Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
88. Ketakutan


__ADS_3

...Happy Reading...


Di sebuah ruangan. Riez terlibat pembicaraan serius dengan Rafa melalui telepon.


📞"Kenapa Papa tidak memberi perintah untuk menghabisi wanita itu saat menyakiti Khanza dan Rara?" tanya Riez yang di kuasai emosi. Di saat saat bahaya mengancam adik dan keponakannya, orang orang Wisnu yang berkeliaran di Mall tak membantu Khanza adiknya, dan Rara keponakannya. Dia sangat tegang dan takut saat benda tajam hampir melukai Khanza dan Rara.


📞"Untuk apa? Ada Rara yang akan membantu mamanya. Papa tahu dia dapat menyelamatkan adikmu dan mengalahkan wanita itu. Cucu papa seorang pemberani dan tangguh. Tidak ada yang perlu di khawatir kan." kata Rafa.


📞"Bagaimana jika perkiraan papa meleset? Kita semua tahu Khanza dan Rara tidak memiliki ilmu bela diri. Bagaimana jika terjadi sesuatu yang buruk pada mereka dan anak buah Paman Wisnu tidak dapat menyelamatkan keduanya?" kata Riez berapi api karena emosi dan masih ketakutan membayangkan adegan penyerangan yang di lakukan Rachel.


📞"Tapi kenyataannya Rara dapat menyelamatkan Khanza bukan?"


"Kali ini keberuntungan ada di pihak mereka. Keduanya bisa selamat dari kejahatan Putri Dominic. Bagaimana di lain waktu jika wanita itu menjahati mereka lagi? Aku tidak yakin pa! Putri Dominic akan membuat rencana jahat yang lebih berbahaya lagi untuk membunuh Khanza dan Rara. Papa tidak bisa membiarkan wanita itu terus-menerus berbuat sesuka hati pada adik dan keponakan ku. Wanita itu benar-benar iblis. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Aku tidak akan membiarkannya lagi! Assalamualaikum." Riez langsung mematikan sambungan telepon karena tidak mau berdebat lagi. Baginya perbuatan Rachel sudah tidak dapat di biarkan lagi. Pertama ingin menabrak Rara, kedua mendorong ke kolam, dan kali ini hampir melukai ponakan dan adiknya. Belum lagi perbuatan jahat lainnya yang di lakukan sewaktu Rara menjadi OB Rangga.


Rafa membuang nafas berat. Jujur dia pun sempat Khawatir dengan penyerangan itu. Khanza hampir terkena benda tajam jika Rara tidak datang menyelamatkannya. Dan Rara hampir celaka jika tidak sempat menghindar dan melarikan diri. Dan jika Cio tahu kejahatan yang terjadi pada istri dan anaknya, Cio pasti akan marah besar dan tidak bisa menerima.

__ADS_1


Rafa menatap layar ponselnya, menelpon seseorang"Wisnu.....!" katanya beberapa saat.


"Ya tuan....!" Wisnu menyahut dari seberang.


"Beri peringatan pada Putri Dominic." titahnya.


"Baik Tuan."


Telepon di matikan.


Hotel.


"Aku juga masih sangat takut membayangkannya Fi. Untung saja kita masih ngikutin mama tadi." kata Rara masih merasakan ketakutan dengan insiden buruk tadi.


"Wanita itu benar-benar pintar menghilangkan bukti kejahatannya. Petugas keamanan menemukan semua CCTV dalam toilet dan di luar toilet telah rusak. Aku yakin itu ulah wanita iblis itu." kata Sofi.

__ADS_1


"Iya kamu benar. Tapi aku bingung bagaimana caranya dia merusak CCTV secepat itu? secara kan waktu mama gak sengaja nabrak Rachel dan penyerangan yang di lakukan Rachel hanya berselang 10 menit?" kata May merasa bingung dan bertanya-tanya.


Sofi pun tampak berpikir sama.


"Kamu benar Ra, gue juga bingung dengan satu hal.....!" katanya menatap wajah Rara dengan lekat.


"Apa?" tanya May melihat keseriusan Sofi.


"Kenapa orang orang kakek mu tidak menyelamatkan mama mu? Padahal mereka ada di Mall itu."


"Iya,, aku juga bingung. Aku melihat orang orang paman Wisnu tadi." kata May.


"Mungkin saat kejadian mereka belum ada ya Ra?? Dan mereka baru datang saat di hubungi mama mu!" kata Sofi berpikir seperti itu.


"Entahlah.....! Tapi aku sangat bersyukur mama gak kenapa napa." May juga bingung dengan keberadaan orang orang kakeknya di Mall tadi tapi tidak menyelamatkan mamanya. Setahunya kakeknya selalu menyuruh anak buahnya untuk menjaga mereka semua saat keluar rumah atau mau pergi kemana.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa dukung ya, Beri like, kopi, vote, masukan ke favorit dan rate bintang 5.


__ADS_2