Rana

Rana
Mabuk.


__ADS_3

Herdian yang telah kalah di persidangan malam itu menghabiskan malam dengan menegak minuman beralkohol dan itu membuatnya kehilangan kesadaran dan kendali,disaat ia sedang mabuk berat herdian mengemudikan mobilnya menuju ke kediaman rana dan tami untuk menggungkapkan kekecewaannya.


"Lintang ini papa nak" teriak herdian ketika telah tiba di depan rumah rana.


"Suara apa itu?" tanya rana ketika ia sedang sibuk membersihkan wajahnya dari sisa make up.


"Sepertinya itu herdian,apa maunya?" tanya tami lalu segera keluar dari kamarnya.


"Tunggu aku ikut denganmu" rana dan tami pun keluar memeriksa apa yang tengah terjadi diluar.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini" tanya tami tidak percaya dengan apa yang dilihatnya karena herdian datang dengan penampilan yang sangat kacau.


"Mana anakku?aku ingin bertemu denganya dan mengatakan kalau aku lah orang tua aslinya"


"Apa kau tidak malu datang dengan penampilanmu yang seperti ini?" mendengar kata-kata yang keluar dari mulut rana membuat herdian tersadar lalu bangun.


"Aku memang orang tua yang buruk,besok aku akan datang kembali" herdian pun pergi.


"Apa yang ada di pikirannya?" tami pun masuk dengan menarik tangan rana agar mengikutinya.

__ADS_1


Herdian pulang dengan mulut terus mengutuk dirinya sendiri karena pergi menemui anaknya dalam kondisi mabuk.Setelah berada di kamarnya herdian pun langsung membaringkan tubuhnya dan terlelap dalam tidurnya.pagi harinya herdian bangun dan berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi dimalam harinya.


"Aaah...apa yang aku lakukan?" herdian pun mengacak-ngacak rambutnya lalu segera menuju ke kamar mandi membasuh tubuhnya yang dipenuhi aroma alkohol.Herdian keluar dengan penampilan terbaiknya lalu segera menuju ke kediaman tami untuk meminta maaf atas perbuatannya.


"Kau...!kau datang sepagi ini setelah semalam membuat kekacauan dengan berteriak di depan rumahku?"


"Maaf aku tahu perbuatanku tidak terpuji dan itu sebabnya pagi ini aku datang untuk meminta maaf"


"Aku akan memaafkanmu asal kau bisa berjanji tidak akan mengulanginya lagi"


"Aku janji kejadian semalam tidak akan terulang"


"Kamu?apa mau mu?" rana yang terkejut dengan kedatangan tamunya segera ikut bergabung duduk diruang tamu.


"Dia datang untuk meminta maaf atas kejadian semalam dan aku sudah memberinya maaf sayang" jawab tami.


"Aku akan menyiapkan minuman" rana bangun dari duduknya namun dicegah herdian.


"Tidak perlu repot-repot karena aku akan segera pergi karena aku ada rapat pagi ini"

__ADS_1


"Baiklah kami tidak akan menahanmu,silahkan aku akan mengantarmu" tami pun mempersilahkan tamunya untuk pergi karena merasa cemburu dengan tatapan herdian ke rana.


"Aku permisi sekali lagi aku minta maaf atas kejadian yang tidak mengenakan semalam"


"Kami sudah memaafkanmu"


"Apakah aku bisa bertemu lintang sebentar?" tanya herdian.


"Tentu tapi tidak sekarang"jawab rana.


"Baiklah aku akan menunggu hingga waktu yang tepat"


"Baik aku akan mengatur waktu untuk pertemuan kalian" jawab rana.


"Aku pamit" herdian pun pergi dengan diantar tami hingga ke depan pintu.


Herdian merasa puas baik tami mau pun rana memberinya maaf sekaligus memberinya ijin untuk bertemu dengan anak yang sedari lahir ia tidak pernah melihat bahkan merawat darah dagingnya itu.Herdian pulang dengan senyum merekah,baginya ini adalah awal yang baik..


"Dari mana saja kau?kenapa kau mengabaikan panggilanku?" tanya nuria dengan wajah menahan amarah.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu" jawab herdian tanpa melihat wajah nuria lalu memulai pekerjaannya.


__ADS_2