
...Happy Reading....
May tiba di Mall X. Pusat perbelanjaan ini sedang mengadakan promo besar besaran jadi sangat ramai dengan pengunjung yang ingin berburu diskon.
Dia kesini untuk memenuhi permintaan Sofi yang ingin di temani belanja. Keduanya datang secara terpisah karena semalam Sofi tidak menginap di hotel dengannya, tapi di rumah bibinya. May tidak ikut menginap di rumah bibi Sofi karena tidak mau ketahuan.
"Kamu di mana Fi?" tanya May lewat telepon.
"Aku di pintu masuk dekat Jam raksasa." kata Sofi dari seberang.
"Oke aku akan ke sana." May menutup panggilan sembari berjalan ke jam raksasa tempat Sofi menunggu. Tak sulit menemukan sahabatnya itu. Apalagi Sofi memberi lambaian tangan kepadanya.
"Ayo kita ke lantai 4. Aku ingin melihat sepatu branded keluaran terbaru. Diskonnya 50%." kata Sofi antusias. Dia menarik tangan May. Keduanya menuju Lift. Bertepatan dengan Rangga yang baru turun dan keluar dari lift. Dia berjalan tergesa-gesa karena mengejar waktu untuk ke perusahaan X. Langkahnya melambat tak kala melihat May dan temannya yang tampak berjalan terburu-buru mendekat ke arahnya."May __" Gumamnya.
__ADS_1
"Cepat May, ntar stok sepatu habis." Sofi menarik tangan May untuk lebih cepat menuju lift. Keduanya belum menyadari sedang di perhatikan Rangga dari depan.
Tapi sesaat kemudian, langkah ke duanya melambat setelah menyadari ada Rangga di depan sana sedang melihat kepada mereka.
"Pak Rangga May." bisik Sofi Meski dia tahu May telah melihat pria itu.
"Tidak usah di hiraukan. Jalan saja. Jangan di tegur. Aku tidak mau berurusan lagi dengannya." jawab May sembari menatap wajah Rangga yang sudah semakin dekat dengan mereka. Rangga yang berjalan sembari menatapnya. Wajah May yang tadinya ceria di buat dingin tanpa ekspresi. Begitu dekat dia membuang pandangan ke arah lain dan berjalan melewati Rangga tanpa kata.
Langkah Rangga terhenti. Dadanya begitu sesak dengan sikap May yang cuek dan mengacuhkannya. Dia berbalik, melihat kedua gadis itu masuk ke dalam lift dan membawa ke atas. Rangga membuang nafas berat, menghempaskan kekecewaan yang dia rasakan. Sepertinya May memang tidak ingin lagi berhubungan dengannya. Meski sakit, dia mengerti kenapa gadis itu menjauhinya dan bersikap seperti itu. Mungkin memang benar, May tidak mencintainya, hanya menganggap dirinya teman dan seperti papanya. Tidak mungkin May menyukai pria tua seperti dirinya.
"Pak, asisten pimpinan perusahaan X mengirim pesan. Mereka sedang menunggu kedatangan Anda." Verdy membuyarkan lamunannya.
Rangga melihat ke atas, ke arah lift yang membawa May dan Sofi. Lalu dia berbalik dan melanjutkan langkah.
__ADS_1
"Keterlaluan banget lo Ra, gak negur pak Rangga." kata Sofi begitu mereka keluar dari lift dan telah tiba di lantai yang menjadi tujuan. May tidak menjawab.
"Gue gak tega lihat wajahnya, Kasihan banget deh." kata Sofi kembali teringat raut wajah Rangga yang menyedihkan saat berpapasan dengan mereka dan di acuhkan May. Tapi dia mengerti kenapa May bersikap begitu.
May lagi lagi tak berkata apapun, No Komen dengan perkataan sahabatnya itu. Jujur dia pun tidak tega melihat wajah muram Rangga yang di cuekin. Dia tidak ingin menghindari Rangga. Justru dia rindu dengan pria itu. Hatinya tidak akan bisa berbohong. Dia senang saat bertemu dengan Rangga di jalan raya dan juga barusan tadi. Kerinduannya terobati.
"Maaf Om, aku tidak bermaksud menghindari mu. Ini yang terbaik untuk menjaga hati semua orang dan menjauh dari masalah." batin May sedih. Ingin menjauh dan menghindari tapi malah selalu di pertemukan. Jika terus di pertemukan seperti itu, bagaimana aku bisa melupakan pria tua itu?
"Hei Rai Rara, bengong aja." kata Sofi agak keras seraya menyenggol lengannya.
"Kamu ini bikin kaget saja." sentak May dongkol karena terkejut."Sudah ku katakan berulangkali jangan menyebut nama asliku di sini. Panggil May... May." katanya lagi dengan ketus. Dia Khawatir kali aja ada orang orang kakeknya di tempat ini. May memperbaiki rambut palsu dan topinya. Menjaga jangan sampai ada yang mengenalnya di tempat ini.
"Iya__ iya maaf Nona May. Aku lupa." Sofi cengengesan. Lalu mengejar May yang telah meninggalkannya. Selanjutnya keduanya berburu barang barang branded. Keduanya dengan senang hati menghamburkan uang untuk membayar barang-barang mewah yang sedang turun harga tersebut. Dan tanpa sadar May menggunakan kartu kredit pemberian Rangga.
__ADS_1
Bersambung.