
...Happy Reading....
Setelah kepergian Ara dan kedua anaknya, Cindy balik ke kamarnya dan duduk termenung di balkon. Pikirannya menerawang pada pembicaraannya dengan sahabatnya tadi. Kata kata Ara membuatnya tercengang.
"May Wulandari adalah Rai Rara, putri Khanza yang kabur. Dia menyamar menjadi orang lain dengan memakai identitas gadis lain."
Dan lebih membuat Cindy tercengang adalah alasan kaburnya Rara ke Amerika dan Australia. Yakni mencari pria yang di dikaguminya, yaitu Rad atau Rangga.
Ara juga menceritakan awal pertemuan Rangga dan Rara yang secara tidak sengaja hingga membuat keduanya dekat. Kebersamaan yang mereka lalui selama sebulan lebih hingga menumbuhkan rasa Cinta di antara keduanya.
Ara memintanya untuk merahasiakan semua itu dari Rangga dan Rara. Biarkan mereka sendiri yang menyatukan cinta keduanya. Karena mengingat Rangga bukan pria bebas dan telah menjadi milik perempuan lain. Cindy mengerti maksud Ara. Biar bagaimanapun Rachel telah berhubungan lama dengan Rangga dan keduanya akan segera menikah. Meski dia senang dan sangat ingin Rangga dan Rara bersatu, tapi dia tidak mau menjadi wanita jahat yang berpihak pada anak. Dia tidak mau egois hanya memikirkan kebahagiaan Rangga dan mengabaikan hati Rachel yang sakit dan terluka nanti.
Cindy menghela nafas panjang.
"Pantas saat pertama aku melihatnya di apartemen Rangga dulu, aku merasa seperti dekat dan mengenalnya. Tak di sangka gadis itu adalah Rara." gumamnya teringat kejadian di apartemen R² Rangga di Amerika. Di mana dia mendapati Rara dan Rangga bercengkrama, saling menggoda di meja makan. Manjanya Rara dalam gendongan Rangga, keras kepala tak mau memakai pakaian karena lapar.
Cindy sendiri sangat dekat dan sayang pada Rara. Gadis cantik yang saat bayi dulu sering di timang penuh kasih sayang, di gendong di peluk layaknya cucu sendiri. Saling bercengkrama saat bertemu tak kala dia mengunjungi Ara. Hingga Rara tumbuh menjadi gadis remaja keduanya tetap dekat. Di antara semua cucu Artawijaya hanya Rara yang dekat dengannya.
Dan kini tak di sangkanya, gadis remaja yang memiliki paras manis, cantik, sopan dan ramah itu mencintai Rangga, putranya.
Kisah lama terulang kembali. Dulu Dion mencintai Ara tapi tidak bisa memilikinya karena Ara tidak mencintai Dion. Terus lahirnya Rangga dan mencintai Khanza tapi tetap tidak bisa dimiliki karena Khanza mencintai Cio. Cinta antara ayah dan anak itu berakhir menyakitkan karena tidak dapat memiliki wanita yang mereka cintai.
Sepertinya Allah mentakdirkan suatu rencana untuk menyatukan kedua keluarga lewat Rangga dan Rara. Karena keduanya saling mencintai tanpa kenal latar belakang keluarga mereka yang sangat dekat.
Jujur Cindy sangat senang mendengar penuturan sahabatnya itu. Yaitu tentang Rangga dan Rara saling mencintai. Karena sudah lama putranya tidak merasakan kebahagiaan, hidup dalam luka dan kecewa karena tidak dapat memiliki Khanza. Cindy ingin Rangga dan Rara saling memiliki dan menikah. Tapi mengingat hubungan Rangga dan Rachel yang sudah lama terjalin membuatnya tertekan.
"Ma.....!" panggilan dari arah belakang. Suara itu membuyarkan lamunannya. Cindy segera menoleh ke belakang. Di lihatnya Rangga mendekat ke arahnya. Cindy segera bangkit berdiri menyambut putranya. Rangga segera menyalami mamanya ketika dekat.
Cindy menatap wajah putranya beberapa saat.
Wajah yang terlihat bahagia saat bersama Rara ketika mereka bersama di apartemen.
"Ada apa?" tanya Rangga merasa di tatap seperti itu.
Cindy segera mengulas senyum.
"Tidak apa-apa. Mari duduk." ajak Cindy. Keduanya segera duduk.
Rangga hendak menanyakan tamu yang datang tadi, tapi keduluan oleh Cindy yang bertanya.
"Di mana gadis itu?" tanya Cindy menanyakan Rara (May).
__ADS_1
Rangga menatap Cindy.
"Ma, apa yang di katakan Rachel tentang May tidak benar. May bukan seorang pencuri. Dia tidak mencuri apa pun. Dia jebak!" kata Rangga menjelaskan kebenaran yang terjadi di butik.
Tanpa di katakan Rangga pun, Cindy tahu May Rara bukan seorang pencuri. Untuk apa dia mencuri di butik milik Nesa, neneknya sendiri?
"May memang gadis biasa bahkan terbilang susah. Tapi dia bukan pencuri dan tidak mungkin mencuri. Aku memang belum lama mengenalnya, tapi aku tahu dirinya." kata Rangga kembali menekan Cindy agar percaya padanya.
"Tentu saja kau sangat mengenalnya. Karena kau telah bersamanya saat dia tumbuh dalam rahim Khanza." batin Cindy.
"Aku yakin Rachel telah menjebaknya. Pencurian itu taktik Rachel untuk mempermalukan May di depan umum karena kebenciannya pada May. Aku harap mama percaya pada May dan tidak termakan omongan Rachel." kata Rangga kembali.
"Ma....!" Rangga menyentuh tangan Cindy karena melihat wanita yang telah melahirkannya ini hanya diam melamun.
Cindy menarik nafas panjang.
"Mama tidak berpikir buruk padanya. Kau sudah bilang dia gadis baik dan jujur. Mama percaya sama kamu. Mama hanya bertanya di mana gadis itu setelah mengalami tuduhan buruk? Dia pasti sedih dan terluka saat ini. Pada siapa tempat dia berbagi luka dan kesedihannya setelah mengalami insiden memalukan itu? Sementara katamu, dia hanya seorang diri di sini, tak punya kerabat atau keluarga." kata Cindy panjang.
Rangga termangu mendengar perkataan mamanya. Dia mengira mamanya terpengaruh laporan Rachel, terus ikutan menghina dan merendahkan May. Tapi ternyata mamanya justru khawatir dengan keadaan May.
Rangga tersenyum senang. Dia memegang kedua tangan Cindy."Terimakasih Ma, percaya pada May."
"Terus mana dia?"
"Aku membawanya pergi. Tapi dia meninggalkanku. Saat ini dia sedang menenangkan dirinya. Tapi entah di mana." kata Rangga.
"Mengenai keberadaan dirinya di Australia, aku sama sekali tidak tahu. Aku juga terkejut saat melihat dia ada di sini. Ku kira dia telah kembali ke Bandung. Dia datang bersama Sean, untuk mencari seseorang!"
"Dan orang itu adalah kamu." kata Cindy Tapi hanya sampai di kerongkongan. Cindy sangat sedih melihat cinta keduanya. Saling mencintai tanpa saling mengetahui. Padahal keduanya sudah dekat, dan selalu bersama.
"Apa dia sudah menemukan orang yang di carinya?" tanya Cindy pura pura.
"Entahlah ma. Aku tidak tahu pasti."
"Siapa yang di carinya? Mama boleh mengetahuinya?"
"Seorang pria, yang di kaguminya.....dan mungkin di cintainya." kata Rangga lemah tanpa gairah setelah beberapa saat berpikir untuk jujur atau tidak pada mamanya.
"Kau sudah tahu, May mencintai pria lain, Apa kau masih ingin terus mencintainya?" tanya Cindy.
Rangga terpaku mendengar pertanyaan itu. Dia terdiam untuk beberapa saat sambil menatap wajah Cindy. Lalu membuang nafas berat. Bangkit berdiri dan berjalan ke railing balkon, melihat pemandangan di luar sana.
__ADS_1
Cindy bangkit berdiri, menyusul putranya
Dia berdiri di samping Rangga, mengikuti pandangan Rangga ke depan.
Rangga menghadap setengah pada mamanya.
"Aku ingin menjauh, tapi hatiku terus membawa kembali kepadanya. Rasa cinta ini semakin kuat dan dalam meski aku tahu dia mengagumi pria lain." kata Rangga.
Cindy menatap netra yang merah. Hatinya iba melihat penderitaan ini.
"Dan apa kau akan menyerah begitu saja tanpa berusaha melakukan sesuatu? Apa kau akan membiarkan gadis yang kau cintai bersama dengan pria lain?"
Rangga menatap wajah Cindy dalam dalam."Apa yang bisa ku lakukan ma? May mencintai pria lain, sama seperti Khanza dulu." kata Rangga sedih di sertai luapan kekesalan. Kesal karena lagi lagi kisah cintanya yang menyakitkan terulang lagi. Mencintai wanita yang mencintai pria lain.
"Mungkin aku memang harus menjauhi May agar hidupnya aman dan tanpa ada masalah. Karena Rachel akan terus menyakiti May dengan berbagai cara jika aku masih dekat dengan May." kata Rangga. "Aku akan mengikhlaskan May dengan pria lain jika pria itu membuatnya bahagia." sambungnya kembali.
Ya....dia akan merelakan May pada pria lain sama seperti Khanza dulu. Tak mengapa bila dia harus menanggung kesakitan kembali, demi kebahagiaan wanita yang di cintainya.
Cindy terenyuh mendengar ucapan pasrah yang menyakitkan.
Rangga menekan kedua matanya yang basah. "Jika tak ada yang ingin mama bicara kan, aku pergi dulu." pamitnya, lalu beranjak pergi meninggalkan Cindy yang merasa kasihan dan bersalah karena tidak mengatakan yang sebenarnya.
"Tadi bibi Ara datang ke sini. Dia mengatakan putri Khanza, Rai Rara belum kembali. Apa kau tidak ingin mencari keberadaan Rai Rara?" suara Cindy menghentikan langkahnya.
Rangga segera berbalik dan menatap mamanya.
"Mama tahu kamu telah memutuskan hubungan dengan Khanza karena janjimu pada tuan Sahreza Gracio. Tapi Rai Rara tidak ada hubungannya dengan masa lalu antara kau, Cio dan Khanza!" kata Cindy kembali.
"Maaf ma, aku tidak bisa membantu. Begitu sulitnya aku melupakan Khanza. Aku tidak mau luka yang sulit ku sembuhkan terbuka kembali." kata Rangga, lalu berbalik dan melangkah pergi.
"Mama mohon carilah Rara! Bibi Ara mengatakan dia kabur karena mencari cinta dan kebahagiaannya." Kata Cindy agak keras karena Rangga mulai menjauh.
Rangga mendengar perkataan itu, tapi dia terus melangkah dan melamunkan Khanza yang di lihatnya tadi. Melihat wanita itu, kembali membuat luka lamanya terbuka lagi dan sakit. Di tambah lagi, dia tidak dapat memiliki May dan kehilangan dirinya, Semakin menambah sakit luka yang di rasakan.
Sementara Cindy.....
"Semoga saja dia mengerti dan dapat menangkap kata kataku." gumam Cindy. Kata katanya tadi yang mengatakan RARA KABUR DARI RUMAH KARENA MENGEJAR CINTA DAN KEBAHAGIAANNYA
...Bersambung....
Tinggalkan jejak dukungan kalau suka karya author.....
__ADS_1