pun menginjak gas dan dengan kecepatan tinggi,rana pun akhirnya diam dan hanya mengikuti kemauan kekasihnya itu.
"Hotel?" rana meliha ke arah herdian dengan tatapan penuh tanda tanya.
Rana dan herdian pun tiba di depan pintu kamar,dengan perasaan bercampur aduk rana melangkah masuk ke kamar setelah herdian terlebih dahulu.
"Masuklah" perintah herdian dan bagai kerbau di cucuk hidungnya rana masuk lalu duduk di kasur king size itu dengan wajah tertunduk malu.
"Tidurlah bukankah kau bilang besok harus mengantar anak kita ke sekolah?aku akan mengantarkanmu pagi-pagi sekali"
"Lalu kau?"
__ADS_1
"Aku akan tetap disini menemanimu,aku akan tidur di sofa" jawab herdian yang mengerti kalau rana takut ia akan melakukan hal yang melebihi batas mengingat mereka berdua bukan pasangan suami istri.
"Ba-baiklah" jawab rana lalu membaringkan tubuhnya dan menyelimuti tubuhnya hingga leher.
"Kau takut denganku?"
"Aku hanya merasa canggung" jawab rana singkat.
"Bahkan setelah kita berciuman kau masih canggung denganku?" goda herdian.
"Diamlah aku mau tidur" rana pun menutup wajanya dengan selimut.
"Kalau kau butuh nafas buatan aku bersedia membantumu" goda herdian lagi.
"Kau!" rana tidak bisa meneruskan kata-katanya karena herdian terus menggodanya lalu membelakangi herdian karena merasa kesal dengan laki-laki itu.dengan berjalan perlahan herdian mendekati rana lalu berbaring disampingnya dan memeluk erat tubuh rana.
"Biarkan seperti ini sebentar saja dan aku janji tidak akan melakukan hal yang akan membuatmu marah" bisik herdian lalu rana pun hanya diam membiarkan herdian memeluk tubuhnya karena sejujurnya rana menyukai perlakuan herdian padanya,pelukan hangat herdian membuat rana tertidur dengan lelap hingga pagi hari.
__ADS_1