Rana

Rana
Babak baru yang berjalan lancar.


__ADS_3

Babak baru kehidupan rana ditempat yang baru semuanya berjalan lancar seperti yang ia harapkan,rana dikelilingi orang-orang baik.rana pun bisa menghidupi dirinya sendiri walau pun ia harus hidup sederhana berbeda dengan kehidupannya ketika ia masih hidup sebagai istri pengusaha sukses.hidup bersama dengan tami dengan dimanjakan harta berlimpah.


"Aku harus semangat dan bersyukur atas apa yang aku miliki saat ini" kata rana lalu segera menutup matanya karena keesokan harinya ia harus bangun pagi dan berangkat kerja.


Rana pun berangkat menuju ketoko yang tidak jauh dari tempatnya tinggal,rana tidak perlu menunggu ibu ratih lagi untuk membuka toko karena ibu ratih telah memberi kepercayaan ke rana untuk memegang kunci toko.rana pun segera membuka toko karena para pelanggan telah menunggu untuk berbelanja.


"Si eneng sudah datang"


"Iya nih bu maaf menunggu lama"


"Tidak apa neng"


"Ayo bu silahkan masuk" rana melayani pembeli dengan cekatan,satu persatu pembeli telah pergi dengan membawa sekantong plastik penuh barang belanjaan.


"Rana"


"Ibu"


"Sepertinya ibu sudah bisa menyerahkan toko ke kamu"


"Kalau ibu capek ibu bisa beristirahat dirumah,urusan toko biar rana saja yang akan mengurus semuanya"

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu ibu percayakan semuanya ke kamu"


Melihat rana tinggal sendirian,rana yang berwajah cantik dan ramah membuat pemuda setempat jatuh hati padanya.Tidak sedikit yang ingin memilikinya menjadikan rana pendamping hidup namun dengan halus rana menolaknya karena sampai saat ini statusnya masih sah istri tami.rana masih ingin menikmati masa sendirinya,hatinya masih sakit mengingat perlakuan tami yang kembali menghianatinya.


"Maaf mas aku tidak bisa,kita berteman saja" rana pun menolak pemuda kaya raya yang tinggal tidak jauh dari kediamananya.


"Tapi apa alasannya rana?"


"Aku masih ingin sendiri"


"Baiklah kalau begitu mas tidak akan memaksa dan mas akan menunggu sampai kamu siap,permisi"


Pagi itu seperti biasa rana berangkat kerja,didepan rumahnya telah ramai para ibu menjemur pakaian.Rana pun menyapa satu persatu tetangganya dengan ramah,tidak sedikit yang memuji keramahan rana.


"Iya nih bu,mari bu"


Setahun berlalu rana menjalani harinya dengan berjalan lancar,hari itu rana memberanikan dirinya untuk melihat kehidupan tami bersama desi madunya,rana tersenyum karena tami hidup bahagia bersama desi.Setelah mengetahui pria yang ia cintai itu baik-baik saja dan hidup bahagia rana melanjutkan kembali pekerjaannya dengan menyusun barang dagangan.


"Rana"


"Ibu"

__ADS_1


"Ada yang mau ibu bicarakan nak"


"Ada apa bu ?"


"Ibu tahu ibu tidak berhak mencampuri kehidupan pribadimu tapi nak mau sampai kapan kamu menutup diri?kamu berhak bahagia nak,lupakan dia"


"Rana belum siap memulai kehidupan rumah tangga lagi bu,rana belum resmi bercerai dengannya"


"Buka hatimu nak,jangan terus menolak pemuda yang ingin melamarmu kau masih muda dan berhak hidup bahagia"


"Tapi rana tidak mencintai mereka bu"


"Cinta bisa tumbuh perlahan nak"


"Tapi aku takut gagal lagi bu,aku takut aku tidak bisa memberi keturunan"


"Serahkan semuanya ke sang pencipta nak,jalani hidup ini"


"Tapi bu"


"Sudah dengarkan saja nasehat ibu,ibu akan membantumu berpisah dengannya"

__ADS_1


"Rana malu bu harus bertemu dengannya,rana belum bisa membuktikan rana sudah menjadi orang yang sukses"


"Serahkan semuanya ke ibu,paham?"


__ADS_2