
...Happy Reading....
Waktu terus berjalan. Kebiasaan May saat waktunya pulang kerja, dia masih menyempatkan diri untuk mandi membersihkan diri dari keringat setelah bekerja seharian, terus berganti pakaian. Dia selalu membawa baju ganti. Agar saat shalat magrib dirinya sudah bersih. Letak kantor yang lumayan jauh dari apartemen membuatnya tidak akan bisa melakukan shalat di apartemennya, karena waktunya akan keburu habis. May akan singgah di mesjid yang letaknya sekitar 500 meter dari kantor. Dia akan berjalan kaki ke mesjid untuk menghemat biaya. Sama seperti kali ini, dia melaksanakan shalat di mesjid itu. Setelah itu akan melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen dengan taksi atau bus.
Tapi kali ini dia tidak langsung pulang. Setelah keluar mesjid, dia berjalan menyusuri jalan raya. Kakinya membawa langkahnya ke jalan raya. Berjalan terus di trotoar berbaur dengan pejalan kaki lainnya. Dia tak mengetahui sebuah mobil mengikutinya diam diam dari arah seberang.
May berhenti di depan sebuah restoran mewah bintang lima. Berapa hari lalu dia membaca unggahan Rad yang mengatakan keberadaan dirinya di restoran ini bersama seseorang yang spesial. May berdiri mematung menatap gedung tinggi tersebut. Berharap Rad berada di tempat ini, terus keluar dan bertemu dirinya. Kali aja pria itu makan malam bersama dengan orang yang di anggap spesial itu lagi. Tapi 20 menit berlalu, May mendesah kecewa. Dia segera berbalik dan melangkah pergi dari tempat itu. Dia naik taksi dan berhenti di depan hotel R². Rad juga menggunggah keberadaan dirinya menginap di tempat ini.
"Apa dia masih menginap di tempat ini?" gumamnya. Seingatnya dia pernah menginap di hotel ini. Rangga yang membawanya setelah insiden di tangga perusahaan.
Rasa ingin bertemu mendorong dirinya menuju bagian resepsionis. Dia bertanya tentang Rad apa masih menginap di hotel ini. Tapi tak ada nama Rad dari Australia terdaftar dalam nama tamu hotel. Bagian resepsionis bertanya nama lengkap, tapi May tidak tahu hanya Rad yang di ketahuinya.
May kembali kecewa, wajah mendung.
"Mungkin dia hanya menginap bersama temannya di hotel ini!"
May melangkah dengan gontai. Dia mulai putus asa untuk mencari keberadaan Rad dan bertemu dengannya. Sebegitu sulitnya melihat pria itu secara langsung apalagi bertemu tatap muka dan ngobrol bersama.
May teringat tempat lain yang di kunjungi Rad. Dia naik taksi mencari mesjid untuk shalat isya. Setelah melaksanakan shalat, dia menuju toko bunga R². Ini juga salah satu tempat yang di kunjungi Rad. Kali aja Rad ada di situ. Entahlah, dia hanya menerka dan berharap. 20 menit berlalu memperhatikan toko itu, dia berbalik hendak pergi karena toko itu sudah mau tutup. Terlihat karyawan menutup tirai dan pintu.
"Kak May!" suara panggilan menghentikan langkahnya.
May segera berbalik. Dia tersenyum setelah melihat wajah manis seorang gadis kecil.
"Michelle!"
Michelle mendekat kepadanya.
"Senang bertemu kakak lagi!" dia segera memeluk May."Kakak masih ingat aku kan?"
May membalas pelukannya"Tentu saja. Kakak juga senang bertemu dengan mu! Bagaimana kabarmu."
"Baik kak.....!"
"Nenek bagaimana?"
"Baik juga."
"Syukurlah! Terus kamu ngapain malam malam berada di sekitar sini?"
"Aku baru selesai kerja kak!"
"Kerja?"
__ADS_1
Michelle mengangguk."Aku kerja di toko bunga itu." katanya seraya menunjuk toko bunga R².
"Syukurlah! Sudah berapa lama?"
"Dua minggu lalu. Tepatnya setelah kita bertemu pertama kali. Besoknya pemilik toko menawar aku kerja di sini!" kata Michelle dengan senang.
"Kakak ikut senang. Terus kamu kerjanya apa di situ? Bukan pekerjaan berat kan?" tanya May, khawatir Michelle mengerjakan pekerjaan berat sementara usianya masih anak anak.
"Tidak kak, hanya cleaning servis. Tapi kata pemilik toko semampu aku saja bekerja, karena aku masih kecil."
"Wah....baik banget bos kamu. Syukurlah kamu dapat bos baik dan pengertian seperti itu!" May lega.
"Kakak sendiri ngapain di sini. Aku perhatikan kakak berdiri di sini sambil menatap toko! Mau beli bunga atau lagi nunggu seseorang di dalam sana?"
"Iya, lagi nunggu seseorang." May mengangguk.
"Siapa? Tokonya sudah tutup, tak ada siapapun di sana. Manager dan karyawan sudah pada kembali." kata Michelle.
"Teman pria. Tapi sepertinya dia tidak datang ke toko ini. Mungkin dia sudah membeli bunga di toko lain!" kata May tersenyum.
"Oh ya Michelle, kakak ingin tanya sesuatu! Kamu kan sudah kerja di sini selama dua pekan."
"Iya!" Michelle mengangguk.
"Dua minggu lalu toko ini banyak pengunjungnya kan??"
"Rad?" sambung May.
"Iya, Rad..... namanya begitu! Kok kakak tahu? Kakak juga fans sama orang itu ya?" Michelle menggodanya.
May tersenyum.
"Aku melihatnya kak!" kata Michelle.
"Kamu melihatnya?"
Michelle mengangguk."Tapi hanya sekilas, karena aku sibuk kerja." kata Michelle antusias.
"Terus setelah itu dia pergi kemana? Apa dia masih menyapa para fansnya?"
"Tidak, dia menghindar dan langsung pergi setelah membeli bunga mawar putih! Dan itu membuat penggemarnya kecewa karena tidak bisa bertemu dengannya! Kami tidak tahu dia pergi kemana! Dia menghilang begitu saja!" kata Michelle panjang lebar.
"Setelah itu apa dia masih datang ke toko membeli bunga?" tanya May lemah.
__ADS_1
"Aku tidak melihatnya. Aku tidak tahu apa dia masih kesini. Karena shift jam kerja ku tidak tetap!" kata Michelle membuat May kecewa.
"Kakak ingin bertemu dengannya ya?"
May mengangguk."Kakak juga sangat mengidolakan dirinya, dan sangat ingin bertemu langsung dengannya."
"Kakak jangan kecewa, nanti kalau dia datang lagi, aku akan langsung beri tahu kakak."
"Ya benar. Kamu kan kerja di sini. Siapa tahu besok besok dia akan ke sini lagi! Segera beri tahu kakak jika kamu melihatnya. Hubungi kakak di nomor ini!" May segera mencatat nomor ponselnya di notebook dan menyerahkan pada May.
"Baik kak, aku akan segera menghubungi kakak begitu melihatnya!"
"Oke Michelle, terimakasih sebelumnya! Sekarang waktunya kamu pulang ke panti. Nenekmu pasti sedang cemas menunggu dirimu!"
"Baik kak, aku pergi dulu. Selamat malam!"
"Malam! Hati hati!" pesan May.
Michelle segera pergi dengan sedikit berlari. Karena bus yang biasa di naikinya ke arah panti sosial sedikit lagi tiba.
May menatap kepergiannya dengan senyuman. Dia senang mengetahui gadis kecil itu sudah bekerja di tempat yang baik dan juga pemiliknya yang baik, mengerti akan status Michelle yang masih anak anak. Sempat terpikir olehnya untuk menolong Michelle dan neneknya setelah pencariannya pada Rad selesai. Tapi keburu oleh pemilik toko itu.
May melangkah perlahan lahan menyusuri tepi jalan raya berbaur dengan pengguna jalan kaki lainnya, dan di antara kebisingan kendaraan yang lalu lalang. 100 meter berjalan dengan pikirannya sendiri, langkah May berhenti oleh bunyi perutnya yang meminta di isi. May melihat jam tangannya, sudah jam 9 malam. Dia belum makan malam, pantas saja perutnya berbunyi. May memutuskan untuk pulang ke apartemen. Dia berdiri menunggu taksi sambil melihat ke kiri dan kanan. Tanpa sengaja matanya menangkap wajah yang seolah tak asing baginya. May segera melihat ke arah sosok itu, berdiri di seberang jalan, yang juga sedang melihat ke arahnya. Pria bermata coklat kehitaman, Rad! Pria yang sangat ingin di temuinya. Hingga membuatnya kabur dari rumah. Pria itu memakai mantel dan topi warna hitam. May sangat yakin dengan penglihatannya, meski malam hari dan terhalangi oleh kendaraan yang lalu lalang di depannya. Dia sangat yakin Pria bermata coklat kehitaman Itu memang Rad.
"Rad.....!" ucap May senang, tak bergeming melihat Rad yang juga masih melihat ke arahnya."Rad.... akhirnya aku bertemu dengan mu! Akhirnya aku menemukan dirimu!" ucapnya kembali dengan senyum mengembang tak lepas di wajahnya. Matanya bahkan sampai berkaca. Dugaannya benar pria itu Rad setelah mendengar suara suara di dekatnya yang juga melihat Rad.
"Rad, itu Rad....!" terdengar beberapa suara orang orang yang berada di dekat May. Mereka juga melihat Rad. Sepertinya mereka adalah para fans Rad sama seperti dirinya.
"Benar....itu Rad!" kata yang lain. Mereka segera mendekati Rad seraya menunjuk Rad hingga menjadi pusat perhatian.
May juga segera melangkah hendak ke seberang mengikuti mereka. Ingin bertatap langsung, bercakap dan meminta foto bersama, pokoknya ingin mengambil momen dengan pria itu.Tapi kendaraan yang lalu lalang menghalangi mereka.
Rad atau Rangga yang melihat beberapa orang yang mengetahui keberadaan dirinya segera menarik topi menutup wajahnya. Dia buru-buru masuk ke mobil dan segera meninggalkan tempat itu sebelum heboh sama seperti kejadian di Australia. Entah kenapa orang orang itu mengagumi dirinya, mengidolakan dirinya, nge fans bangat padanya. Padahal dia bukan artis. Bahkan ada yang stalking memantau terus aktivitasnya di Instagram.
"Rad..... Rad..... Rad!" panggil orang orang yang merupakan pengikutnya di media sosial dan juga para fansnya.
"Lagi lagi dia menghindari kita!" kata mereka kecewa.
May juga ikut kecewa tak bisa menyapa Rad secara langsung karena pria itu menghindar dengan buru buru pergi.
Tapi May sedikit senang, setidaknya dia sudah melihat Rad secara langsung dari jarak beberapa meter. Berarti feeling nya benar, akan bertemu pria itu di negara ini. Itu artinya, Rad memang berada di negara ini seperti dalam unggahannya di Instagram.
Bersambung.
__ADS_1
Mohon dukungannya ya.....
Tinggalkan jejak, like, komentar, hadiah, vote dan masukkan ke favorit jika suka karya ini. Terimakasih 😍