
Tami terus mencari keberadaan rana dan melajukan mobilnya berharap ketika ia tiba dirumah rana telah berada disana dan menyelesaikan masalah yang tengah melanda rumah tangga nya karena kehadiran orang ketiga di dalam rumah tangganya walau pun tami sadar kalau dirinya juga bukan pria yang baik.
"Apakah rana sudah pulang bik?" tanya tami ke wanita uang telah lama bekerja dengannya itu.
"Itu..dia telah pergi" kata wanita paruh baya itu dengan kalimat terbata dan merasa takut.
"Apa? katakan dengan jelas"
" Tadi ibunya anak-anak kembali lalu pergi dengan terburu-buru membawa serta lintang"
"Sial! "
Tami terduduk dengan menjambak rambutnya menunjukkan kekesalanya karena terlambat kembali ke rumah,karena kalau ia tiba terlebih dahulu tentu saja ia bisa mencegah rana agar tidak pergi meninggalkannya walau pun ia harus berlutut sekalipun.tami segera berlari menuju ke mobilnya untuk mengejar rana karena ia berharap masih bisa menemukan wanita yang masih sah istrinya itu.tami terus melajukan mobilnya tidak tahu kemana arah yang harus ia tempuh untuk mencari keberadaan rana,tami terus menghubungi ponsel rana namun tidak sekali pun rana mengangkat panggilannya.
__ADS_1
"Sayang lepaskan tanganku,mengemudilah dengan benar" protes rana yang sedari tangannya terus di genggam herdian.
"Aku tidak akan melepaskan tangamu karena aku takut kehilangan wanita yang aku cintai" herdian pun mengecup mesra tangan rana.
"Dasar budak cinta" rana pun menggerutu karena pria yang berada disampingnya itu tidak mau melepaskan tangannya.
"Apakah kau yakin kedua orang tuamu akan merestui hubungan kita?" tanya rana tanpa menatap ke arah kekasihnya itu.
"Tentu saja sayang,mami sudah mengetahui kalau aku menyukaimu" jelas herdian.
"Aku akan menceritakan siapa lintang,aku akan berterus terang untuk menebus dosa-dosaku dimasa lalu" jawan herdian membuat hati rana sedikit tenang.
Rana kembali teringat ketika ia menemukan lintang yang tergeletak di depan pintu rumahnya itu.rana tidak menyangka takdir akan mempertemukannya dengan pria yang tidak lain adalah orang tua biologis lintang bayi yang ia besarkan itu.rencana tuhan tidak pernah ada yang tahu,rencana tuhan yang begitu indah mempertemukannya dengan cinta sejatinya.tanpa terasa air matanya jatuh membasahi pipinya,air mata kebahagiaan yang mengantarkannya rasa bahagia karena dicintai herdian pria yang tulus padanya walau pun sebelumnya mereka menjadi lawan di pengadilan karena merebut hak asuh lintang.
__ADS_1
"Sayang kau menangis?apakah aku menyinggung perasaanmu tadi?" herdian pun menjadi panik melihat wanita yang ia cintai itu tiba-tiba menangis.
"Tidak,kau tidak bersalah sayang aku menangis karena bahagia" jawab rana lalu dengan cepat menghapus air matanya.
"Mana ada orang menangis karena bahagia,jawab dengan jujur apa yang membuatmu bersedih" lanjut herdian setelah terlebih dahulu menepikan mobilnya.
"Aku sudah menjawab dengan jujur sayang,aku menangis karena bahagia"
"Sayang jangan seperti ini aku takut kau tidak bahagia denganku" herdian lalu memeluk rana dengan erat membelai kepala wanita itu dengan lembut.
"Terima kasih sayang terima kasih" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut rana.
"Jangan menangis lagi,aku janji akan mencintai dan menyayangimu dengan sepenuh hati apa lagi kau dengan tulus merawat anakku" rana pun mengangguk.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka lintang akan mempertemukan kita" jawab rana dengan menatap kearah belakang menatap wajah polos lintang yang sedang tertidur itu.