Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
78. Akhirnya menemukanmu


__ADS_3

...Happy Reading....


Tanpa menyerah May terus mendatangi tempat tempat yang di datangi RAD sesuai dengan postingan pria itu yang di unggah pada Instagram. May berburu dengan waktu penerbangannya. Berharap menemukan pria itu sebelum ke bandara. Tapi hingga waktu menjelang sore, dia tidak kunjung melihat Rad. May mengeluh kecewa. Menatap hamparan bunga di tepi danau.


Pikiran Rangga sangat kalut. Dia terduduk lesu tanpa semangat di jok mobil. Rangga memejamkan mata. Mencoba untuk tidur agar terlepas dari beban dan rasa sakit yang menghimpit jiwanya. Tiba tiba dia teringat Khanza. Rangga membuka mata. Melihat wajahnya di kaca tengah mobil. Dia tidak menyangka Khanza dapat mengenali dirinya meski telah merubah tampilan wajahnya.


"Aku tahu itu kau Rangga Dionel Alkas. Aku sangat mengenal mu!"


Terngiang kembali kata kata Khanza saat keduanya saling menatap tadi. Meski 18 tahun telah berlalu, wanita yang pernah sangat di cintainya, pernah mengisi hatinya dengan kebahagiaan, masih sangat mengenalnya. Rangga tersenyum mengingat pertemuannya dengan wanita itu. Khanza yang dulu masih tetap sama, tingkahnya yang manja dan apa adanya. Meski tak ada lagi rasa cinta, tapi hatinya masih saja bergetar dekat dengan wanita manis bermata teduh itu.


Rangga terus menatap wajahnya pada kaca spion. Lalu, satu demi satu dia melepas rambut palsunya, softlens, dan brewok tebalnya yang palsu. Kini terlihat jelas wajah asli Rangga yang terlihat lebih muda dan semakin tampan. Dia tidak perlu memakai atribut penyamarannya karena Khanza telah mengenal dirinya.


Beberapa detik berlalu, wajahnya kembali muram, tubuhnya lemah tak bergairah tak kala kembali teringat May. Gadis itu akan kembali ke Indonesia. Dan dia tidak akan bisa melihat dan bertemu dengan May lagi. Tubuh Rangga di rasa semakin lemah tak bersemangat. Rangga menyadarkan tubuhnya yang tak bergairah ke jok mobil.


"Tuan, apa kita akan langsung ke Apartemen?" tanya Verdy dari depan.


Rangga tak langsung menjawab. Dia menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.


"Aku mau ke suatu tempat." jawabnya kemudian. Dia ingin menenangkan diri.


"Pergilah ke bandara. Aku mau sendiri."


"Baik Tuan." Verdy menepikan mobil. Lalu segera turun. Rangga mengambil Alih kemudi dan pergi meninggalkan Verdy. Tak berapa lama sekretarisnya itu pergi dengan menggunakan taksi untuk melaksanakan perintah Tuannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian, Rangga tiba di tempat tujuannya. Dia melepas jas. Kemudian segera turun. Berjalan lunglai tanpa semangat menatap danau tidak jauh di depannya. Dia berhenti dan duduk pada rerumputan hijau. Udara sangat sejuk cukup menghilangkan rasa penatnya. Tapi tak bisa menghilangkan beban di hatinya. Rangga mengambil tempat yang sepi untuk menghindari orang orang yang berkunjung di tempat ini. Berulang kali Rangga membuang nafas berat. Menatap ke depan sembari membayangkan wajah May. Mengingat gadis itu akan kembali ke negaranya sore ini. Rangga mengambil ponselnya. Dia ingin mendengar suara gadis itu untuk terakhir kali sekaligus mengucapkan kata perpisahan. Tapi nomor May tidak bisa di hubungi. May belum membuka blokir pada nomornya.


"May, jangan pergi! Bagaimana caranya aku menghilangkan segala kenangan kita? Bagaimana caranya aku hidup tanpamu? Aku takkan sanggup." ucapnya sendu. Kedua matanya basah. Terfokus memikirkan May, dia tidak menyadari seseorang sedang menatapnya dari jauh dan berjalan perlahan mendekatinya.


"Tuan RAD?" terdengar suara dari sampingnya. Suara seorang wanita yang tak asing di telinganya. Rangga segera menoleh. Dia terkejut melihat siapa yang memanggilnya.


May? Gadis yang saat ini sedang di khayalnya kini berada di depannya.


May semakin mendekati dengan senyuman merekah. May sangat senang akhirnya menemukan Pria yang selama ini carinya.


"Masya Allah, Anda tuan Rad kan?" ucap May girang bercampur kaget tak percaya dapat menemukan pria ini di menit dia mau pergi ke bandara. Tadi saat hendak pergi ke jalan raya untuk mencari taksi, tanpa sengaja matanya menangkap sosok pria yang seakan tak asing baginya. Untuk memperjelas penglihatannya, May mendekat. Dan ternyata dugaannya benar. Sosok itu adalah Rad.


May tertawa senang dan bahagia. Sementara Rangga yang masih terkejut dan bingung dengan cara pandang May kepadanya.


"Akhirnya aku menemukanmu tuan Rad. Aku salah satu penggemar mu. Aku sangat mengidolakan mu. Aku senang sekali bisa bertemu dirimu. Tahu kah kau, aku sampai kabur dari rumah hanya untuk mencari mu, demi untuk bertemu dengan mu." Kata May tanpa jeda. Tangannya tak lepas memegang tangan Rangga. Sungguh pria ini sangat tampan di lihat secara langsung begini. Lebih muda dari usianya."Tenyata Anda lebih tampan dan gagah dari foto foto yang ku lihat di Instagram! Aku suka dan tertarik padamu sewaktu melihatmu di Instagram. Aku salah satu followers Anda. Aku mengikuti Anda sejak dua tahun terakhir!" kata May antusias.


Wajah Rangga mengernyit. Dia menyadari sesuatu."Jadi pria yang di carinya selama ini adalah aku? Rad __?" batinnya. Rangga kembali menyadari sesuatu. Sosok asli dirinya saat ini yang tak memakai softlens, brewok dan rambut palsu.... yaitu Rad bukan indentitas sebagai Rangga.


Rangga tersenyum sumringah. Beban berat dan rasa yang menyesak di hatinya menghilang. Ternyata selama ini May begitu mengidolakannya. Dan lebih membuatnya bahagia karena pria yang membuat dia cemburu ternyata malah dirinya sendiri.


Tiba-tiba May menjabat tangannya."Tuan Rad, perkenalkan, namaku May, May Wulandari. Aku berasal dari Indonesia. Aku baru saja lulus SMA. Aku mengagumimu sejak kelas dua SMA. Aku pengagum berat mu. Aku mengikuti setiap gerak gerik mu di media sosial. Aku bahkan selalu menghabiskan waktu selama lima jam di dunia Maya hanya untuk memantau segala aktivitas mu. Kau mewarnai hariku. Aku senang bahagia sekali akhirnya tuhan mempertemukan ku dengan dirimu. Hehehe__." kata May panjang lebar dan malu malu.


Rangga tak berhenti tersenyum mendengar celotehan ini, juga menatap wajah manis yang tampak bahagia. Gadis yang berusaha menjauhinya, menghindarinya malah kini memeluknya dan sangat senang bertemu dengannya.

__ADS_1


May mengeluarkan ponselnya."Boleh foto nggak?"


Rangga mengangguk dengan wajah mengernyit. Tentu saja dia bersedia. Bisa dekat dengan gadis ini lagi membuatnya senang.


May mengambil banyak foto mereka. Sementara foto foto dia dan Rangga, banyak tersimpan di galeri ponselnya.


May senang Rad tak menolak.


"Anda sangat baik dan menghargai fans. Gak rugi aku mengidolakan anda. Terimakasih ya, Aku berharap kita bisa bertemu di lain waktu lagi. Anda masih bersedia kan bertemu dengan ku?"


Rangga mengangguk tersenyum."Tentu saja."


"Benar? Aku senang sekali. Anda baik sekali!" kata May antusias. Saking senangnya dia langsung memeluk RAD. Rangga kembali di buat kaget. May melepas pelukannya..


"Ingat ya namaku, May Wulandari, dari kota Bandung negara Indonesia." kata May mengingat kan kembali namanya agar tidak terlupakan oleh Rangga.


"May Wulandari dari Indonesia, kota Bandung." ucap Rangga mengulang perkataan May.


"Yes, benar sekali. Aku buru buru dan harus pergi." kata May sembari menyimpan ponselnya. May menatap sejenak wajah Rangga dengan senyum tak lepas menghiasi wajahnya. Seandainya tidak di buru waktu ke bandara, dia masih ingin di sini. May berbalik dan berlari pergi meninggalkan Rangga yang masih mematung menatap kepergiannya.


Setelah sosok May menghilang, Rangga berpikir, jika identitas Rangga membuat keduanya tidak dapat bersama kembali, maka dia akan memakai identitas Rad untuk bisa dekat dengan gadis itu. Rangga tersenyum bahagia. Tuhan masih berpihak padanya dengan mendekatkan dirinya dengan May melalui identifikasi Rad.


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2