
Nuria yang baru saja mengenal dan bertemu dengan boy yang ternyata memiliki selera humor sekaligus wajah yang tampan membuat nuria semakin tertarik untuk mengenalnya lebih jauh lagi.melihat penampilan boy nuria bisa menebak kalau boy bukanlah dari kalangan biasa.
"Lalu kau bekerja diperusahaan mana boy?" tanya nuria sambil menyantap makanannya.
"Aku bekerja di perusahaan papa" jawab boy santai.
"Oh ya bagus dong,apa nama perusahaan milik papamu barangkali kita bisa menjalin kerja sama yang baik nantinya" kata nuria senang bisa mengenal pria seperti boy ya g ternyata anak orang berada.
"Tentu,perusahaan papaku xxx,kalau lau sds waktu mampirlah ke perusahaan papa"
"Aku menerima undanganmu boy"
Setelah pertemuan itu nuria dan boy menjalin hubungan layaknya orang yang sedang melakukan pendekatan ke lawan jenis.nuria mulai berani menceritakan rumah tangganya dengan herdian yang mulai merenggang.waktu nuria dihabiskan dengan berchating ria dengan boy,bahkan keduanya kerap makan siang bersama.
"Apa kau ada acara diakhir pekan ini?" tanya boy.
"Tidak" jawab nuria lalu menyeruput minumannya.
"Bagaimana kalau kita nonton?ada film bagus dan aku tidak memiliki teman untuk aku sjak nonton bersama"
__ADS_1
"Akhir pekan ini?emmm..." nuria mulai berpikir apakah ia harus menerima atau menolak ajakan boy.
"Kalau kau sibuk tidak apa kau tidak perlu sungkan untuk menolak ajakanku" kata boy.
"Baik kita nonton akhir pekan ini" jawab nuria cepat.
"Yess!!" boy pun sangat bak anak kecil yang menang lotre.
"Kabarin aku dimana kita akan bertemu,aku harus segera kembali ke kantor karena aku harus memimpin rapat,aku duluan" nuria segera pergi dengan sedikit berlari ketika ponselnya bergetar.
Hari yang di tunggu tiba,nuria berdandan ala anak muda yang sedang kasmaran namun tetap elegant.melihat kedatangan nuria boy melambaikan tangannya agar nuria mmeliht dimana dia duduk.
"Nuria membalas dengan menganggukkan kepalanya"
"Maaf lama menunggu"
"Aah tidak juga aku juga baru tiba,kau mau pesan apa silahkan saja jangan sungkan" kata boy tanpa melepaskan pandangannya dari wajah nuria. boy begitu tergila gila dengan nuria apa lagi nuria begitu mahir merias dirinya.
"Aku ikut saja pesananmu"
__ADS_1
"Baiklah"
"Apa ada yg salah dengan penampilanku?apakah aku terlihat jelek?makeup ku luntur ya?" nuria mulai panik karena boy terus memandang wajahnya dengan tersenyum.
"Aah tidak justru kau sangat cantik bahkan sempurna dimataku"
"Gombal" jawab nuria cepat.
"Suamimu beruntung memilikimu,aku sangat iri padanya"
"Hemmm mulai lagi gombal" nuria pun merapikan rambutnya sambil menahan malu karena sepasang mata boy terus menatap ke arahnya.
"Aku tidak sedang menggombal,aku bicara apa adanya"
Setelah selesai menyantap makanan yang tellah disajikan tanpa sisa keduanya pun segera menuju ke bioskop karena film akan segera tayang.keduanya duduk bersebelahan,film yang tengah berlangsung dan boy melihat nuria tengah asyik menyaksikan film dengan memberanikan diri boy menggenggam tangan nuria dan nuria tidak menolak.boy pun mencium punggung tangan nuria yang halus dan harum itu.nuria pun hanya diam menerima perlakuan boy ya g romantis itu..
"Boy lepaskan tanganku,aku mau ketoilet"
"Aku ikut" keduanya pun pergi bersama dan dengan setia boy menunggu nuria di depan toilet wanita bagaikan kekasih yang menemani kekasihnya sekaligus menjaga kekasihnya seolah olah takut akan kehilangan kekasihnya itu.
__ADS_1