
...Happy Reading....
Adakah yang rindu Azzahra Radya Almira? Wanita cantik bermata teduh, Istri berharga sekaligus wanita kesayangan Rafa Ravendro Artawijaya.
New York, Amerika.
Di kantor cabang AZFA Company, lebih tepatnya di ruang kerja. Dua orang tampak serius berbicara. Bos dan sekretaris, yang hingga kini selalu bersama tak terpisahkan, Yaitu Rafa dan Wisnu.
"Tuan, Nona muda Rara telah sampai ke Sidney. Tuan Sean Gefarin membawanya ke kediaman pribadinya." kata Wisnu memberi laporan.
"Dan saat ini Nona muda sedang istirahat. Azhar baru saja memberitahu kan hal itu!" kata Wisnu lagi masih memberi laporan aktivitas terakhir Rara.
Rafa hendak bicara, tapi batal begitu mendengar pintu di ketuk. Keduanya segera menoleh. Beberapa saat kemudian pintu terbuka, lalu masuklah wanita anggun bercadar dengan keseluruhan tubuh tertutup oleh pakaian muslimah. Yang terlihat hanya kedua mata teduhnya yang indah. "Assalamualaikum...." ucapan lembut terdengar.
Dengan gerakan cepat Wisnu bergegas ke arah pintu dan membuka pintu lebih lebar. Sedangkan Rafa segera bangkit dari duduknya begitu tahu siapa yang masuk.
"Sayang....!" sebutan yang tidak pernah hilang meski di telan waktu yang lama seiring pernikahan mereka. Dia tidak menyangka Ara berada di Australia.
Dia segera menyambut istrinya, Azzahra Radya Almira...Ara. Wanita yang sangat di kasihinya, di cintainya, di jaga dengan jiwa dan raganya, melebihi dirinya sendiri.
Ara menyalami tangan suaminya, yang di balas Rafa dengan kecupan lembut di dahi.
"Saya permisi tuan, Nyonya!" pamit Wisnu.
Rafa memberi isyarat dengan anggukan.
Wisnu segera keluar. Berjaga di luar dengan beberapa anak buahnya.
"Apa kedatangan ku mengganggu?" tanya Ara sempat melihat wajah serius mereka saat masuk tadi. Dia merasa keduanya sedang membicarakan hal penting.
Rafa belum menjawab, hanya tersenyum. Dia mengajak istrinya duduk di sofa. Sejenak menatap mata cantik milik istrinya yang teduh menenangkan. Lalu perlahan dia membuka niqob yang menutupi wajah Ara. Dia melepas cadar Ara hanya pada saat mereka lagi berdua, di kamar, juga di rumah, tapi saat tak ada pria. Kecuali pria yang merupakan anak dan cucu mereka.
Wajah di balik cadar itu terlihat. Cantik mempesona meski telah di makan usia senja. Ara yang tidak muda lagi di usianya kini telah 54 tahun. Dan Rafa 64 tahun. Keduanya masih cantik dan tampan meski ada beberapa kerutan di wajah tapi tidak mengurangi pesona mereka.
Rafa kembali mendaratkan kecupan lembut di kening istrinya.
"Kapan pun kau datang tidak akan pernah mengganggu apa yang ku lakukan sayang." kata Rafa.
Dan Ara sudah tahu pasti itu jawaban yang akan di dapatkan, sejak dulu sampai sekarang. Kedatangannya tidak akan pernah mengganggu, malah menyenangkan hati Rafa.
"Tapi aku melihat kakak dan sekretaris Wisnu tampak sedang membicarakan hal penting." sama halnya dengan Rafa, sebutan kakak pun terus melekat pada bibir Ara untuk suaminya, meski mereka telah memiliki cucu.
__ADS_1
Rafa kembali mengulas senyum."Bukan apa apa!" katanya.
"Kapan kau datang ke Australia?" karena setahunya Ara berada di Indonesia"Kenapa datang tak memberi kabar? Aku bisa menjemput mu sayang."
"Indonesia Australia sangat jauh. Kakak lagi sibuk, aku gak ingin mengganggu dan membuat kakak repot repot menjemput ku." jawab Ara."Lagi pula, aku ingin memberi kejutan kedatangan ku." sambung Ara kembali.
Rafa tersenyum." Dan kejutannya berhasil. Karena aku kaget melihat mu masuk tadi."
Ara ikut tersenyum.
"Sekarang katakan, apa yang membuatmu kemari. Apa kau merindukanku?" goda Rafa. Meski dia tahu kedatangan Ara karena yang lain. Meski sudah tua godaan manis tidak akan pernah hilang.
Semburat merah, tergambar di wajah seorang Azzahra mendapat godaan itu.
"Tentu saja aku merindukan suamiku." jawabnya malu malu.
"Kemarilah.....!" Rafa membuka ke dua lengannya lebar, memberi jalan untuk istrinya masuk. Ara segera merebahkan setengah badannya ke pelukan suaminya. Keduanya saling memeluk hangat. Di sertai kecupan lembut pada kepala Ara, dan kecupan lembut di dada Rafa. Keduanya saling menyesap kehangatan tubuh, rasa cinta dan sayang lewat pelukan untuk menyalurkan rindu, karena dua minggu tak bersama.
"Kak....!" panggil Ara beberapa saat kemudian.
"Hmmm.....!" jawaban keluar dari mulut Rafa yang masih terus menyerap aroma wangi wajah dan kepala istrinya.
"Apa aku boleh bertanya?"
Meski Rafa sudah tahu apa yang ingin di tanyakan. Tapi dia tahu istrinya ini akan meminta izin terlebih dahulu, karena rasa hormat terhadap suami.
Ara menengadah ke atas, Rafa menurunkan padangannya. Kedua manik mata itu saling menatap. Rafa mendaratkan ciuman lembut pada bibir istrinya, karena benda kenyal itu menyentuh bibirnya saat dia menunduk.
"Aku minta maaf menanyakan hal ini. Seharusnya aku tidak menanyakan masalah ini lagi, karena Kakak sudah meyakinkan kami berulang kali. Tapi sebagai seorang ibu, aku tidak tega melihat kesedihan, kecemasan, ketakutan di wajah putriku. Aku pun seorang ibu, aku bisa merasakan kepedihan, penderitaan yang di rasakan putriku!" kata Ara.
Semalam Khanza menangis di telepon. Meminta kepadanya untuk menanyakan keberadaan Rara sebenarnya. Khanza terlalu takut untuk bertanya, karena Rafa sudah mengatakan Rara baik baik saja. Tapi Khanza tetap tidak tenang sebelum tahu apa sebenarnya yang di cari Rara sampai kabur dari rumah. Dia tidak percaya saat Rafa mengatakan sedang mencari kebahagiaan. Khanza semakin bingung dan tidak mengerti. Makanya dia meminta bantuan Ara untuk menanyakan pada Rafa. Karena Khanza tahu, papanya itu tidak akan pernah bisa menolak apa pun keinginan Ara.
Rafa mendengarkan, meski dia sudah tahu maksud dari pertanyaan itu.
"Kak....apa cucuku benar baik baik saja di Amerika?"
"Sangat baik. Dia bahkan sedang menikmati hidupnya dengan bahagia."
"Terus kenapa dia kabur? Apa benar karena cinta? Kakak tahu sendiri Rara tidak pernah dekat dengan pria, pacaran, apalagi jatuh cinta."
"Tapi bagaimana jika itu benar? Cucu kita menyukai seorang pria dan sedang jatuh cinta. Dan karena itu dia kabur karena ingin mencari cinta dan kebahagiaan hidupnya."
__ADS_1
May termangu mendengarnya."Apa kakak tahu siapa yang di cintai? apa pria itu juga mencintai Rara?"
"Tentu saja! Keduanya saling mencintai hanya belum mengakui perasaan masing-masing. Keduanya memendam dalam luka dan penderitaan. Sebelumnya aku tidak mendukung cinta mereka, tapi hatiku luluh melihat penderitaan, cinta dan kebahagiaan di wajah cucuku. Rara mencintai pria itu."
"Lalu siapa pria itu? Apa kakak mengenalnya?"
"Bukan hanya aku, tapi kita semua sangat mengenalnya. Hanya saja dia dan Rara tidak saling mengenal sama sekali. Takdir yang mempertemukan mereka. Cinta dan jodoh yang akan menyatukan keduanya. Bersiaplah... tidak lama lagi Kita akan memiliki menantu laki laki dari cucu pertama kita!" kata Rafa tersenyum lebar.
Ara terhenyak, semakin tidak mengerti perkataan suaminya. Dia segera mengangkat kepalanya dan menatap manik mata suaminya.
Rafa memegang lembut wajah istrinya. Melihat kebingungan di wajah itu.
"Bisakah kakak mengatakan siapa pria itu? Aku mohon." pinta Ara Rafa bicara jelas.
Rafa tersenyum. Suka melihat wajah serius keingintahuan ini. Dan dia tidak akan sanggup menolak keinginan dan permintaan wanita kesayangannya ini.
"Rangga Dionel Alkas!"
Dahi Ara mengerut, tampak berpikir. Kemudian wajahnya berubah setelah teringat sesuatu.
"Maksud kakak Rangga putra Cindy dan tuan Dion?"
Rafa mengangguk. Dan Ara di buat tercengang.
"Tapi bagaimana mungkin? Usia mereka terpaut jauh, keduanya sudah seperti ayah dan anak."
"Itulah yang namanya jodoh. Tidak melihat status atau usia."
"Dari mana kakak tahu mereka berjodoh?"
"Kau lupa saat Rara dalam kandungan Khanza? Rangga berkata akan menunggunya lahir, tumbuh besar, terus akan di nikahi sebagai pengganti Khanza yang tidak bisa di miliki."
"Tapi itu hanya candaan mereka."
"Tapi bagaimana jika Allah berkehendak lain? Sama seperti Cio dan Khanza dulu, telah di jodohkan Allah saat Khanza masih dalam kandungan mu. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan cara mereka sendiri?!"
Ara termangu mendengar penjelasan suaminya yang memang benar adanya.
"Rangga tidak mengetahui kalau May adalah Rara putri Khanza dan Cio. Hanya Rara yang tahu kalau Rangga adalah putra Alkas. Aku minta, rahasia kan ini dari Khanza dan Cio! Karena aku tidak ingin ada salah paham dan masalah. Kau sendiri tahu, Cio tidak menyukai Rangga sejak dulu sampai sekarang." kata Cio.
Bersambung.
__ADS_1
Dukung author ya, beri hadiah seikhlasnya...😘