
Herdian pun menceritakan semua tanpa ada yang ia rahasiakan dari rana,rana hanya mendengarkan semua cerita herdian yang dimana keduanya memiliki cerita hidup yang sama yang dimana pasangan keduanya berdelingkuh.sama-sama pernah dihianati oleh pasangan membuat keduanya merasa senasib.
"Maaf bukan maksudku menceritakan aib rumah tanggaku" kata herdian dengan menatap kearah rana.
"Aku mengerti perasaanmu tapi apa yang kita lakukan sekarang ini juga tidak ada bedanya dengan mereka" jawab rana.
"Itu karena kita saling mencintai rana,dan aku sangat senang kau membalas ciumanku tadi"
"Aku hanya terbawa suasana" kilah rana.
"Jangan berbohong lagi,aku tahu kau juga memiliki rasa denganku dan akui saja rana karena kita bukan ABG lagi"
"Aku mau pulang" rengek rana dan herdian pun menuruti kemauan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Baiklah sayang" jawab herdian lalu mengarahkan mobilnya kembali dan mengantarkan rana sampai depan rumah dan pergi setelah rana masuk kedalam rumah.
Rana terus terbayang ciuman nya dengan herdian pria yang telah mengisi hati dan pikirannya belakangan ini.adegan bersama herdian tadi membuat darah dan jantung rana berdesir dan berdetak dengan kencang layaknya abg yang sedang dimabuk asmara dengan cinta pertamanya.rana yang berada di kamarnya dan telah mengunci pintu dan masih berdiri di balik pintu tepatnya bersandar di daun pintu dengan masih memegang dadanya merasakan debaran jantung yang bedetak lebih kencang dari biasanya akibat ciuman panasnya bersama herdian.rasa yang telah lama tidak ia rasakan bahkan saat kembali bersama tami.rana terus memegang bibirnya,bibir yang telah ia beri ciuman untuk herdian pria yang membuatnya menghianati tami.semenjak kejadian itu rana lebih banyak melamunkan tentang herdian dan itu semua membuat kecurigaan tami yang melihat perubahan istrinya itu.
"Sayang apa kau baik-baik saja?" tanya tami dengan menepuk pundak rana yang sedang makan malam bersama itu.
"Aku baik-baik saja" rana pun tersadar dari lamunannya.
"Apa kau yakin?aku melihatmu melamun sedari tadi,apa kau sedang sakit" tanya tami yang menghawairkan kondisi rana.
"Apa kau yakin kau baik-baik saja?aku akan mengantarkanmu ke dokter kalau kau tidak enak badan" tawar tami lagi.
"Aku sudah mengatakan aku baik-baik saja tapi pria ini tidak percaya,penyakitku ini penyakit jatuh cinta dan kalau kau tahu kau pun akan pingsan mendengar pengakuanku" jawab rana dari dalam hatinya.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja setelah aku istirahat besok aku akan segar kembali" jawab rana yang tidak ingin menimbulkan kecurigaan tami.
"Baiklah kalau begitu tidurlah duluan aku masih ada kerjaan dan aku ada ruang kerjaku kalau kau butuh sesuatu"
"Baiklah sana lanjutkan pekerjaanmu jangan hiraukan aku"
"Istirahatlah dan jangan lupa minum obat agar kau bugar kembali:
"Ya sana pergi" usir rana yang tidak mau mendengar ocehan suaminya lagi.
Tami yang telah berada diruang kerjanya dan telah mengunci pintu segera mengeluarkan ponselnya lalu segera menghubungi seseorang yang tidak lain adalah kekasih gelapnya.tami tidak sepenuhnya telah berubah,pertemuannya dengan salah satu rekan bisnisnya yang memiliki adik yang berwajah cantik itu menggoda iman tami dengan tubuh yang bak biola.gayung bersambut wanita yang telah menjanda itu juga menyukai tami karena tami mengingatkannya pada cinta pertamanya yang telah tiada karena kecelakaan pada saat perpisahan sekolah.
"Sayang kenapa baru menghubungiku?aku kangen tahu" jawab wanita yang baru menjawab panggilan tami itu.
__ADS_1
"Maaf sayang aku harus mencari alasan yang tepat untuk bisa menghubungimu"
"Mau sampai kapan kita kucing-kucingan seperti ini sayang?" rengek wanita selingkuhan tami.