Rana

Rana
Tamparan itu.


__ADS_3

Setelah herdian melepas ciuman nya rana pun kembali tersadar lalu dengan tangannya sendiri menampar keras wajah herdian yang telah berani menciumnya.


"Plak!" suara tamparan tangan rana terdengar sangat nyaring dah membekas di pipi herdian.


"Berani sekali kau menciumku" setelah menampar keras pipi herdian rana pun pergi meninggalkan herdian yang masih terpaku dengan masih terus memegang pipinya yang terasa perih akibat tamparan rana wanita yang berhasil mencuri hatinya dan membuatnya di bakar api cemburu itu.


Rana pergi namun dari dalam hatinya terus mengutuk perbuatan herdian,tangannya terus mengelap dan membersihkan bibirnya yang dicium paksa oleh herdian.Di dalam mobil rana terus teringat adegan dirinya dicium oleh herdian,jantungnya berdetak kencang mengingat itu semua.Rana tiba dirumah setelah meletakkan barang belanjaannya rana segera menuju ke kamar untuk membersihkan dirinya,membersihkan seluruh bibir nya dari jejak ciuman herdian.


"Ada apa denganmu sayang?apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya tami yang menyadari ada keanehan di diri istrinya itu.


"Ah tidak ada,tidurlah aku akan mengecek kamar anak-anak" rana pun berdiri namun langkahnya ditahan tami lantaran tangannya diraih tami.


"Duduklah"


"Ada yang ingin kamu bicarakan?" tanya rana dengan memperhatikan raut wajah suaminya.

__ADS_1


"Apa ada yang kau sembunyikan dariku?" tanya tami dengan menggenggam tangan rana.


"Bukankah sudah aku katakan tidak ada" jawab rana halus dengan penuh keyakinan.


"Dari tadi aku tuh melihat kamu melamun,apa yang kau pikirkan hem?"


"Tidak ada sayang,percayalah padaku"


"Baiklah kalau begitu,jangan sungkan untuk bercerita padaku mengerti?"


"Baiklah aku tidur duluan karena besok aku ada rapat"


"Ya pergilah tidur duluan aku akan menyusul setelah mengecek kamar anak-anak" tami pun bangun dari duduknya setelah itu mencium kening rana.


Walau pun telah mencoba sekeras apa pun kejadian di mall itu terus mengganggu pikiran rana.Rana terus memejamkan matanya sambil terus membalikkan tubuhnya ke kiri dan kanan namun matanya terus terjag,sedangkan tami telah terlelap dengan suara dengkuran kecil.Jarum jam telah menunjukkan pukul 5 pagi,rana yang masih belum berhasil untuk tidur segera bangun lalu menuju dapur menyiapkan makan pagi.

__ADS_1


"Pagi" sapa rana ke asisten rumah tangganya lalu dijawab kembali oleh asisten yang berusia tidak muda lagi itu.


Setelah mengantarkan tami sampai kedepan pintu dan mobil suaminya telah menghilang dari pandangan matanya,rana pun masuk untuk membersihkan tubuhnya setelah menyibukkan diri berkutat di dapur.Setelah membersihkan tubuhnya rana pun tidur dengan lelap karena semalaman tidak bisa memejamkan matanya akibat ulah herdian yang menciumnya tiba-tiba.Sedangkan herdian terus tersenyum bahagia walaupun harus merasakan tamparan keras di pipinya.


herdian terus mengingat ciumannya,rana telah berhasil mencuri hatinya dan membuatnya tergila gila.


"Ada apa denganmu,kenapa kau senyum-senyum seperti itu?" tanya nuria yang sedari tadi memperhatikan raut wajah suaminya.


"Tidak ada,teruskan pekerjaanmu" jawab herdian menutupi rasa malunya karena ketangkap basah istrinya yang sedang melamunkan wanita lain.


Tidak ingin memikirkan perubahan di diri herdian nuria pun membalas pesan yang telah boy kirim,keduanya pun membuat janji bertemu di jam makan siang karena keduanya sedang merasakan kerinduan satu sama lainnya.


"Nanti siang aku tidak bisa makan bersamamu,aku ada janji dengan temanku"


"Kau bisa pergi nuria,nikmati waktumu bersama temanmu itu" jawab herdian lalu kembali mengarahkan matanya keberkas yang sedang ia periksa itu.

__ADS_1


__ADS_2