Rana

Rana
Rana kau...


__ADS_3

Godaan dari herdian membuat rana semakin tidak tenang karena entah sejak kapan ia merasakan hal yang sama yaitu mulai menyukai herdian yang belakangan ini mengisi hatinya.wajah herdian kerap muncul dipkiran bahkan di dalam mimpinya.


"Aah kenapa kau selalu hadir di dalam mimpiku?"


Desah rana yang baru saja terbangun dari tidurnya. rana pun turun dari ranjang lalu segera menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya lalu membasuh wajahnya agar bayang-bayang herdian segera lenyap dari ingatannya.rana pun mencoba untuk tertidur kembali setelah meneguk segelas air.


"Harum sekali,apa yang kau masak?" tami yang telah rapi berdiri sambil memeluk rana dari belakang.


"Aku masak nasi goreng kesukaanmu,duduklah ini akan segera matang" jawab rana yang mulai risih dengan tingkah laku tami.


"Baiklah aku tunggu di meja makan" tami pun pergi setelah mengecup pipi rana.


Rana pun segera membersihkan tubuhnya setelah mengantar tami berangkat kerja,rana dikejar waktu karena tadi sewaktu sedang menyiapkan sarapan asisten rumah tangganya mengatakan beberapa bahan makanan ttelah habis dan itu artinya rana harus segera kepasar.selesai membersihkan dirinya dan memoles sedikit make up rana pun berangkat dengan hanya memakai kaos dan celana panjang ala kadarnya,rana pun menyambar kunci mobil lalu segera menghilang dari pandangan asisten rumah tangganya yang membukakan pagar rumah.Dengan cekatan rana yang telah tiba dipasar memilih bahan makanan yang ada di catatan.Dalam waktu singkat saja mobilnya telah terisi bahan makanan untuk satu minggu lamanya.rana pun mampir ke toko kue dan tanpa sengaja bertemu dengan herdian disana bersama dengan ibunya,wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu berdiri disamping herdian.


"Rana" sapa herdian yang menyadari rana berdiri di dekatnya.

__ADS_1


"Herdian apa yang kau lakukan disini" rana pun berbasa basi.


"Ini toko kue tentu saja aku membeli kue karena mami merenggek minta diantar,mungkin mami sedang ngidam: canda herdian agar suasana tidak kaku dan canggung.


"Dasar kau anak nakal" herdian pun mendapat cubitan di lengannya.


"Auu mami" desis herdian.


"Jadi ini wanita yang membuatmu terkena serangan jantung?cantik" maminya pun tidak mau kalah lalu menggoda herdian yang seketika wajah herdian memerah mendengar godaan maminya itu.


"Tentu saja,mana mungkin mami lupa nama wanita yang membuat mami hampir kehilangan anak mami satu-satunya"


"Bagaimana menurut mami?apakah mami setuju kalau aku dan dia bersama?" tanya herdian yang seketika membuat mata maminya melotot.


"Jangan macam-macam aah mau dikemanakan istrimu itu?"

__ADS_1


"Aku akan menceraikannya asal mami menyetujui hubunganku dengan rana"


"Apa maksud dari ucapanmu itu?"


"Aku akan menjelaskannya nanti mi,ayo ikut aku" herdian pun segera membayar belanjaan maminya dan segera masuk ke mobil,menceritakan apa saja yang ia ketahui tentang nuria dibelakangnya.


Setelah menjelaskan dan mengeluarkan bukti-bukti perselingkuhan nuria lewat foto-foto yang dikirimkan orang kepercayaannya dengan mengikuti kemana pun nuria pergi tanpa menimbulkan kecurigaan,dengan tangan bergetar dan melihat semua foto yang herdian berikan seketika amarahnya pun memuncak.


"Dasar wanita kurang ajar,******!"


"Sabar mam aku akan mengurus ini semua"


"Ceraikan dia kau telah menemukan bukti-buktinya,istrimu itu telah mencoreng muka kita"


"Aku akan menceraikannya tepat pada waktunya mam"

__ADS_1


"Apa lagi yang tunggu?jangan sampai relasi papi mengetahui hal ini karena itu akan merusak reputasi perusahaan yang telah mami papi bangun selama ini dengan susah payah":


__ADS_2