
Seminggu berada dikediaman orang tua herdian semua berjalan lancar dan rana pun mulai terbiasa dengan suasana disana dan dengan perlahan menyiapkan pernikahan nya dengan herdian.semua berjalan lancar seperti yang diharapkan rana dan herdian yang dimana kedua orang tua herdian juga mendukung rencana mereka untuk segera menikah setelah keduanya resmi bercerai.pagi itu seperti biasanya rana dan herdian turun untuk sarapan bersama kedua orang tua herdian,sedangkan lintang seperti biasa sedang bermain di depan rumah ditemani pengasuhnya.
"Lintang tunggu di sini mbak kedalam sebentar" dijawab anggukan kepala bocah laki-laki itu.dengan tersenyum pengasuh itu masuk kedalam rumah karena merasa senang karena anak asuhnya itu sangat penurut.dengan bergegas masuk lalu keluar lagi dengan membawa segelas susu untuk lintang namun betapa terkejut nya dia karena melihat lintang telah dibawa pergi oleh pria berbaju hitam masuk kedalam mobil berwarna hitam itu.
"Tolong lintang diculik" suara teriakan pengasuh itu membuat seluruh penghuni rumah itu keluar berhamburan karena mendengar teriakan minta tolong itu.
"Lintang!!" rana pun bergegas bangun dari duduknya lalu berlari keluar disusul herdian dan kedua orang tuanya.
"Apa yang terjadi?kenapa kau meninggalkannya sendirian?" kata herdian dengan suara keras ke pengasuh anaknya itu.
__ADS_1
"Herdian!!" bentak pria yang tak lain adalah papi dari herdian.
"Sebaiknya kita segera mengejar mobil penculik itu herdian" kata-kata yang keluar dari mulut rana membuat herdian sadar lalu segera berlari menuju mobilnya di ikuti rana.dengan cepat mobil herdian telah melaju mengejar mobil dari penculik .
"Tenanglah sayang" herdian menggenggam tangan rana untuk menenang hati wanita yang sedang menghawatirkan anaknya yang entttah bagaimana nasibnya saat ini.
"Siapa yang menculik anak kita?apa kau punya musuh herdian?" tanya rana dengan menatap serius kearah kekasihnya yang sebentar lagi akan segera menjadi suaminya itu.
1 minggu yang lalu.
__ADS_1
Malam itu tami yang baru saja pulang dari kantornya mendapati surat dari pengadilan seketika wajahnya berubah menjadi merah menahan amarahnhya lalu meremas surat itu melampiaskan amarahnya.
"Sial!!" teriak tami.lalu dengan cepat meraih kunci mobilnya lalu segera pergi meninggalkan kediamannya menuju kerumah kekasih gelapnya itu.setiba disana dan melihat kekasihnya berdiri di depan pintu dengan cepat tami segera menghampirinya lalu menariknya masuk kedalam kamar.di dalam kamar itu tami melampiaskan emosinya dengan mencumbui kekasihnya itu dengan membabi buta.puas dengan semua aksinya itu tami terkapar dengan nafas yang terengah-engah.
"Apa yang terjadi sayang?kau sangat aneh hari ini" tanya wanita yang baru saja menjalin hubungan terlarang dengan tami itu.
"Aku sedang tidak ingin membicarakan itu saat ini,bisakah kau menyiapkan makan malam untukku?" tanya tami.
"Aku hanya punya mie instan,apa kau mau?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Ya " jawab tami singkat. lalu dengan cepat wanita itu memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai lalu segera menuju dapur menyiapkan makanan untuk tami.senyum kepuasan terpancar dari wajah dan senyuman wanita itu karena berhasil membuat tami membutuhkan dirinya.lidya begitu terobsesi ingin menjadi istri sah tami yang dimana ia mengenal tami di bar tempat ia bekerja.