
Hubungan rana dan herdian samkin dekat berbeda dengan hubungannya dengan tami yang semakin renggang.rana terkesan cuek dengan tami yang ber ulang kali menghianatinya.Rana pun memilih tidur bersama dengan anak-anaknya.rana bahkan berani tampil dengan mempesona dengan menjaga penampilannya termasuk merawat diri di salon,tami melihat perubahan dari rana kini semakin ingin dekat dengan isrinya itu dan mulai menjaga jarak dengan selingkuhannya.
"Kau tampak berbeda belakangan ini?" tami mendekati rana namun rana menghindarinya.
"Aku mau ke kamar anak-anak memeriksa apakah mereka sudah tidur" rana terus melangkah tanpa memperdulikan tami yang melihatnya dengan kagum.
Hari demi hari rana dan herdian selalu bertemu bahkan makan siang bersama karena keduanya kini sedang dimabuk asmara,dan tepat dihari itu juga tami menyaksikan kemesraaan antara rana dan herdian dan itu membuat darahnya mendidih lalu menghampiri keduanya untuk menangkap basah.
"Ini yang kalian lakukan di belakangku hah?" tami bergerak maju ingin memukul herdian namun secepat kilat herdian memberikan pukulan diwajah tami hingga pria itu jatuh tersungkur.
"Hentikan herdian.tami" suara rana berhasil menghentikan herdian yang ingin memberikan pukulan ke tami.
"Ayo kita pergi dari sini sayang" herdian menarik tangan rana pergi meninggalkan tempat itu karena semua mata melihat kearah mereka.
__ADS_1
"Jangan lari aku akan memberimu pelajaran" tami berusaha bangkit namun aksinya dihalangi pelayan yang menghampirinya.
"Tolong jangan buat keributan disini atau kami akan memanggil pihak kepolisian karena anda telah membuat onar" tami pun segera pergi mengejar herdian dan rana yang bergegas pergi meninggalkan tempat itu,dengan berlari tami menuju ke mobilnya karena tidak ingin kehilangan jejak keduanya.
Didalam mobil rana terus meremas jarinya karena ia merasa gugup,melihat wanita yang ia cintai resah karea apa yang baru saja terjadi herdian pun menggengam tangan kekasihnya untuk memberikan kekuatan agar wanitanya menjadi lebih tenang.
"Tenanglah sayang ada aku" itu lah yang kata-kata yang terucap dari bibir herdian untuk memberikan kekuatan untuk rana.
"Ceraikan dia lalu menikahlah denganku sayang" herdian pun melemparkan senyumannya lalu kembali berkonsentrasi mengendarai mobilnya.
Sementara tami bagaikan orang yang kerasukan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi karenasedang dibkar api cemburu melihat istrinya bersama pria lain mengumbar kemesraan.
"Kemana perginya mereka?" tami pun mengambil ponselnya menghubungi rana namun rana tidak sekali pun menjawab panggilannya
__ADS_1
"Tami" kata rana memperlihattkan layar pada ponselnya.
"Abaikan saja" herdian lalu merebut ponsel rana lalu mematikan ponsel itu lalu dilemparkan ke kursi belakang mobilnya.
"Apa yang kau lakukan?ponselku bisa rusak" gerutu rana.
"Diamlah sayang dan berhentilah mengomel,aku akan membelikanmu yang baru"
"Tapi.."
"Kau mau diam atau aku yang akan membuatmu diam dengan bibirku ini?" mendengar ancaman kekasihnya itu yang sudah pasti merugikannya rana pun menutup rapat mulutnya,sedang kan herdian tersenyum puas melihat rana yang menutup rapat mulutnya.apa yang rana lakukan itu membuat herdian gemas akan tingkah laku kekasihnya itu.
"Sial!!" tami yang kehilangan jejak rana lalu mengarahkan mobilnya pulang ke kediaman mereka berharap rana telah kembali ke rumah,setelah mencari keseluruh ruangan namun tidak menemukan sosok rana tami pun semakin berang lalu meluapkan amarahnya dengan membanting semua barang yang ada diatas meja.
__ADS_1