Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
50. Kediaman Sean Gefarin


__ADS_3

...Happy Reading....


Setelah mandi dan memakai pakaian, May segera turun ke bawah untuk sarapan pagi. Dia di jemput seorang pelayan atas perintah Sean. May tiba di ruang makan. Di dapatnya Sean duduk di meja makan bersama dua anak kecil perempuan.


"Selamat pagi Nona May...!" sapa Sean begitu melihatnya datang. Sean segera berdiri dan menarik kursi untuknya. Pria dewasa itu mengulas senyum manis pada May.


"Selamat pagi tuan Sean!" May tersenyum.


May tidak langsung duduk, tapi mendekati dua gadis kecil yang merupakan putri kembar Sean.


"Halo, kalian pasti Via dan Vio kan?" sapa May.


Dalam perjalanan semalam, Sean sudah menceritakan ke dua putri kembarnya. Bernama Via dan Vio, usia 6 tahun duduk di kelas satu SD.


Kedua bocah itu tersenyum pada May


"Halo juga kak May." sapa keduanya.


"Oh... jadi kalian sudah tahu nama kakak ya?" May tersenyum dengan wajah mengernyit.


Kedua bocah itu mengangguk."Daddy yang memberi tahu." kata Vio yang merupakan anak bungsu.


Semalam, setelah tiba dari new York, Sean tidur di kamar putrinya. Kebiasaan yang selalu dia lakukan saat berada di rumah. Menemani kedua putrinya tidur, belajar, pergi belanja, liburan dan lain lain jika dia tidak sedang sibuk. Sebisanya dia meluangkan waktu untuk ke dua putrinya agar tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian. Meski ada pengasuh dan banyak pelayan di rumah ini.


Pagi tadi saat anak anak itu bangun, Sean mengatakan ada tamu dari Indonesia, yang merupakan temannya. Jadi si kembar sudah tahu dengan keberadaan May.


"Oh, gitu...!" ucap May seraya melirik Sean yang tersenyum kepadanya.


"Ternyata Daddy benar, kalian anak anak cantik dan manis, baik pula!" kata May seraya menyentuh ujung hidung mancung ke dua gadis kecil itu.


"Kakak juga cantik!" timpal Via.


May tersenyum lebar.


"Terimakasih sayang, tapi masih cantikkan Via dan Vio!" May mencium ke dua pipi mereka gemas. Melihat ke dua anak ini, mengingatkannya pada kedua adiknya.


"Vio Via, kakak senang kenalan sama kalian. Apa kalian mau jadi teman kakak?" May menyodorkan tangan kanan.


Kedua bocah itu mengangguk. Kemudian menyambut tangan May.

__ADS_1


"Terimakasih....!" May lega, ternyata kedua bocah itu menyukainya. Sean hanya menyimak percakapan mereka sambil senyum senyum.


"Ayo Nona May, silahkan duduk. Kita akan sarapan." kata Sean.


May mengangguk dan segera mengambil tempat duduk di dekat Sean.


Si kembar sudah sarapan terlebih dahulu, karena mereka akan ke sekolah. Sean memberi isyarat pada pengasuh untuk mengantar keduanya ke sekolah. Kedua bocah kembar itu segera pamit.


"Anak anak baik, cantik dan pintar." kata May menatap kepergian Via dan Vio.


"Mereka juga ramah dan sopan. Aku senang mereka menyukai ku." sambung May kembali. Sempat khawatir anak anak Sean tidak akan menyukainya.


"Baiknya sama seperti Daddy nya kan?" timpal Sean tersenyum, lalu memasukkan makanan ke mulut.


May tertawa kecil, lalu mengangguk."Benar, pantas anak anaknya baik dan ramah, karena turunan dari Daddy nya."


Hahaha...


Sean tertawa kecil.


"Kamu benar Nona. Mereka anak anak baik karena didikan almarhum Mommy mereka. Aku jarang bersama mereka karena bekerja, tapi aku tetap mengutamakan istri dan anak anak di sela pekerjaan. Setelah kematian istriku, aku berusaha keras untuk meluangkan waktu sebanyak mungkin buat mereka agar tidak kekurangan kasih sayang dan perhatian." jelas Sean.


Sean kembali tersenyum.


"Apa anda tidak berniat untuk mencari ibu sambung buat mereka? Mengingat anda tidak sepenuhnya ada untuk mereka?" tanya May di sela sela makan. Mengingat Sean adalah seorang singel parents.


"Sempat terpikir hal itu. Tapi aku tidak bisa sembarang mencari ibu untuk mereka. Aku ingin wanita yang di sukai oleh anak anakku, membuat mereka nyaman! Dan kelihatannya si kembar menyukai mu. Apa kamu bersedia menjadi ibu sambung mereka?" Sean balik bertanya dengan candaan.


"Aku??" May terkejut, tapi kemudian tertawa.


"Aku hanya bercanda! Habis makanan mu! Setelah itu, kita akan keluar!"


"Kemana?" wajah May mengernyit.


"Nanti kau akan tahu."


"Tapi bukankah anda harus bekerja?"


"Aku masih punya waktu dua hari untuk bisa santai. Setelah itu akan ada projek penting yang akan ku kerjakan. Jadi mari kita nikmati waktu yang tersisa dengan sebaik baiknya."

__ADS_1


"Tapi tuan, aku tidak ingin mengganggu pekerjaan anda.....!"


"Hey Nona, kamu santai saja. Tidak ada yang perlu di cemaskan. Kamu tamuku. Aku akan menjamu mu dengan baik. Kamu gak usah enak hati begitu. Memang niat ku untuk mengajak mu jalan jalan di negara ini, sebelum kau kembali ke tanah air mu! Ayo habis kan makanan nya."


May tidak membantah lagi. Keduanya melanjutkan sarapan. Beberapa saat kemudian, sarapan pagi berakhir.


Setelah itu Sean memenuhi janjinya, mengajak May mengelilingi kota kota terindah di kota ini. Di antaranya berkunjung ke Opera house, Harbor bridge, deretan pantai wisata terindah di Bondi beach.


Selama dua hari mereka ke tempat wisata dan tempat tempat terindah lainnya. Menikmati keindahan pantai, taman dan objek wisata, berburu kuliner Indonesia, belanja dan melakukan hal hal yang di sukai keduanya. Sean menyajikan segala kemewahan untuk May. Tapi May bukanlah orang yang suka akan hal hal berbau mewah meski dia memiliki semua itu.


Dan jangan lupa setiap pergerakan langkah kaki mereka dalam pantauan Rafa dan Wisnu lewat anak buah mereka yang menjaga di setiap sisi kiri, kanan, depan, dan belakang mengikuti mereka dengan diam diam.


Hingga akhirnya, masa liburan itu selesai. Karena Sean akan bekerja.


"Maaf Nona May, pagi ini Aku akan ke kantor. Mungkin pulangnya agak malam. Setelah urusan ku selesai, aku akan kembali dan mengajak mu keluar!"


"Tidak apa apa tuan Sean, anda pergi bekerja saja. Aku tidak ingin mengganggu pekerjaan anda lagi. Berlibur selama dua hari sudah lebih cukup bagiku. Aku tidak enak terus menerus mengganggu anda! Untuk hari ini Aku di rumah saja main bersama Vio dan Via!" May menolak.


"Atau kalau kau mau, kau ikut aku ke kantor biar tidak bosan!" ajak Sean.


"Tidak, terima kasih tuan! Nanti, jika bosan, aku akan keluar."


"Baik Nona. Kalau kau ingin keluar kau bisa meminta sopir untuk mengantar mu! Jika kau butuh sesuatu, beri tahu pelayan! Dan jangan sungkan untuk menghubungi aku!"


May mengangguk.


Sean segera pergi meninggalkannya untuk pergi ke perusahaan. Sebelum pergi, Sean memberinya kartu kredit. Siapa tahu May membutuhkannya. May tidak menyangka pria bule benar benar tulus berteman dengannya. Tak ada niat buruk sedikit pun.


Dua hari di Sidney menikmati keindahan alam dunianya, tidak membuat May melupakan Rangga. Meski Sean mengajaknya ke tempat ramai dan indah, hatinya merasa sunyi dan hampa karena merasa ada yang kurang. Jiwa dan raganya lemah karena ada yang hilang. Sungguh hatinya rindu pada pria dewasa itu.


"Om, aku rindu." batinnya menangis.


Dua hari tinggal di rumah Sean, May sama sekali belum melihat lihat hunian mewah dan megah ini. Karena keduanya sibuk jalan jalan keluar. May penasaran dengan keindahan hunian ini. Dia melihat lihat rumah ini di temani kepala pelayan. Dan benar, Sean bukan orang sembarangan. Kata kepala pelayan, Sean salah satu orang terkaya di kota Sidney ini.


Setelah puas melihat kemewahan dan keindahan rumah duda beranak dua ini, May menyempatkan diri bermain bersama si kembar, kebetulan hari libur sekolah untuk anak anak. Selain bermain bersama, May juga mengajari mereka belajar membaca dan menghitung. Tenyata anak anak ini cukup pintar. Cepat memahami dan menangkap penjelasan May. Setelah ketiganya lelah, si kembar pergi istirahat. May juga kembali ke kamar. Dia berganti pakaian karena akan ke luar.


Rad.....dia akan pergi mencari Rad. Dia belum bisa meminta tolong pada Sean karena pria itu sedang sibuk. May tidak enak terus menerus mengganggu.


Dan untuk mencari pria idolnya itu, dengan cara mendatangi tempat tempat yang biasa Rad kunjungi. Setelah pamit pada kepala pelayan, May keluar dengan di antar sopir pribadi Sean. Dalam perjalanan dia meminta izin pada Sean lewat telepon.

__ADS_1


...Bersambung....


__ADS_2