Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
40. Insiden buruk


__ADS_3

...Happy Reading....


May duduk di halte sambil menunggu bus lewat. Sembari menunggu kendaraan ramah lingkungan itu tiba, May membuka Instragram, mengecek postingan terakhir Rad


'*Th*e* Most** Delicious Breakfast Is Most Beautiful Kiss*' ( Sarapan terlezat adalah ciuman terindah).


May membaca kalimat itu, di unggah 3 jam yang lalu. May tersenyum, ternyata pria itu romantis juga. Beruntung bangat wanita yang menjadi kekasihnya.


"Apa dia masih berada di Amerika? Atau sudah balik ke Australia?" gumam May.


Dia teringat telepon Sean tadi. Setelah menanyakan kabar dan keadaannya atas apa yang terjadi semalam, pria itu berkata akan ke Sidney, Australia karena ada urusan pekerjaan selama dua pekan. Sean mengajaknya liburan ke negara itu kalau dirinya bersedia.


May ingat kota Sidney, adalah tempat Rad tinggal sesuai profil instagramnya. May jadi tertarik untuk ikut. Siapa tahu dia akan bertemu langsung dengan Rad di sana.


Sambil liburan, juga bisa mencari keberadaan Pria itu. Syukur syukur jika bertemu Rad dan bisa berbincang dengan idolanya itu.


Ponselnya berdering membuatnya kaget. Wajah May mengernyit melihat siapa yang menelpon. Sofi sahabatnya. May tersenyum, lalu segera mengangkat.


📞"Assalamualaikum Sofi...!"


📞"Waalaikum salam! Kamu di mana Ra? Apartemen atau lagi kerja?" tanya Sofi.


📞"Gak keduanya, aku lagi di luar! Sudah lama kita gak ketemu. Aku kangen sama kamu. Bagaimana kabarmu Fi?" kata May.


📞"Aku baik! Aku juga kangen kamu Ra! Gimana? Udah dapat yang kamu cari?" tanya Sofi.


📞"Belum, tapi aku sudah melihatnya dari jarak jauh dan hendak menemuinya secara langsung tapi gagal! Aku masih akan mencarinya lagi ke Australia."


📞"Australia?"


📞"Iya, rencananya aku ingin ke sana. Kebetulan ada teman baik yang ingin mengajak ku liburan ke Sidney. Nah kebetulan kan itu tempatnya Rad, siapa tahu aku akan ketemu dengannya di sini!"


📞"Udah deh Ra... lebih baik hentikan saja pencarian mu itu dan balik segera ke tanah air! Yang penting lo udah melihatnya dengan matamu sendiri!"

__ADS_1


📞"Tapi aku pengen banget ketemu Rad langsung Fi,"


📞"Hey Nona Rai Rara, pria itu bukan kekasihmu, bukan siapa-siapa mu! Dia juga gak kenal sama sekali sama loe. Buang buang waktu dan tenaga aja, terus dosa sama orang tua mu karena kabur dari mereka tanpa pamit. Gak ada gunanya buat lo deh! Sebaiknya lo pulang dan kuliah!"


📞"Tanggung nih Fi, mumpung aku lagi di luar negeri. Ke Sidney juga hanya beberapa jam!"


📞"Kamu tuh gak bakalan ketemu sama orang super sibuk kayak si Rad! Udah, pulang saja. Waktumu udah berakhir, sebulan telah berlalu. May sepupuku meminta kembali ijazah dan indentitas aslinya. May ngotot mau ngambil karena ingin kuliah. Dia marah marah ke gue karena selalu ku beri banyak alasan!"


📞"Lo kasih uang lagi ke dia. Kasih yang banyak, tiga kali lipat dari sebelumnya. Ntar begitu aku balik ke Indonesia, aku ganti uangmu 10x lipat! Tolongin gue dong!"


📞"Bukan masalah uang Nona Rairara. Gue udah coba tawarkan begitu. Tapi dia tetap ngotot mau ijasahnya. Orang tuanya sudah berulangkali memintanya untuk segera mendaftar kuliah! Gue gak mau dengar alasan lagi. Pokoknya pulang segera!" kata Sofi tegas.


📞"Akan ku pikirkan! Oh ya, mama masih sering menghubungimu?"


📞"Udah mulai jarang!"


📞"Gimana keadaan mama?"


📞"Udah mulai hilang kesedihan dan kekhawatirannya setelah ku katakan kamu pasti baik baik saja, gak usah mengkhawatirkan mu! Mungkin saja mama mu merasakan kalau aku tahu tentang keberadaan mu. Dan kaburnya dirimu ada sangkut pautnya dengan ku! Makanya Ra, cepat lah pulang, aku gak mau papa dan mamaku marah jika nanti mereka tahu aku ikut andil atas kaburnya dirimu. Kau tahu orang tua kita bersahabat baik!" jelas Sofi.


📞"Oke Ra, aman deh kalau gitu. Lo baik baik di sana. Segeralah kembali, aku juga sangat merindukanmu beb! Udah dulu ya, khawatir telepon kita di sadap!"


📞"Oke Fi, assalamualaikum!"


📞"Waalaikumsalam!"


May menarik nafas dan membuangnya pelan. Dia sedikit lega mendengar kabar mamanya yang baik baik saja."Maafin Rara ma, Rara janji akan pulang secepatnya!" gumamnya sedih dan bersalah seraya membayangkan wajah Khanza. Terus Cio dan adik adiknya. Sungguh dia sangat merindukan keluarganya.


Beberapa saat kemudian, May bangkit berdiri terus celingukan melihat bus yang belum juga datang. Kelamaan menunggu membuatnya ingin naik taksi saja. Dia segera berjalan menuju pertigaan untuk mencari taksi di sana. Tiba-tiba sebuah mobil hitam berhenti tepat di sampingnya. Langkah May terhenti. Dia melihat ke arah mobil tanpa curiga ada bahaya. May tercengang saat melihat tiga pria berpakaian hitam dan tidak di kenalnya berjalan cepat mendekatinya.


Merasa gelagat yang tidak baik dari ketiga pria itu, May segera mengambil langkah seribu. Dia berlari cepat. Ketiga pria itu segera mengejarnya. Tanpa di sadari May, sebuah mobil mendekati dari arah depannya, sengaja hendak menabraknya. May terkejut dan tidak bisa menghindari, karena jarak yang begitu dekat. Tubuhnya terasa kaku untuk bergerak menghindari. Di tidak dapat berpikir hendak melakukan apa. Yang di bayangkan hanya hal buruk yang akan terjadi padanya."Allahuakbar." teriaknya keras sebelum mobil itu menabrak dirinya. Pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Sekelebat bayangan papa mamanya, kakek neneknya melintas di matanya."Allahuakbar!" ucapnya lagi.


Tapi sebelum mobil Itu menghantam May, dari arah berlawanan muncul mobi lain menghantam mobil yang hendak menabrak May. Terdengar benturan keras. May berdiri ketakutan dengan jeritan keras. Tubuhnya gemetaran dan lemah. Seketika tubuhnya jatuh melorot ke aspal.

__ADS_1


Beberapa pengguna jalan berteriak mendengar tabrakan itu. Tabrakan itu mengundang perhatian mereka. Arus lalu lintas menjadi macet.


Mobil yang mengejar May dari belakang segera melarikan diri. Dan mobil yang hendak menabrak May hancur parah. Pengemudinya segera keluar dan melarikan diri dengan cepat.


Saat semuanya terlihat panik dan takut. Seorang pria keluar dari mobil dan berjalan cepat mendekati May. Dia menurunkan tubuhnya dan segera merengkuh tubuh May. Membawa dalam pelukannya.


May terkejut, di antara rasa takut, derai air mata dan lemahnya raga seakan tak bernyawa, dia berusaha melihat wajah orang yang memeluknya. Samar samar di lihatnya wajah berkacamata."Ka-kek.....!" ucapnya terbata. Untuk selanjutnya dia pingsan.


Pria yang memang adalah Rafa itu segera memeriksa keadaan May. Setelah tahu May pingsan, dia segera mengangkat tubuh May dan di bawahnya ke mobil.


Wisnu mengikutinya dan cepat membuka mobil.


"Cepat ke rumah sakit!" perintah Rafa.


"Baik tuan!" kata Wisnu. Dia melarikan mobil dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit terdekat.


"Maaf....kakek datang terlambat menolong mu. Hingga membuatmu berada dalam bahaya besar dan merasakan ketakutan teramat sangat!" ucap Rafa menatap wajah May dengan perasaan sedih dan bersalah. Dia mengelus pipi May dan mengecup lembut kening cucu kesayangannya. Rara merupakan cucu kesayangan karena Rara adalah cucu pertama mereka satu satunya yang mendapatkan cinta dan menjadi tumpuan kasih saya dari semua keluarga dalam waktu 8 tahun. Setelah itu lahirlah cucu berikutnya dari Riez, Ryan dan Raka.


Ponsel Wisnu berdering. Telepon dari Adzhar, sala satu putra kembarnya. Adzhar sedang melaporkan sesuatu. Dia dan anak buah mereka berhasil mengejar pelaku yang hendak menabrak May. Tapi yang lainnya berhasil kabur.


"Bawa ke markas! Paksa mereka untuk mengatakan siapa dalang dari kejadian penabrakan Nona muda. Ayah yakin mereka hanya orang-orang suruhan!" kata Wisnu, lalu mematikan sambungan telepon.


Para reader tersayang....


Sekedar informasi, Adzhar yang sekarang menjadi wakil ketua geng topeng hitam menggantikan Wisnu. Dan sebagai ketua mereka adalah Riez.


Ryan, Raka dan Adzham terkadang ikut andil dalam membantu organisasi topeng hitam jika sangat dibutuhkan dalam memberantas kejahatan.


Selama Rafa keluar negeri, Adzhar yang menemani dan melindungi perjalanan Rafa dan Wisnu. Mengingat kedua pria itu tidak setangguh saat mereka muda dulu. Tapi, kedua orang tua yang usianya sudah lebih setengah abad itu masih kuat untuk bertarung.


Bersambung


Mohon dukungannya.....

__ADS_1


like, koment, vote, hadiah seikhlasnya dan masukkan ke favorit. Terimakasih 🙏


__ADS_2