
...Karena Author lama gak Up, di baca dulu episode 69-70, biar ke ingat lagi sama jalan ceritanya....
...Happy Reading....
Warning!!!
Di larang berduaan di dalam kamar mandi dengan suhu air yang dingin. Apalagi jika saling mencintai. Inilah yang akan terjadi.
...👇👇👇...
Tergoda dan tidak dapat menahan diri, Rangga langsung meraup bibir May. Hingga gadis itu batal bicara.
Mata May terbuka lebar merasakan hangat bibir tebal Rangga yang merangkum lembut bibirnya.
Rangga terus mengulum, menghisap, bibir bawah atas bawah tak memberi kesempatan untuk menghindar. May yang hilang kesadaran terdiam mematung. Rangga terus mengeksplor, menikmati setiap inchi bibir May luar dalam yang begitu manis di rasakan.
Menggoda dengan lidahnya yang telah lolos masuk ke dalam agar membalas ciumannya.
Alhasil tubuh May menegang. Seharusnya May mendorong tubuh Rangga menjauh, tapi hal gila yang di lakukan May malah memejamkan mata menikmati ciuman itu. May terbuai, terlena. Seakan terhipnotis. May menggerakkan bibir membalas setiap ciuman Rangga. Dia melingkar kan ke dua tangannya di bahu Rangga. Berusaha mengimbangi ciuman pria dewasa itu. May tidak sanggup menolak ciuman pria dewasa ini. Sungguh dia merasa bahagia tubuhnya seakan melayang hingga langit ke tujuh. Ciuman mereka menjadi semakin panas menggelora. Ciuman pria ini membuatnya mabuk kepayang dan lupa diri. Lupa kalau pria ini telah telah bertunangan dan telah menjadi milik Rachel.
Seringai licik di sertai senyum tipis menghias wajah Rangga merasakan ada respon. May yang sebelumnya menolak dengan gerakan tubuh. Rangga membuka mata melihat wajah manis yang terpejam menikmati dan mengimbangi ciumannya di antara guyuran Air. May yang polos pintar sekali belajar dan telah mahir berciuman. Dan dia yang mengajari. Rangga semakin liar menyerang bibir mungil itu dengan ganas. Untuk selanjutnya keduanya terlibat perang lidah.
Beberapa saat kemudian Rangga menarik bibirnya memberi kesempatan Pada May untuk menghirup oksigen, karena gadis muda ini kesulitan bernapas. Bukannya menghentikan aksinya, Rangga beralih mendaratkan ciuman ke telinga, menjilati cuping telinga May. Lalu merambah turun ke bahu, leher May yang terbuka. Bagian jenjang putih itu menggodanya, hingga menjadi sasaran hidung, bibir dan jilatan lidahnya. Terus turun bergerak ke dada May yang sebagian terlihat. Memberi kecupan kecupan lembut dan kuat. "Akh__ Om.....!" Si empunya mengerang menjambak rambut Rangga. Rangga semakin berhasrat mendengar kicauan merdu May. Dia naik dan membungkam mulut mungil itu. Rangga tiba tiba mengangkat tubuh May dan menekan ke dinding. Terus dia menekan tubuhnya ke tubuh May. Kedua tangannya tak nganggur bergerak meraba raba punggung, bokong dan paha May. Rangga hilang kendali dan hilang kesadaran dengan apa yang dia lakukan.
May kembali mengerang merasakan sensasi nikmat. Tubuhnya semakin menegang, terbang melayang indah. Lenguhan demi lenguhan merdu keluar dari mulutnya. Detak jantung semakin berdebar, nafas memburu cepat. Dinginnya suhu air membuat ciuman ke dua insan yang saling mencintai semakin panas menggelora.
Rangga semakin hilang kendali. Rangga tiba tiba membalikkan tubuh May dan menyerang bahu, tengkuk dan punggung May yang terbuka. Belakang tubuh gadis ini menjadi sasarannya. Kedua tangannya bergerak liar meraba raba menjalar ke dada, perut, paha dan bokong May. Tanpa sadar salah satu tangannya menyentuh dan merangkum dua benda kembar May. Di lakukan secara bergantian. Semakin hilang kesadaran karena terdorong oleh nafsu yang menguasai diri. Di tunjang suhu air yang dingin membuat hasratnya menggebu.
Di antara ketidak sadaran, May merasakan sesuatu yang keras bergerak menekan bokongnya. Matanya yang terpejam terbuka seketika. Dia memang belum pernah melakukan sesuatu yang intim dengan pria, bahkan baru pertama kali merasakan indahnya berciuman dengan Rangga. Tapi, dia bukan gadis polos, yang tidak tau benda apa itu.
"Om ___!" May memekik merasakan benda semakin menekan nekan bokongnya. May kembali tercengang melihat tangan Rangga yang merangkum dadanya. Secepatnya May menepis kuat tangan RANGGA. Dan berbalik.
Pergerakan itu membuat Rangga kaget dan kembali ke alam sadar. Ada rasa kesal karena kesenangannya terhenti. Dia menatap May dengan tatapan lekat. Tatapan yang di penuhi kabut birahi.
"Apa yang Om lakukan??" sentak May. Melihat Rangga menatapnya seperti orang yang kelaparan dan mau menelannya hidup hidup.
"Ya tuhan, apa yang barusan terjadi?" ucapnya lagi seakan tak percaya dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Dia segera mendorong tubuh Rangga dengan kuat. Terus memperbaiki gaunnya yang hampir melorot memperlihatkan bagian intimnya. Kedua buahnya yang hampir terekspos. May kembali tercengang melihat tanda merah di atas dadanya.
Rangga yang sudah sadar kembali ikut melihat ke arah dadanya. Rangga terkejut. Dia ingat dia yang memberi tanda itu tadi.
__ADS_1
May menatapnya tajam."Apa yang Om lakukan?" pekiknya ketakutan dan sedih. Sekilas matanya menangkap celana kantor Rangga yang mengembang, tepatnya di **** ***** Rangga.
Rangga jadi gugup dan panik. Dia kelabakan dan segera berbalik membelakangi May, menyembunyikan bagian intimnya.
"May __maaf. Itu__ Om tidak sadar melakukannya." katanya terbata dan gugup. Sungguh dia kehilangan kendali. Keindahan gadis ini membuatnya hilang kesadaran, sampai membuat miliknya terbangun. Terdorong oleh nafsu dan juga cinta. Dia tidak sadar melakukannya.
May melenguh sedih. Dia tidak sepenuhnya menyalahkan Rangga dengan apa yang terjadi barusan. Tapi juga kesalahannya yang tergoda terbuai hingga menanggapi sentuhan pria ini. Pria yang di cintainya. Mana sanggup dia menolak?? Ya tuhan, seharusnya aku dapat menahan diri dan menolak, pekiknya dalam hati.
"May, maaf___!" ucap Rangga melihat pancaran kesedihan di mata gadis itu. Dia hendak mendekati May, tapi May menyentaknya.
"Jangan mendekat." sentaknya.
"May, Om tidak sadar melakukannya." Rangga terus menyakinkan.
"Seharusnya Om tidak melakukan itu padaku." Ucap May sendu. Sadar yang mereka lakukan tadi sesuatu yang berlebihan dan menjurus ke arah ****. Bagaimana tidak, milik Rangga sampai menegang begitu.
Rangga semakin serba salah. Seharusnya dia tidak melakukan itu, tapi kenapa juga May tidak menolak sentuhannya dan menyadarkannya?
May teringat dengan pertanyaan yang hendak di tanyakan pada Rangga di ballroom tadi tapi batal. Perasaan Rangga yang sebenarnya pada dirinya. Berani mencium dan menyentuhnya. Apa kah karena Rangga mencintainya? Dan Ini saatnya dia ingin tahu perasaan pria ini setelah berulang kali menyentuh dan berani menciumnya secara tidak wajar kelewat batas seperti pasangan kekasih.
"Kita hanya teman, kenapa Om melakukan itu padaku?" teriaknya. Berpura-pura menyalahkan Rangga dengan apa yang terjadi di antara mereka.
"Apa?" May terbelalak. Dia tidak menyangka jawaban Rangga malah menyalahkannya.
"Seharusnya kamu nolak, tapi kamu malah menanggapi." kata Rangga kembali. Dia tersenyum dalam hati melihat perubahan wajah May yang kesal. Sepertinya tidak suka dengan jawabannya.
May menatap kesal."Semua karena Om!" teriaknya kesal."Om memaksa ku ke sini dengan alasan mengganti pakaian ku."
"Lah, memang pakaian mu basah dan harus di ganti. Tuan Sean meminta ku untuk mengganti pakaian mu. Lagi pula, gaun mu itu sangat terbuka. Harus di ganti. Tapi kamu keras kepala dan membangkang. Kamu pasti Sengaja berpakaian seksi seperti itu untuk menarik perhatian laki laki? Om sudah berulangkali bilang jangan memakai pakaian yang mengundang mata lelaki. Tapi kamu bandel. Tahu kah kamu, saat di ballroom tadi, hampir semua mata lelaki memandang nakal padamu." Rangga mengomelinya. Dia tersenyum dalam hati melihat kekesalan di wajah May.
Rangga mendekati May."Dan salah satu dari mata lelaki itu adalah Om. Kamu pasti sengaja menggoda Om dengan berpakaian begini?" bisik nya kembali menggoda.
May kembali terbelalak."Jadi itu alasannya dia mencium dan menyentuh ku? Hanya tergoda oleh tubuhku dan bukan karena mencintai ku?" batinnya. Artinya Rangga tidak mencintainya. Hanya tergoda dengan keindahan tubuhnya, Sama seperti pria hidung belang lainnya.
May mendesah sedih setelah tahu perasaan Rangga yang sebenarnya pada dirinya."Bodoh, dasar bodoh kau May. Memangnya cinta apa yang kau harapkan dari pria ini? Kau hanya di jadikan pelampiasan nafsu." umpat May dalam hati memaki dirinya. Seharusnya dia sadar kalau selama ini Rangga hanya mencintai wanita di masa lalunya. Cinta pertamanya, yang terus di simpan di dalam hati.
Sementara Rangga yang tidak tahu dengan suasana May saat ini__kembali menggoda.
"Makanya aurat tuh ditutup, biar tidak menjadi tatapan pria dan mengundang syahwat."
__ADS_1
May emosi mendengar ledekan yang terasa merendahkannya itu."Dasar bajingan." makinya menatap tajam dan marah pada Rangga.
Rangga terkejut mendengar umpatannya. Dia tersadar kalau gadis ini tersinggung dan sakit hati dengan godaannya."May, Om tidak bermaksud merendahkan mu." merasa bersalah dan menyesal telah berkata seperti itu. Rangga berjalan mendekati May yang sedang melangkah Cepat ke arah pintu ingin keluar. May salah paham dengan perkataannya. Dia hanya bercanda agar May tidak berpakaian terbuka seperti itu lagi.
May berjalan cepat tak perduli dengan perkataan Rangga.
"May___!" Rangga mencoba menangkapnya.
"Jangan dekati aku lagi. Aku membenci mu. Aku tidak mau melihat mu lagi." sentak May kesal sambil menepis tangan Rangga.
"Kamu salah paham. Om tidak bermaksud merendahkan mu."
"Jangan menyentuh ku. Apa kau tidak dengar?" pekik May kembali menepis tangan Rangga yang ingin meraih tangannya.
"Aku sangat bodoh. Aku memang bodoh. Aku begitu Bodoh dengan tampang baikmu yang menipuku." Mengingat sudah dua kali Rangga menciumnya. Mengira Rangga mencintainya. Dia tidak kuasa menolak karena cintanya pada pria ini. Tapi bagi Rangga ciuman itu hanya karena nafsu dan menganggap dirinya wanita rendah yang mau di sentuh sentuh. May memaki dirinya. Betapa malunya dia.
Rangga kaget, gadis ini benar benar marah. "Tidak May, Om sama sekali tidak merendahkan mu seperti itu," Bagaimana dia menjelaskan kalau yang terjadi tadi di luar kendalinya. Tidak dapat menahan dari godaan keindahan tubuh May. Bukan karena melecehkan May, atau menganggapnya wanita rendah.
Secepatnya Rangga menarik gadis itu kedalam pelukan.
"Lepas." May berontak melepaskan diri. Hatinya sangat sedih dan terluka saat ini. May berusaha melepas pegangan Rangga. Tanpa sadar May menyentuh cincin di jari manis Rangga. Cincin pertunangan Rangga dengan Rachel.
"Kau pria yang sudah bertunangan tuan Rangga Dionel Alkas. Seharusnya jaga batasan mu dengan wanita lain. Jagalah perasaan tunangan anda. Jadilah pria gentleman. Bukan pecundang dan rendah." kata May menatap tajam.
"Aku benci dirimu. Jangan pernah lagi menghubungi ku. Juga mendekati ku!". sentak May kembali menatap sedih bercampur kemarahan. Dia memukul mukul dada RANGGA lalu mendorong Rangga sekuat tenaga.
Rangga tercengang mendengar perkataan itu.
Dia termangu.
May gunakan kesempatan itu keluar dari kamar mandi. Selanjutnya May melangkah terburu-buru keluar dari ruang kerja Rangga tak perduli dengan pakaian yang basah.
Rangga yang telah sadar dengan perginya May, secepatnya ke ruang kerja menyusul gadis itu. Tapi tak di lihatnya May di ruang kerja. Dia berlari cepat keluar ruangan tak perduli dengan tubuh atasnya yang telanjang dan celana yang basah.
"May ___May." teriaknya memanggil May yang entah pergi kemana dengan keadaan diri May yang basah dan suasana hati buruk karena salah paham. Rangga jadi khawatir dengan keadaannya. Dia celingukan mencari ke berbagai arah. Pandangannya terhenti pada satu titik. Yaitu pada beberapa sosok yang berdiri tak jauh dari tempatnya. Yang sedang menatapnya sejak tadi tapi tak di sadarinya.
Bersambung.
Dukung author ya meski lama vakum 🙏
__ADS_1