Rana

Rana
Tamu di pagi hari.


__ADS_3

Pagi itu ketika rana tengah bersiap mengantarkan lintang kesekolah diluar telah berdiri seorang wanita yang dimana rana pernah bertemu bahkan bersitegang dengannya.


"Kamu" kata rana terkejut karena wanita itu tiba-tiba saja kembali muncul dihadapannya.


"Bisa kita bicara sebentar?"


"Bicaralah" kata rana.


"Kau ingin anakmu mendengarkan apa yang akan aku bicarakan denganmu?" nuria berbicara sambil melirik kearah lintang.


"Tunggu ibu didalam"


"Baik bu"


"Kita bicara disana saja" tunjuk rana lalu berjalan dengan diikuti nuria.


"Serahkan anak itu padaku karena aku lebih pantas merawatnya"


"Apa maksudmu?" tanya rana tidak mengerti apa maksud dari wanita yang sama sekali tidak ia kenal itu.


"Aku adalah ibu dari anak yang selama ini kau rawat" kata nuria.


"Kau pasti terkejut mendengar apa yang aku sampaikan,tapi tidak apa aku akan menjelaskan semuanya" kata nuria dengan rasa percaya diri yang sangat tinggi.


"Pergi!! aku tidak mau mendengar semua omong kosongmu" bentak rana.


"Katakan berapa jumlah yang kau inginkan?" nuria mulai tawar menawar dengan rana.


"Kau pikir aku bisa dibeli dengan uang?pergi sebelum aku memanggil warga" ancam rana lalu rencananya pun berhasil membuat nuria menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


Rana pun segera kembali kerumahnya menjemput lintang yang sedang menunggunya lalu segera mengantarnya kesekolah.Rana pun tidak sabar untuk menceritakan ke wanita paruuh baya yang sudah dianggapnya seperti ibunya sendiri.


"Apa kau yakin dia wanita yang menelantarkan anaknya?maksud ibu apakah dia memang ibu kandung lintang?"


"Sepertinya dia tidak berbohong bu" jawab rana.


"Lalu apakah kau akan menyerahkan lintang begitu saja?"


"Tentu saja tidak bu,lintang sudah kuanggap seperti anakku sendiri dan kehadiran lintang membuatku melupakan kesedihanku" jawab rana.


"Bagaimana kalau wanita itu berbuat nekat dengan membawanya kabur?"


"Aku akan melaporkannya karena telah menculik anakku"


"Semoga saja itu hanya ketakutan kita nak ya sudah ayo kita lanjutkan menyusun semua barang dagangan yang baru saja diantar"


"Baik bu"


"Rana"


"Ya bu" jawab rana cepat.


"Kau masih terganggu dengan kejadian tadi?"


"Iya bu,aku takut kehilangan lintang"


"Percayalah wanita itu tidak akan berani menampakkan diri lagi"


"Semoga saja bu"

__ADS_1


"Ibu akan menjemput lintang"


"Biar rana saja bu" rana pun bergegas pergi menuju kesekolahan lintang.


Sementara nuria terus memutar otaknya untuk membawa anak yang pernah ia lahirkan dan ia sia -siakan itu.nuria terus menggigit jarinya menutupi kegelisahan hatinya.


"Aku pasti bisa merebut anak itu" kata nuria pelan.


Tok..tok!


"Ada apa?" tanya nuria setelah membuka kaca mobilnya.


"Bapak mencari anda"


"Aku akan segera menemuinya" jawab nuria.


"Baik bu"


Nuria pun bergegas menemui suaminya yang telah menunggunya diruang kerja.Melihat nuria masuk herdian pun menghentikan pekerjaannya.


"Dari mana saja kau?kenapa kau tidak menjawab panggilanku?"


"Aku menemui wanita yang merawat anak kita" jawab nuria.


"Lalu apa dia bersedia menyerahkan anak kita"


"Tidak,semua diluar dugaanku karena dia sangat mencintai anak kita"


"Lalu apa rencanamu selanjutnya?"

__ADS_1


"Aku akan merebut paksa anak kita"


__ADS_2