
...Happy Reading....
"Bahkan saking cintanya pada wanita masa lalunya, dia sampai memberi nama perusahaan ini R². Gabungan dari nama keduanya." kata Sean kembali.
May lagi lagi tercengang. Dia teringat beberapa property Rangga di Amerika bernama R². Hotel, apartemen, restoran, pusat perbelanjaan dan lainnya. May sudah dapat memastikan Rangga sangat mencintai wanita itu. Sama seperti kakek dan ayahnya, memberi nama semua harta kekayaan milik mereka atas nama nenek dan mamanya karena begitu CINTA-nya pada istri mereka.
"Kalau boleh aku tahu, siapa nama wanita yang merupakan cinta pertamanya itu?" tanyanya tanpa sadar. Begitu beruntungnya wanita itu. Selama belasan tahun bertahta di hati Rangga. Entah kenapa May merasa cemburu, tubuhnya lemah mendengar cinta masa lalu Rangga yang sulit di lupakan.
"Aku tidak tahu namanya. Tuan Rangga tidak mengatakannya." kata Sean berbohong. Dia melihat mata May yang memerah. Sean dapat menebak kalau gadis ini gundah gulana setelah tahu Rangga pernah mencintai wanita dengan begitu besarnya di masa lalu dan sulit di lupakan.
May kecewa tidak mendapatkan jawaban yang di inginkan dari Sean. Tapi dia sudah tahu kalau huruf pertama wanita itu bernama R, tapi siapa? Perlahan May melihat ke arah Rangga yang sedang sibuk menyalami tamu. Di dampingi Rachel yang terus menempel kayak perangko menebar kemesraan. Tapi May tahu kemesraan itu hanya terpaksa. Karena hubungan mereka yang hanya sekedar formalitas dan terpaksa tanpa cinta dari Rangga.
"Lalu apa pak Rangga masih mencintai wanita itu sampai sekarang?" tanyanya kemudian, menatap kembali pada Sean. Karena Rangga berkata bawah dia tidak mencintai Rachel. Mungkin karena cinta masa lalu yang belum bisa dilupakan sulit untuk jatuh cinta.
"Mungkin saja. Belasan tahun telah berlalu, dia tetap belum bisa membuka hati dan mencintai wanita lain." kata Sean. Dia memberikan gelas minum pada May yang baru saja di ambilnya dari pelayan yang menawarkan.
May segera menerima gelas itu sambil berpikir, dugaannya benar. Rangga masih menyimpan wanita itu di hatinya. Rangga masih mencintainya.
"Aku pernah mengatakan padamu, kalau Rangga adalah pria yang sangat dingin pada wanita. Selama belasan tahun aku bersamanya, tak pernah aku melihat dia dekat dengan wanita." kata Sean setelah meneguk minumannya. Lalu mendekat kan wajah pada wajah May.
"Bahkan dengan Rachel pun tak ada sentuhan fisik.Tak ada physical touch, berciuman berpelukan apalagi ****!" sambung Pria itu berbisik, lalu tersenyum genit.
Lagi lagi May terkejut."Selama beberapa tahun menjalin hubungan tak pernah berpelukan, apalagi ciuman?" batinnya seakan tak percaya.
May jadi teringat kedekatan mereka di Amerika. Rangga yang tak dingin dan kaku dekat dengannya, bahkan memeluk, menciumnya, bersedia menemaninya tidur. Juga perlakuan Rangga yang begitu menyayanginya, perduli, perhatian, memberi perlindungan, kenyamanan, hingga membuatnya jatuh cinta pada pria dewasa itu.
"Terus jika dia dekat dengan seorang wanita, memberikan perhatian, memberi rasa nyaman, sangat peduli dan mengucap kata rindu?" tanya May. Ingin menebak perasaan Rangga kepadanya setelah kebersamaan yang mereka lalui di Amerika.
__ADS_1
Sean menatap netra May yang berada di balik topeng. Memang pertanyaan ini yang ingin di dengar dari bibir May. Karena dia tahu kedekatan keduanya.
"Jika Rangga dekat dengan wanita tanpa canggung, dan bersikap seperti apa yang kau katakan, itu artinya dia menyukai wanita itu. Dia mencintainya!" kata Sean tegas penuh penekanan. Agar May dapat memahami kalau Rangga mencintainya.
May terperangah, tak berkedip menatap bola mata Sean."Apa itu artinya Om mencintai ku?" batinnya.
Sean kembali meneguk minumnya."Kenapa kau bertanya begitu nona? Apa kau melihat tuan Rangga dekat dengan wanita?" tanya nya pura pura tidak tahu kedekatan mereka.
May gugup."Akh tidak, aku hanya sekedar bertanya saja." katanya segera.
Oh..... kata yang keluar dari mulut Sean.
"Bukankah kau dan Rangga teman?" tanya Sean.
"I-iya.....!" jawab May terbata, gugup.
May terkejut, tapi kemudian segera tertawa lepas menutupi kegugupannya."Anda ini, sembarangan aja bicaranya." May memukul pelan lengannya.
"Aku hanya sekedar menilai saja. Karena melihat sikap Rangga yang tidak biasa. Dia perhatian dan sangat peduli padamu. Aku berpikir kalian ada hubungan dan saling menyukai." kelakar Sean.
May kembali tertawa."Gak mungkin aku menyukai pria tua itu." membohongi perasaannya.
"Benar nih kamu gak cinta sama pria tua tampan itu? Siapa sih yang dapat menolak pesona CEO ganteng kayak Rangga?" Sean terus menggoda. Dia ingin May jujur padanya. Jujur kalau dia mencintai Rangga.
"Nggak." jawab May tegas di sertai gelengan kepala.
Perlahan dia melihat pada Rangga yang agak jauh di sana"Gak mungkin aku menyukai milik orang lain yang sebentar lagi mau nikah." katanya serak. Lalu memalingkan wajahnya ke arah Rangga, menghindari tatapan godaan Sean.
__ADS_1
"Mulutmu berkata tidak, tapi kedua matamu tidak dapat membohongi perasaanmu pada Rangga." batin Sean melihat kesedihan di mata May yang merah.
May kembali teringat perkataan Sean.
"Jika Rangga dekat tanpa canggung dengan wanita, itu artinya Rangga mencintai wanita itu."
Dan keduanya sangat dekat. Rangga tak canggung memeluk, menciumnya, mengatakan kata rindu pada dirinya."Apa Om benar cinta sama aku? Kalau iya, kenapa dia gak jujur?" batin May menatap sedih Rangga.
Beberapa saat terus menatap Rangga sembunyi sembunyi, tiba tiba dia berpaling ke arah lain ketika Rangga melihat kepadanya.
May segera bersembunyi di balik tubuh Sean.
"Ayo, Nona, kita ke depan." ajak Sean.
"Aku di sini saja. Anda saja yang ke sana. Aku khawatir akan bertemu dengan sahabat pamanku. Pergilah, aku tunggu anda di sini." tolak May. Karena di depan sana ada Rafa dan ketiga pamannya, juga Wisnu, Azham dan Azhar.
Dia juga ingin menghindari Cindy. Cindy pasti akan mengenalinya jika lama berbincang dan bertatap muka.
"Baiklah Nona, kamu tunggu sebentar di sini. Aku akan segera kembali. Nikmati minuman mu." kata Sean mengerti.
May mengangguk. Sean segera beranjak dari hadapannya, melangkah menuju ke tempat Rangga dan Dion. Dia ingin menyalami tuan rumah sebelum acara di mulai.
Kepergian Sean membuat beberapa tamu nakal mendekati May. Mencoba merayu, menggoda May dengan kata kata manis. Tapi dengan segera di halangi oleh orang orang Wisnu yang menyamar menjadi tamu undangan. Mereka mengajak para tamu nakal itu mengobrol.Tentu tanpa sepengetahuan May. May pun tak tahu kalau dirinya sedang di amati secara diam-diam oleh Rafa dan lainnya. Berpura-pura tidak melihat dan tidak mengenal dirinya.
May terpaku dengan gelas di tangan. Pikiran menerawang pada wanita di masa lalu Rangga."Siapa wanita itu?" karena sejujurnya bukan Rachel yang membuatnya cemburu, tapi wanita cinta pertama Rangga.
Sesaat kemudian May terkejut tak kala sesuatu di letakkan untuk menutupi tubuh punggungnya. Yaitu jas hitam. May segera berbalik. Dia terkejut setelah melihat siapa yang menutupi tubuhnya.
__ADS_1
...Bersambung....