
Suasana ruang sidang pun kembali tenang setelah mendengar teguran dari jaksa,sidang pun kembali diteruskan dengan dihadirkan saksi yang tidak lain adalah ibu ratih yang sudah dianggap seperti ibu kandungnya sendiri itu.ratih tidak datang sendirian karena didampingi ketua RT dan beberapa warga yang bersimpati atas apa yang menimpa rana.
"Saksi berikutnya"
"Apa yang mereka lakukan?" tanya nuria yang melihat ratih yang mengikuti sidang dan menjadi untuk rana.
"Diamlah" herdian pun memperingati istrinya yang mulai panik itu.
"Bagaimana kalau kita kalah nantinya?" bisik nuria.
"Aku akan memikirkan cara lain agar anakku bisa kembali" kata herdian dengan penuh keyakinan.
Setelah mendengar kesaksian yang ratih berikan sidang pun ditunda,rana pun keluar dari ruang sidang bersama orang-orang terkasihnya itu.Nuria berjalan cepat mengejar rana tujuannya hanya untuk mengancam rana agar menyerah dan mengembalikan anaknya yang selama ini rana asuh.
"Sebaiknya kau menyerah saja atas kasus ini karena darah jauh lebih kental dari air,kau tahu akulah ibunya"
"Ibu seperti apa kau yang tega menelantarkan anaknya lalu setelah dia tumbuh besar kau mau datang membawanya pergi bersamamu?terbuat dari apa hatimu itu?" rana yang tidak mau kalah itu pun berhasil menyudutkan nuria.
"Kau!!"
"Ayo kita pergi" herdian pun menarik tangan nuria agar tidak membuat kekacauan disana.
__ADS_1
"Lepaskan aku,aku akan memberikan pelajaran padanya karena berani menindaku dengan kata-kata murahannya itu"
"Cukup nuria!!aku muak dengan tingkah lakumu itu" herdian pun melepaskan cengkraman tangannya lalu segera masuk ke mobilnya dan meninggalkan nuria sendirian.
"Herdian tunggu aku!" namun herdian tidak menghiraukan nuria dengan terus mengendarai kendaraannya dan menghilang dari pandangan nuria.
"Lihat nak bahkan suaminya meninggalkannya" kata ibu ratih yang menyaksikan pasangan suami istri itu.
"Miris sekali nasibnya" rana lalu membuka kaca mobilnya melihat kearah nuria dan tentu saja tindakan rana itu membuat nuria semakin kesal.
"Apa yang kau lihat"
"Melihatmu yang ditinggal suami,apa kau butuh tumpangan?" tanya rana lagi.
"Oke" rana pun menutup kaca mobilnya.
Setibanya dirumah rana langsung mencari keberadaan lintang,rana begitu merindukan anaknya yang baru saja ia tinggalkan beberapa jam saja.dipeluknya dengan erat lintang.Lintang yang melihat rana memeluknya dengan erat membuatnya merasa ada yang lain dengan ibunya itu.
"Kenapa ibu memelukku seperti ini?" tanya lintang.
"Ibu rindu anak ibu" jawab rana dengan menatap wajah lintang.
__ADS_1
"Ibu..kenapa ibu bersikap seolah ibu akan kehilanganku?" katta-kata yang keluar dari bibir lintang membuat rana tidak sanggup berkata-kata.
"Rana ikut ibu nak"ratih pun mencairkan suasana sekaligus mengalihkan perhatian lintang.
"Ba-baik bu" rana pun segera menyusul ratih.
"Apa yang kau lakukan?tindakanmu itu membuat lintang curiga"
"Maafkan rana bu,rana hanya tidak sanggup kalau harus berpisah" rana pun menghapus air matanya yang mengalir dari sudut matanya.
"Percaya saja kita akan memenangkan kasus ini"
"Rana minta doanya bu"
"Ibu selalu mendoakanmu nak" ratih pun memeluk rana yang rapuh itu,tindakan ratih membuat rana tenang.
"Istirahatlah dikamar,anak-anak biar ibu yang urus"
"Baik bu terima kasih" rana pun segera masuk ke kamarnya disusul tami.
"Jangan menangis,aku akan selalu ada disampingmu dan aku berjanji akan mencarikan pengacara terbaik untukmu"
__ADS_1
"Terima kasih,tapi apa kau yakin lintang akan terus bersama kita?" tanya rana yang masih di dalam pelukan tami.
"Serahkan semuanya padaku"