Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
22. Jadi Om CEO Perusahaan ini?


__ADS_3

...Happy Reading....


Rangga berdiri menyambut kedatangan Rachel. Dia kaget melihat tangan Rachel.


"Ada apa dengan tanganmu?" tanya Rangga dengan dahi mengerut.


Rachel memeluknya dengan satu tangannya, kemudian cipika-cipiki.


"Semalam aku terjatuh dari tangga apartemen." kata Rachel.


"Duduklah....!" Rangga menuju sofa, menuntun Rachel duduk.


"Kenapa kau dan Clara bisa sama? Mendapat musibah bersamaan? Clara terpeleset di kamar mandi, dan kau jatuh dari tangga." kata Rangga heran.


Rachel tersenyum lebar.


"Sepertinya tuhan memberi musibah secara bersamaan kepada kami!" katanya. Dia juga bingung siapa orang yang telah mematahkan tangganya semalam hanya karena hal sepele dan salah paham. Dia berbohong pada Rangga jatuh dari tangga. Padahal yang sebenarnya, tangannya di putar seseorang hingga tulang sendinya patah. Masalahnya, dia tidak sengaja menyenggol seseorang saat turun dari mobil. Orang itu jatuh dan marah. Dia balik marah dan menuduh orang itu sengaja menabraknya dan hendak menjambret tasnya. Tak terima di tuduh seperti itu, pria itu marah dan mencekal lengannya, terus di pelintir ke belakang hingga tulangnya bergeser. Dan jika petugas keamanan apartemen tidak datang tepat waktu, entah apa yang terjadi padanya. Bukan hanya itu, pria itu merusak mobilnya sebelum pergi. ) Rachel tidak tahu kalau pria itu adalah anak buah Wisnu yang di perintahkan untuk menghukum Rachel karena telah berani menampar May).


Dan ternyata, Clara juga mengalami hal yang sama setelah wanita itu menghubunginya tadi pagi untuk meminta izin. Clara terpeleset dari tangga apartemennya karena ada air di tangga. Untung hanya kakinya yang patah dan bukan nyawanya yang hilang. Padahal menurut Clara tak ada air apapun di tempat itu, karena telah di bersihkan pembantunya. (Kejadian buruk yang di alami Clara juga karena anak buah Wisnu).


Rangga memeriksa tangannya yang terpasang gips."Terus bagaimana keadaan mu? Harusnya kau tidak usah masuk kerja dan seharusnya mengambil cuti sampai sembuh total."


"Aku baik baik saja sayang. Kamu jangan khawatir. Sebenarnya aku mau cuti kerja. Tapi mengetahui kau akan datang hari ini, rasa sakit ku menghilang." Rachel tersenyum manis, memegang tangan Rangga. Dia rindu dengan pria ini meski baru tiga hari lalu bertemu.


"Aku pikir sekarang ini kau sudah berada di LA. Kenapa bisa batal pergi ke sana?" Rachel menatap wajahnya.


"Aku kelupaan sesuatu yang sangat penting. Makanya aku balik." kata Rangga masih menyentuh gips di tangan Rachel.


"Terus bagaimana keadaan adikmu, Rasya?" tanya Rachel.


"Istrinya memberi tahu, dia sudah melewati masa kritis. Semalam telah sadar dari koma."


"Syukurlah!" kata Rachel.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kau tidak menetap saja di sini dan mengurus perusahaan ini?" kata Rachel lagi.


Rangga menuju kursi dan duduk."Aku belum memikirkannya!" kata Rangga seraya mengambil ponselnya untuk memeriksa pesan yang masuk. Kali saja ada pesan susulan dari May.


"Kamu lagi chat sama siapa?" tanya Rachel memperhatikan.


Rangga mengelak, mengembalikan layar ponsel ke menu utama, lalu menyimpan benda pintar itu ke saku.


"Teman aku!" katanya singkat.


Rachel merasa penasaran. Karena sempat di tangkapnya nama perempuan dan gambar bunga.


"Teman yang mana?" karena dia tahu teman teman Rangga.


"Teman baru. Ketemu seminggu yang lalu! Oh ya bagaimana dengan tawaran kerja sama pada perusahaan B company?" Rangga mengalihkan pembicaraan sebelum Rachel banyak bertanya tentang 'Teman Barunya', May.


Rachel mengabaikan rasa penasarannya dan segera menjawab pertanyaan pria yang di cintanya ini. Keduanya terlibat obrolan serius di selingi canda tawa.


Sementara di pantry, May selesai membuat kopi. Dia segera melangkah mendekati Clara.


"Sama seperti yang ibu katakan. 2 sendok kopi, 1 sendok susu, 2 sendok gula, 200 ml air panas." kata May.


"Ingat, jangan berbuat ulah dan kesalahan di depan pimpinan. Jika selesai meletakkan kopi, kau langsung keluar! Jangan jauh jauh, dari ruang kerja pimpinan, tunggu panggilan dariku!" kata Clara dengan mata melotot, jari telunjuk mengacung di depan wajah May.


May mengangguk kesal."Baik buk!"


"Ikut aku!" Clara memajukan kursi roda menuju ruang kerja Rangga. Seandainya kakinya tidak sakit, dia pasti yang akan membawa minuman itu dan menyuguhkan dengan senyuman manis. Tentu saja untuk mencari perhatian Rangga.


Begitu tiba di depan pintu ruang kerja Rangga, Clara mengatur rambutnya juga blusnya. Blusnya yang atasnya sudah terbuka dua kancing, lebih di buka lagi menjadi 3 kancing, hingga belahan gunung kembarnya terlihat. Jika dia menundukkan tubuhnya, sudah dapat di pastikan dua bongkahan yang mau tumpah itu akan terlihat sebagian.


May melihatnya dengan wajah mengernyit, merasa aneh dan lucu."Kenapa gak sekalian aja di buka kancing bajunya?" batinnya.


"Kenapa kau melihat ku seperti itu?" hardik Clara merasa di perhatikan.

__ADS_1


May kelabakan." Eh....itu...anu....ibu cantik sekali dan.....seksi!" kata May tersenyum genit.


"Benarkah?"Clara senang dengan pujian itu.


"Tentu saja! Ibu yang paling cantik di kantor ini!" kata May kembali memuji dengan serius, padahal sebenarnya jijik. Aurat bukannya di tutup, malah di umbar.


Clara tersenyum bangga, memang benar, dia lebih cantik dan seksi dari Rachel, menurut dirinya. Clara segera mengetuk pintu, lalu masuk. Rangga dan Rachel melihat sekilas padanya, lalu kembali berbincang.


"Saya mau mengantar kopi bapak!" katanya. Wajahnya memerah Karena marah melihat ada Rachel. Keduanya tampak terlihat mesra. Dia segera memberi isyarat pada May untuk masuk.


May segera masuk.


"Letakkan di meja Sofa!" kata Clara.


May melihat dua orang sedang berbincang. Rachel dan seorang pria. Dia tidak melihat wajah Rangga, karena posisi duduk Rangga membelakanginya.


"Mungkin itu pimpinan!" batinnya. Ternyata tubuhnya tidak gendut pendek kayak keledai seperti yang di kiranya. Dia mengira pimpinan perusahaan ini pria tua pendek dan perut buncit.


May berjalan mendekati sofa, Clara mengikuti dari belakang.


"Ini kopi bapak!" kata Clara. Dia memberi isyarat pada May untuk menaruh di depan Rangga dan Rangga.


May melangkah di dekat Rangga untuk meletakkan kopi. Saat membungkuk hendak meletakkan gelas di atas meja, May menoleh untuk mencuri melihat wajah pimpinannya, karena penasaran seperti apa wajah CEO'nya ini. Wajahnya berubah seketika setelah melihat wajah yang sangat di kenalnya.


Dia sangat terkejut setelah melihat wajah Rangga."Jadi Om pimpinan perusahaan ini?" batinnya benar benar terkejut. Dia benar-benar tidak menyangka. Tiba tiba dia teringat dengan kebohongan yang di katakan pada Rangga tadi. Rangga tahu dia sedang istirahat di apartemen, tapi malah masuk kerja. Secepatnya May berdiri untuk menghindar agar Rangga tak melihatnya, tanpa sadar belum meletakkan kopi. Tapi Rangga lebih dulu melihat wajahnya saat pria itu menoleh kepadanya karena hidung Rangga mencium aroma tubuh yang di kenalnya dan sangat dia suka. Rangga terkejut melihatnya. Keduanya menatap beberapa saat dengan pikiran masing-masing. May berbalik hendak pergi. Tapi naas, kakinya menabrak kursi roda Clara yang berada tepat di belakangnya.


May hilang keseimbangan. Tubuhnya oleng dan jatuh, Nampan dan kopi melayang ke atas dan jatuh mengarah kepadanya. Tapi belum dia jatuh Rangga secepatnya menarik tubuhnya hingga jatuh ke pangkuan Rangga. Dan sebelum nampan, gelas dan kopi jatuh ke tubuh May, gerakan cepat Rangga memeluk, melindungi, menghalangi kopi jatuh ke tubuh May. Akhirnya Rangga yang kejatuhan air kopi, gelas dan nampan. Dia meringis saat air kopi yang panas menyentuh kulitnya.


Sementara Clara dan Rachel melongo melihat apa yang terjadi di depan mereka. Adegan Rangga yang memeluk May dalam pangkuannya, melindungi hadis itu. May mengangkat wajahnya yang tersembunyi di dada Rangga mendengar suara meringis dari bibir Rangga. Dia menatap wajah pria itu yang juga tengah menatap wajahnya. Keduanya saling menatap di tengah keterkejutan dan kepanikan.


Bersambung.


Segini dulu ya halunya mak...

__ADS_1


Tinggalkan jejak dukungan, like, komen, rate 🌟 lima dan hadiah seikhlasnya 😘


Terimakasih 🙏


__ADS_2