Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
82. Memuaskan mu.


__ADS_3

...Happy Reading...


Ryu tiba di rumah. Dia langsung naik ke atas mencari Khanza yang berada di kamar mereka. Di dapatnya istrinya sedang berdiri di depan cermin sambil bernyanyi kecil. Khanza sementara melepas jilbab dan pakaian syar'i. Menyisakan pakaian dalamnya, Bra dan panties. Keindahan tubuh istrinya begitu menyilaukan matanya.


Istrinya ini tampak senang. Wajahnya memancarkan binar bahagia. Ryu dapat memastikan kebahagiaan istrinya saat ini karena Rangga. Pertemuan mereka setelah belasan tahun berpisah. Dan ini sudah pertemuan ke dua kali. Hal itu membuat Ryu khawatir dan__cemburu. Siapa yang tidak cemburu melihat istri yang sangat di cintai dekat kembali dengan mantannya?


"Sudah pulang?" seru Khanza begitu melihat Ryu mendekat dari pantulan kaca cermin. Dia segera berbalik menatap suaminya.


"Sejak tadi, aku berdiri di pintu dan memperhatikanmu. Tapi kau tidak menyadarinya." kata Ryu agak kesal tanpa gairah.


Khanza tersenyum melihat wajah cemberut ini. Dia mendekati Ryu, dan mencium tangan suaminya begitu berhadapan.


"Katanya hari ini banyak pekerjaan, kok cepat pulang?" tanya Khanza kembali.


"Kenapa? Apa kau tidak senang aku cepat kembali?" tanya Ryu tambah kesal.


Senyum Khanza melebar mendengar pertanyaan itu.


Ryu mendengus pelan melihat senyumannya. Sangat manis tapi menyakiti hatinya."Kau terlihat tampak bahagia?" katanya sambil melepas jasnya.


Khanza ikut membantunya melepas jas. Lalu meletakkan di atas sofa. Lanjut melepas dasi Ryu.


"Tentu saja aku sangat senang. Aku baru bertemu dengan Rangga. Dia mengantar ku pulang. Seandainya kakak pulang lebih cepat, kalian pasti bertemu. Dia baru kembali sekitar 15 menit yang lalu." jawab Khanza apa adanya.

__ADS_1


Dan perkataan Jujur ini yang membuat amarah Ryu sedikit mereda dan tidak akan tega memarahi Khanza. Khanza selalu Jujur dan tidak menyembunyikan apapun darinya termasuk pertemuannya dengan Rangga yang sudah berulangkali.


"Sayang, aku tidak suka kau selalu bertemu dengannya, meski alasannya karena kalian sahabat dan tidak bertemu belasan tahun." keluhnya dengan masam.


Khanza tersenyum melihat kecemburuan itu.


"Tapi aku menyukainya." malah menggoda Ryu.


Ryu kesal"Sayang __!" ucapan Ryu terputus oleh kecupan lembut di bibir. Disusul lagi kecupan berikutnya yang membuatnya melongo dan tidak bisa bicara.


Khanza tiba tiba naik ke tubuh Ryu. Dengan gerakan cepat Ryu menahan tubuh istrinya agar tidak jatuh. Khanza melingkarkan ke dua tangan di bahu Ryu dan juga melingkarkan ke dua kakinya di belakang pinggang Ryu. Kedua kakinya saling mengait.


Dia menatap suaminya dalam dalam, penuh cinta."Aku kan udah bilang banyak kali, aku hanya mencintai kakak,dari dulu dan selamanya hingga akhir hidup ku. Aku hanya kakak yang kucintai. Hati dan jiwa ku hanya milik kakak. Jadi gak usah cemburu begitu pada Rangga." katanya penuh cinta dan tulus. Lalu mengecup lembut kening dan bibir Ryu bergantian. Dan kata kata manis ini membuat hati Ryu hati meleleh dan klepek klepek.


"Duduk." kata Khanza mengisyaratkan untuk duduk di bibir ranjang. Ryu mengikuti isyarat istrinya. Dia segera membawa tubuh Khanza duduk di bibir ranjang. Khanza memperbaiki letak bokongnya pada pangkuan suaminya.


"Kalau aku cinta sama Rangga, punya hati padanya__ mungkin dulu aku tidak mau menjadi istri kakak. Tapi milih dia. Aku akan meminta cerai dari kakak dan menikah saja dengannya." kata Khanza dengan senyuman nakal. Dia kembali mendaratkan kecupan di bibir Ryu.


"Kita sudah terikat satu sama lain sejak aku tumbuh dalam rahim mama. Kita sudah lama nikah, Anak pun udah pada besar, tapi sifat cemburunya gak ilang ilang." Omel Khanza dengan nada manja.


"Sayang, tetap saja aku gak suka kamu terlalu dekat dengan putra Alkas. Kedekatan kalian terlalu berlebihan. Meski dia hanyalah sahabat bagimu, kalian tetap gak pantas terlalu dekat. Pelukan, pegangan tangan, mesra dan romantis. Kau sudah bersuami dan dia seorang pria bujang. Kedekatan itu sangat tidak pantas." kata Ryu emosi.


Khanza tertawa kecil melihat kecemburuan ini."Udah ah, gak usah emosi gitu. Lihat tuh wajahnya jadi jelek. Gantengnya hilang tau." kata Khanza malah bercanda.

__ADS_1


Ryu mendengus pelan. Antara cemburu marah dan__ frustasi dengan gesekan bokong Khanza di area miliknya yang sudah tegang sejak tadi. Di tambah lagi dengan sentuhan nakal jemari Khanza pada leher tengkuk dan dadanya. Juga kedua gunung kembar yang tepat berada di depan matanya, bergesekan dengan dadanya seakan akan menantang dirinya. Tentu saja membangkitkan naf** dan syahwatnya.


"Rangga tadi bilang ke aku, kalau dia telah bertunangan dan sebentar lagi akan menikah. Dia telah memiliki wanita yang di cintainya. Jadi kakak gak usah mikir yang buruk deh tentang Rangga. Sedekat apapun aku dengannya, aku hanya menganggap dia sahabat. Dari dulu, sekarang dan selamanya!" kata Khanza terus menyakinkan Ryu. Dia tersenyum geli melihat keadaan suaminya yang tampak gelisah. Kedua tangan kekar suaminya itu mulai nakal menjelajah nakal ke area terlarang miliknya.


"RANGGA akan datang ke mari bersama tunangannya untuk ___!" ucapannya putus dengan ciuman bibir Ryu yang membungkam mulutnya.


Ryu Melu**t bibirnya dengan tiba tiba. Tak memberi kesempatan bibir Khanza mengeluarkan kata, apalagi terus menerus menyebut nama Rangga. Dia benar-benar muak mendengar nama itu. Khanza yang terbuai dan serasa melayang, mulai membalas ciuman dan sentuhan suaminya. Keduanya saling membalas dan menyerang. Menikmati setiap inci tubuh lawan. Tanpa sadar keduanya telah terbaring di atas ranjang tanpa sehelai benang.


"Aku akan memuaskan mu!" kata Khanza dengan suara berat di antara hasrat yang menguasai. Dia segera naik ke tubuh Ryu, memegang kendali permainan. Dia bermain lembut dan lincah, menjadi penunggang kuda yang hebat buat suaminya. Ryu di buat mengerang, terbang melayang merasakan kenikmatan dan kebahagiaan. Mencapai puncak yang menggelora. Sungguh dia terpuaskan dengan permainan istrinya.


Hampir dua jam berlalu, permainan berakhir di kedua kali Ryu mencapai puncak kenikmatan. Keduanya tidur berpelukan tubuh mandi keringat. Ryu memeluk Khanza yang tampak lelah karena terlalu bekerja keras untuk memuaskannya. Kedua mata Khanza terpejam, nafas naik turun tak beraturan.


"Sayang, terimakasih!" ucap Ryu seraya mengecup kening istrinya.


Khanza mendongak menatap wajah suaminya."Aku hanya mencintai kakak, selamanya hanya mencintai kakak! Jangan pernah ragu padaku." ucapnya hampir tak terdengar. Dia kembali memeluk erat tubuh Ryu. Ada rasa bersalah juga di hatinya. Karena membuat suaminya cemburu, marah dan sakit hati karena kedekatannya dengan Rangga."Maafkan aku__!" ucapnya lagi.


Ryu meleleh mendengar ucapan itu."Maafkan Aku sayang. Kakak hanya ingin menjaga dirimu, menjaga keutuhan pernikahan kita, kebahagiaan rumah tangga kita. Dan lebih penting dari itu, karena aku sangat mencintaimu. Aku tidak mau kehilangan dirimu. Aku sangat takut kehilanganmu!" ucap Ryu dengan segenap perasaannya.


"Aku tahu!" jawab Khanza. Dia mengecup dada Ryu."Aku capek, aku mau tidur."


Ryu tersenyum."Tidurlah! Aku akan menemanimu!" kata Ryu. Dia menarik selimut menutupi tubuh mereka yang polos. Keduanya kembali tidur saling berpelukan.


Bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa dukungannya ya.....


Terimakasih yang sudah mampir.


__ADS_2