
Herdian tiba di kediaman kedua orang tuanya dengan mengandeng tangan rana dan sebelah tangannya menggendong putranya. Tiba di rumah dengan disambut kedua orang tuanya yang tersenyum ramah lalu mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.
"Apakah ini cucuku? " tanya wanita yang telah melahirkan herdian itu.
"Ya" jawab herdian pelan sambil terus menatap wajah kedua orang tuanya.
"Masuklah" pria paruh baya itu pun mempersilahkan ketiganya masuk.
Rana yang sedari awal takut mendapat penolakan dari keluarga kekasihnya itu pun akhirnya bisa bernafas lega.
"Bukankah kita pernah bertemu sebelumnya? " lalu dijawab rana dengan anggukan kepala.
"Kau sudah melakukan tugasmu dengan baik nak" pria paruh baya itu pun menepuk pundak herdian dengan rasa bangganya.
"Apa-apaan ini? " suara nuria pun membuat semua orang menatap kearahnya.
"Kebetulan sekali kau ada disini, ikut denganku ada yang ingin aku bicarakan" nuria pun mengikuti langkah herdian menuju ke kamar pribadi mereka.
"Apa maksudmu dengan membawa mereka ke rumah? kenapa kau tidak membicarakan ini semua denganku semudah itu kau membawa mereka kerumah Ini"
"Aku akan menceraikanmu" jawab herdian dengan tenang.
"Apa maksudmu? " tanya nuria dengan mengerutkan keningnya.
"Aku mau kita cerai" jawab herdian dengan suara yang lebih keras lagi.
__ADS_1
"Apa kau sudah gila? "
"Aku sudah tidak mencintaimu semenjak aku mengetahui perselingkuhanmu dengan pria itu"
Bak disambar geledek nuria terdiam kaku,kedua kaki nya lemas bagaikan tak bertulang.
"Kau terkejut aku mengetahui perbuatanmu diluar sana?"
"A-aku"
"Aku akan mengurus semuanya dan aku mau kau angkat kaki sekarang juga dari rumah ini"
"Ma-maafkan aku tolong jangan usir aku" nuria pun berlutut memohon ampunan dari suaminya.
"Semua sudah terlambat nuria,kemasi barang-barangmu"
"Itu bukan urusanku" herdian pun keluar lalu mengajak rana dan lintang untuk beristirahat dikamar tamu lalu kembali menemui kedua orang tuanya untuk membicarakan perceraian nya dengan nuria.
"Aku akan menceraikannya dan aku akan segera menikahi rana"
"Kami akan mendukungmu" jawab suami istri itu dengan serentak.
Nuria pun keluar dari kamar setelah selesai mengemasi pakaiannya lalu berpamitan dengan kedua orang tua herdian.
"Aku pamit" lalu nuria pun pergi karena kekasihnya telah menunggu di depan.
__ADS_1
"Kami tidak akan mengantarkanmu dan secepatnya aku akan mengirimkan berkas perceraian kita" jawab herdian lalu bangun dari duduknya menuju ke kamar tempat dimana rana dan lintang beristirahat.
"Kenapa kau disini" tanya rana yang berada di dalam pelukan herdian.
"Dia sudah pergi " jawab herdian.
"Apa kau tidak mau mencegahnya dan mengajaknya tinggal disini? maksudku beri dia kesempatan"
"Wanita bodoh" jawab herdian.
"Kau mengatakan aku Bodoh? " rana pun mencubit pinggang herdian.
"Mana ada wanita yang mau berbagi suaminya dengan wanita lain, hanya wanita bodohlah yang mau"
"Aku hanya tidak ingin ada perceraian antara kau dan dia karena bagaimana pun dia adalah ibu dari anakmu" kata rana pelan.
"Tapi kau yang aku cintai rana" jawab herdian yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Terima kasih sayang" jawab rana.
"Aku akan segera menikahimu" bisik herdian.
"Apakah ini tidak terlalu cepat? " jawab rana.
"Semakin cepat semakin baik"
__ADS_1
Ketukan dipintu membuat keduanya melepas pelukan lalu herdian segera membuka pintu kamar.
"Biarkan lintang tidur bersama kami" jawab wanita paruh bawa itu.