Rana

Rana
Aku antar.


__ADS_3

Nuria yang sedang menikmati keindahan danau bersama boy dikejutkan dengan panggilan dari herdian yang mengabarkan kalau ia sedang dirawat dirumah sakit karena jantungnya mengalami masalah serius dan memintanya untuk segera datang.


"Apa!!" nuria pun berdiri dengan wajah paniknya terus bertanya keadaan herdian.


"Tenanglah aku baik-baik saja dan sudah mendapat perawatan dirumah sakit,apa kau bisa menemaniku?" tanya herdian penuh harap.


"Aku akan segera kesana,kirimkan aku alamat rumah sakitnya"


"Baiklah,terima kasih" herdian pun menutup panggilannya lalu segera mengirimkan alamat rumah sakit tempat ia dirawat.


"Apa yang terjadi?" tanya boy yang melihat nuria panik setelah menerima panggilan telepon.


"Suamiku masuk rumah sakit,aku harus segera melihatnya"


"Aku antar" boy pun menawarkan bantuan.


"Baiklah ayo kita segera berangkat"

__ADS_1


"Jangan panik" boy pun menggenggam tangan nuria memberi kekuatan ke wanita yang berada disampingnya itu,wanita yang ia cintai.


"Tolong lebih cepat lagi" pinta nuria.


"Tenanglah tidak perlu terburu-buru karena itu bisa membahayakan nyawa kita"


"Maafkan aku,aku hanya panik karena menghawatirkan kondisi suamiku"


"Tidak apa aku mengerti" boy pun tersenyum namun hatinya terasa kelu melihat wanita yang ia sukai panik akan kondisi suaminya,tidak bisa dipungkiri karena ini adalah kesalahan boy yang mencintai istri orang.


Herdian pun telah dipindahkan keruang rawat inap untuk mendapatkan perawatan intensif karena nyawanya bisa saja melayang.Rana pun masuk keruang rawat herdian yang merupakan ruang vvip.


"Aku baik,terima kasih sudah menolongku kau bisa kembali karena istriku akan segera tiba"


"Aku akan tetap disini sampai istrimu tiba" rana pun duduk di sofa yang ada diruangan itu.


"Baiklah kalau kau memaksa" kata herdian,dari dalam hatinya ia tertawa karena wanita yang belakangan mengisi hatinya menemaninya dirumah sakit.

__ADS_1


Setelah mengantar nuria ke rumah sakit boy pun kembali karena itu permintaan nuria.Dengan langkah cepat nuria berjalan menuju ke ruang tempat dimana herdian dirawat.Pintu kamar dibuka rana dan herdian pun melihat ke arah pintu siapa gerangan yang masuk,melihat nuria yang telah tiba rana pun berdiri.


"Bagaimana keadaanmu?kenapa wanita ini ada disini?" tanya nuria lalu menatap rana dengan tatapan tajam.


"Rana yang membawaku kerumah sakit,kalau tidak ada dia mungkin nyawaku sudah melayang" jawab herdian.


"Baiklah aku permisi karena tugasku telah selesai" jawab rana.


"Tunggu..terima kasih" hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut nuria.


"Tidak perlu berterima kasih karena itu sudah sewajarnya bukan?aku pamit"


Rana pun pergi meninggalkan ruang rawat inap herdian,setelah rana pergi herdian pun mengarahkan pandangan nya ke nuria.herdian menatap nuria dengan wajah penuh kecewa atas sikap istrinya itu.


"Kau tidak seharusnya bersikap seperti itu ke orang yang menolong suamimu,dimana rasa terima kasihmu?"


"Kenapa kau marah padaku?apa kau tidak tidak mendengar aku sudah mengucapkan terima kasih?kenapa kau meluapkan amarah kepadaku?tau begini aku tidak datang" jawab nuria tidak kalah kesalnya melihat sikap suaminya yang terang-terangan membela wanita itu.

__ADS_1


"Sikapmu itu yang membuatku marah,kau seperti wanita yang tidak terpelajar saja" jawab herdian lalu mengarahkan pandanganya ke arah lain.


"Lalu berapa lama kau akan dirawat?dimana dokter yang merawatmu?"


__ADS_2