Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
52. Pencarian Rad. 2


__ADS_3

...Happy Reading....


Dengan menggunakan taksi, May menuju kantor Sean. Saat ini dia tidak tenang, ketakutan, tubuh lemas seakan tidak makan berhari hari, jantung masih berdebar debar karena insiden tadi.


Di mana sebuah mobil hampir saja menabraknya. May nyaris menjadi korban kecelakaan. Dia yang menyebrang jalan sambil melamun memikirkan Rangga dan Rad, tidak menyadari ada mobil sedang melaju ke arahnya.


May terkejut bukan main, memekik keras. Tidak sempat menghindar saking ketakutan.


Untungnya sopir mobil segera menginjak rem dan membanting kemudi ke ke kiri. Jadi benda mewah beroda empat itu tidak sempat menghantam tubuhnya dan malah menghantam pembatas jalan.


May yang sempat ketakutan, hilang kesadaran dan terduduk di bawah mobil dengan tubuh gemetaran, pucat pasi seperti tidak berdarah. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian dapat mengendalikan pikiran dan mengingat apa yang baru saja terjadi. May menyadari kalau dirinya yang salah, Menyeberang sambil melamun. Dia segera bangkit berdiri mengumpulkan sisa kekuatan dari lemahnya tubuh. Memeriksa sejenak tubuhnya apa terluka atau cidera.


Sebelum pemilik mobil itu turun, dan orang orang mendekat, May segera mengambil langkah seribu, berlari cepat ke jalan seberang untuk menghindar. Takut kena masalah apalagi sampai berurusan dengan pihak yang berwajib. Bahkan ketika sang pemilik mobil berlari mengejar dan memanggilnya, May pura pura tidak mendengar dan terus berlari tanpa menoleh. Panggilan dan kejaran itu semakin membuatnya ketakutan dan mempercepat laju kakinya berlari. Untungnya dia dapat meloloskan diri dari kejaran dan melarikan diri dengan taksi.


"Ya Allah, terima kasih atas telah menyelamatkan aku dari kecelakaan itu! Hampir saja......!" ucapnya takut mengelus dada yang masih berdebar. Sangat bersyukur karena masih selamat. Dia menyalahkan dirinya karena berjalan sambil melamun.


Mobil terus melaju. Setelah merasa sedikit tenang, May membuka Instragram Rad. Barangkali ada unggahan pria itu hari ini. Setelah di cek, tak ada. Tapi semalam Rangga mengunggah sesuatu: Kalimatnya berisi ungkapkan cinta. Di mana betapa cintanya dia pada wanita yang di cinta dan di rindunya.Dan wanita itu merupakan belahan jiwanya.


..."Engkau sang belahan jiwa. Nama mu terukir di hati. Di setiap langkah, di setiap malam aku selalu bersujud, berdoa dan meminta kepadanya, semoga kita bersama!"...


..."Engkau tambatan Hati....Ku ingin kau tahu, betapa merindunya hati ini."...


Dahi May mengerut. Unggahan ini seperti kutipan dari lagu Raffa affar. Karena kalimatnya hampir mirip.


May tersenyum."Sepertinya dia lagi jatuh cinta. Gak nyangka romantis juga dia!" ucap May memprihatikan setiap kata unggahan Rangga."Siapa wanita yang di cintainya? Kok wajahnya gak di perlihatkan?" batinnya lagi, penasaran siapa wanita yang di cintai, sekaligus kekasih sang idolanya ini.

__ADS_1


"Cantikan aku gak ya?" batin May. Senyum senyum sendiri dengan pertanyaannya.


Semalam Rangga sangat merindukan May. Dia menulis ungkapkan kerinduannya dengan mengambil beberapa kalimat dari lagu Cinta Sampai Mati. Di mana lagi Itu lagu kesukaan May. Yang May nyanyikan saat keduanya sedang makan siang di cafe muslimah.


Lalu kalimat kalimat kerinduannya itu di unggah di Instagram. Rangga berharap, dari begitu banyak pengikutnya, ada May di situ dan melihat suara hati kerinduannya. Karena dilihatnya, ada sebagian kecil orang Indonesia yang menjadi pengikut dan mengidolakannya.


"Kita sudah sampai Nona." kata sopir.


May tersadar dari lamunannya. Mobil berhenti di sebuah gedung perkantoran yang menjulang tinggi. Dari balik jendela mobil, May mendongak keatas memprihatinkan bangunan kokoh itu.


"Benar ini tempatnya ya pak?"


"Benar Nona."


May segera mengambil uang dan membayar ongkos."Terima kasih pak." Setelah itu turun.


Tadi pagi sebelum pergi ke kantor, Sean memintanya untuk datang ke kantor agak siang. Keduanya akan pergi ke butik untuk membeli gaun dan lainnya untuk digunakan di pesta temannya. Sean memintanya untuk menemaninya ke pesta. Yang merupakan pesta Rangga dan Rachel, tapi Sean tidak mengatakan kalau itu pesta keduanya pada May. May sudah menolak tapi Sean terus memaksa.


Sebenarnya Veli ingin mengantarnya, tapi May tidak enak terus menerus menyuruh sopir wanita itu untuk mengantarnya ke beberapa tempat. Karena sebelum ke kantor Sean, May masih singgah di beberapa tempat yang di kunjungi Rad.


May segera membawa kakinya melangkah menuju post penjagaan untuk melapor. Dia sudah mengirim pesan pada Sean, tapi belum di baca. Mungkin pria itu sedang sibuk. May tidak enak untuk menelepon. Takutnya mengganggu.


Sementara Rangga dalam perjalanan menuju ke kantor. Tapi sebelumnya dia akan singgah ke kantor Sean untuk menanyakan dan membicarakan sesuatu. Tentunya tentang May. Tapi dalam perjalanan malah mengalami kejadian buruk. Hampir saja menabrak seseorang. Yang di curiganya adalah May. Rangga sangat yakin gadis itu adalah May. Tapi hatinya ragu ketika teringat May sudah pulang ke Bandung beberapa hari yang lalu. Gadis itu sudah berada di kampung halamannya sesuai laporan orang suruhan Haris. Dan karena masih ragu dengan keberadaan May fi Bandung. Rangga menyuruh orang itu untuk mengecek kembali. Dan orang itu mengatakan May ada di Bandung.


Mungkin dia salah orang? Karena terlalu memikirkan May, melamunkan May sehingga melihat setiap wanita mirip May.

__ADS_1


Rangga semakin gusar memikirkannya. Dia meyakinkan hati bahwa itu bukan May, dia salah orang karena terus memikirkan gadis itu. Dia melihat May ada di mana mana, bahkan dalam mimpinya, seperti semalam dan malam malam kemarin. May hadir dalam tidurnya menjadi mimpi indahnya.


Lagi pula untuk apa May di Australia? pikirnya. Terus meyakinkan hati kalau gadis itu bukan May.


Mobil Rangga tiba di kantor Sean. Dia memarkir kendaraannya ke tempat parkir kelas eksekutif. Lalu masuk dengan di dampingi Verdi sekretaris pribadinya yang telah menunggu di lobi sejak 10 menit yang lalu.


📞"Aku baru tiba di kantor mu! Apa kau di ruangan mu?" tanya Rangga pada Sean lewat sambungan telepon. Dia dan Verdi sedang melangkah menuju lift private.


📞"Aku masih di ruang meeting. Pergilah ke ruangan ku, tunggu aku sebentar di sana. 15 menit saja!" kata Sean dari seberang.


Telepon di matikan.


Sementara May, setelah bertanya pada bagian resepsionis seraya memperlihatkan Id card bertuliskan logo perusahaan yang di beri Sean tadi pagi. Dia menuju lift private sesuai petunjuk pegawai resepsionis."Nona gunakan lift kelas eksekutif. Silahkan!"


"Terimakasih mba."


Berkat id card itu dia bisa masuk dengan mudah bahkan di izinkan menggunakan lift kelas eksekutif.


May segera menuju lift kelas eksekutif. Tapi baru beberapa langkah berjalan, Langkah berhenti tiba-tiba. Dia terkejut dengan mata dan mulut terbuka lebar."Om Rangga?" melihat Rangga berdiri di depan Pintu lift.


Dengan cepat May berbalik dan berlari mencari tempat bersembunyi sebelum Rangga menyadari keberadaannya di tempat ini. Pria yang sangat di rindukan siang dan malam, membuat matanya basah, dadanya sesak dan hatinya sakit.


May sangat rindu. Tapi tidak ingin menampakkan diri, berlari dan memeluk pria itu menumpahkan kerinduannya, karena ada hati yang harus di jaga.


...Bersambung....

__ADS_1


Tinggalkan jejak dukungan ya.....


__ADS_2