Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
83. Mengubah suara


__ADS_3

...Lanjut ya guys. Maaf kelamaan up....


...Happy Reading....


Saat ini Rangga sedang berada di apartemennya. Hari ini dia tidak datang ke kantor dan bekerja seperti biasanya. Sudah sangat lama dia di tempat itu dan berbicara seorang diri seperti orang yang tidak waras. Dia sedang belajar cara merubah suara. Baik nada dan gaya berbicara dengan bantuan dokter pribadi. Dia ingin merubah dirinya menjadi Rad. Agar May tidak dapat mengenalinya sebagai Rangga. Sudah 6 jam lamanya dia belajar dengan gigih dan akhirnya membuahkan hasil. Dokter mengatakan harus membiasakan diri berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan status kepribadian yang berbeda. Tidak boleh emosi dan harus sabar meski dalam situasi apapun.


Dreet__dreet__ Dreet __


Bunyi getaran ponsel menghentikan gerakan bibir Rangga. Dia mendekati benda pipih itu dan meraihnya. Sean yang memanggil. Beberapa jam lalu dia mengirim pesan pada Sean untuk menghubunginya jika Sean tidak sibuk.


Rangga menoleh pada dokter pribadi. Dia menyuruh sang dokter untuk istirahat. Karena sudah cukup lama menemaninya. Dokter itu segera keluar. Setelah dokter pergi, Rangga menelpon balik Sean.


"Kenapa kau meminta ku untuk menghubungi mu?" suara Sean dari seberang begitu telepon tersambung.


"Aku ada perlu denganmu!" ucap Rangga.


"Siapa ini?" tanya Sean dari seberang begitu mendengar suara lain. Bukan suara Rangga.


Rangga tersenyum mendengar pertanyaan Sean. Ternyata dia berhasil merubah nada bicara dan gaya bahasanya. Buktinya Sean tidak mengenal suaranya.


"Siapa lagi? Aku lah __ RANGGA!" jawabnya.


"Kenapa suara lo aneh begitu? Terdengar lain, bukan seperti suara Lo."


"Artinya usaha ku tak sia sia." kata RANGGA tersenyum senang.


Sean semakin bingung "Memang apa yang kau lakukan?" tanyanya.


"Nanti saja ku katakan! Aku ingin meminta bantuan mu! Aku mengatakan sesuatu, dengarkan baik baik!" kata Rangga.


Wajah Sean mengernyit, penasaran dengan apa yang hendak di katakan sahabatnya ini.


Pertama tama Rangga menceritakan alasan kedatangan May ke Eropa dan Australia. Yang mana May sedang mencari seorang pria yang merupakan idolanya bernama Rad. Dan beberapa hari lalu May telah menemukan Rad secara tidak sengaja. May tidak curiga kalau RAD yang merupakan idolanya itu adalah RANGGA. Rangga ingin menjadi Rad agar bisa dekat dengan May dan mencari tahu perasaan May kepadanya.


Di seberang sana Sean tampak mengingat sesuatu. Dulu May pernah bilang kepadanya ingin mencari seseorang di Australia. Dan May butuh bantuannya. Dia belum bisa membantu May karena terlalu sibuk. May juga tidak enak memaksanya karena May tahu dia sibuk. Sean tidak menyangka kalau ternyata orang yang di cari May adalah Rangga sendiri, yang memakai identitas sebagai Rad."Sepertinya tuhan memang mentakdirkan keduanya untuk saling memiliki." pikir Sean."Baik, aku akan membantumu. Katakan apa yang harus ku lakukan?" katanya kemudian.


Rangga senang, Sean bersedia membantunya. Dia segera mengatakan bantuan yang di inginkan. Telepon di tutup.


Rangga senyum senyum sendiri sambil menatap wajah May di galeri ponselnya. Dia masih belum bisa Percaya dan tidak menyangka ternyata pria yang di cari May hampir dua bulan terakhir adalah dirinya. Pria yang membuat May kabur dari rumah, datang ke Eropa dan Australia. Pria yang membuat May menunda kuliah dan mengabaikan masa depan. Pria yang membuat May bekerja menjadi OB. Pria yang membuat May rela mendapat perlakuan buruk serta tindak kekerasan dari Rahel dan Clara. Pria yang di rindukan May, selalu di doakan di setiap malam agar dapat bertemu seperti syair lagu yang di nyanyikan May dulu. Pria yang membuatnya cemburu setiap kali May mengatakannya.

__ADS_1


Sekarang yang menjadi pertanyaan Rangga adalah, apa May suka dan jatuh cinta pada Rad? Yang notabenenya adalah Rangga, dirinya sendiri. Dan jika May mencintai Rad, maka dia akan membatalkan pernikahannya dengan Rachel bagaimana pun caranya.


Rangga akan mencari tahu perasaan May pada Rad. Dan karena itu dia butuh bantuan Sean dan juga Verdy asistennya. Sekarang dia memakai dua ponsel dan dua nomor. Satu milik Rad dan satunya Rangga. Rangga meraih ponsel Rad, membuka Instagramnya, lalu mengunggah sesuatu. Berharap unggahan itu segera di lihat May. Dia membuka Instragram May yang di dapatnya semalam. Instragram yang hanya menggunakan profil bunga. Ingin rasanya dia mengirim pesan pada gadis itu, tapi di tahan sekuat hati.


Rangga teringat kata kata May saat May memperhatikan wajahnya dulu dengan cermat."Seandainya mata ini berwarna coklat hitam, tidak berewokan, potongan rambut haircut, pasti wajahnya mirip Om. Dia sangat tampan dan berkarisma. Pria Asia banget." kata May mengatakan ciri ciri pria yang di cari May yang hampir mirip dirinya. Dan dia tidak berpikir sedikit pun, tidak curiga sedikitpun kalau pria yang dimaksud May adalah dia sendiri.


Ponselnya kembali bergetar, membuyarkan lamunannya. Dia menoleh pada benda pipih itu. Verdy yang menelepon. Rangga segera mengambil benda itu dan di angkatnya.


"Tuan, Nona May dan temannya sudah pindah hotel. Mereka menginap di hotel X. Dan sekretaris baru Anda sudah ada. Dia cerdas dan profesional."


"Bagus. Ikut terus aktivitas keduanya, terutama May."


"Baik Tuan! Saya juga ingin menyampaikan, Nona Rachel sementara menuju ke tempat Anda. Dapat di perkirakan 10 menit lagi sampai!" kata Verdy kembali.


"Terimakasih atas informasi mu!" ucap Rangga, lalu mematikan sambungan telepon. Rachel menghubunginya berulang kali dan juga mengirim beberapa pesan. Rachel menanyakan alasannya tidak masuk kantor. Dan dia memberi alasan tidak sehat. Wanita itu pasti khawatir setelah mengetahui keadaannya dan datang kemari.


Rangga bergerak cepat menyembunyikan ponsel Rad dan membereskan kamar. Semenit berlalu, pintu kamar di ketuk. Masuklah pelayan yang mengurus apartemennya. Di belakangnya berdiri Rachel.


"Maaf tuan, Nona Rachel ingin bertemu dengan Anda." katanya sopan.


Sebelum Rangga menjawab, Rachel langsung melenggang masuk mendekati Rangga yang terbaring di kursi pijat sedang menikmati pijatan dari kursi canggih itu. Tak perlu menunggu jawaban ataupun izin untuk masuk, karena dia adalah calon istri Rangga. Begitu yang ada dalam pikirannya.


"Sayang, kamu sakit apa?" Rachel meletakkan telapak tangannya ke dahi Rangga, hangat terasa oleh telapak tangannya.


"Aku tidak apa apa, hanya tidak sehat saja." jawab Rangga seraya duduk.


"Tubuhmu hangat. Kenapa gak kasih tahu aku kalau kamu sakit? Aku bisa kesini dan merawat mu." omel Rachel dengan nada manja, memperlihatkan perhatian.


"Hanya panas ringan. Dokter baru saja pergi dan memberi obat. Sudah gak apa-apa kok." Rangga bangkit dan pergi ke meja kerja.


"Syukurlah." Rachel mengikuti dari belakang. Dia memeluk Rangga dari belakang. Rangga kaget.


"Aku khawatir dengan keadaan mu. Biarkan aku memeluk mu. Kau sedang sakit. Aku dengar, pelukan wanita dan juga sentuhannya adalah obat untuk menurunkan suhu panas tubuh seseorang." kata Rachel dengan manja merayu menggoda. Dia memeluk erat perut rata Rangga, membenamkan wajahnya di punggung pria ini sembari menyerap aroma wangi tubuh Rangga.


Rangga terdiam, batal melepaskan tangan Rachael yang melingkar erat di perutnya. Terselip rasa bersalah di hati pada wanita yang telah memberikan kontribusi besar dan juga membuatnya orang yang berhasil seperti sekarang ini. Meski semua kesuksesannya adalah hasil dari kerja kerasnya, tapi Rachel ikut andil. Hanya saja dia tidak menyangka kerja keras Rachel, ketulusan dalam mendampinginya selama ini karena ada maunya. Yaitu dirinya...Rachel mencintai dirinya, menginginkan dirinya. Padahal dia menggaji tinggi wanita ini dengan nilai yang fantastis. Juga memberikan beberapa fasilitas mewah seperti beberapa mobil mewah, beberapa hunian mewah berupa apartemen dan villa. Juga fasilitas mewah lainnya. Harga yang sangat sepadan untuk kerja kerasnya sebagai wakil direktur.


Sebenarnya niatnya bekerja keras selama ini karena hanya untuk dapat melupakan Khanza. Untuk mengalihkan dunianya, pikirannya dari bayang bayang Khanza, mengobati rasa sakitnya, terluka karena khanza. Tak menyangka kerja kerasnya malah mengantarkannya menjadi pria sukses memiliki segalanya.


Dan sebesar apapun perhatian, kontribusi, Cinta Rachel kepadanya tidak dapat membuatnya menaruh sedikit rasa pada wanita ini. Hati dan cinta tidak dapat di paksakan. Rasa itu telah mati setelah patah hati oleh wanita di masa lalu. Tak ada lagi hasrat untuk mencintai. Hingga rasa itu datang kembali setelah hadirnya May Wulandari. May bukan hanya sekedar membuat hatinya yang telah lama mati hidup kembali, tapi juga dapat membuatnya bahagia hingga dapat menghilangkan sedikit rasa cinta di hatinya pada Khanza.

__ADS_1


May __ teringat gadis itu membuat Rangga menyadari pelukan Rachel di perutnya. Dia segera melepas pelukan tangan Rachael dengan memaksa.


"Duduk lah Rachel." katanya kemudian. Lalu menuju kursi kerja dan menjatuhkan bokongnya. Rachel mendengus pelan. Meski sebentar lagi menikah, Rangga selalu menghindar tidak mau bersentuhan fisik dengannya. Rachel menguatkan hatinya."Sabar Rahel, sebentar lagi kau akan memilikinya." menenangkan diri sendiri.


Dia duduk di depan Rangga. Memperhatikan wajah Rangga yang agak pucat.


"Sebentar lagi kita akan menikah. Aku harap kau bisa menjaga kesehatan. Aku tidak ingin ada kendala lagi dalam pernikahan kita."


"Bagiamana rapat hari ini?" Rangga mengalihkan pembicaraan alih-alih meladeni perhatian Rachel.


"Lancar, tidak ada yang perlu kamu Khawatirkan!" kata Rachel."Besok pukul 10 siang kau punya agenda pertemuan dengan perwakilan dari perusahaan X. Nanti mereka akan memberi kabar kembali tempat pertemuannya." kata Rachel.


Dahi Rangga mengerut mendengar perkataannya. Berati Rachel telah berhasil melakukan kontrak kerja dengan perusahaan besar itu.


"Bagaimana caranya kau bisa melakukannya? Katamu perusahaan itu tidak sembarangan melakukan negosiasi apalagi sampai melakukan hubungan kerja sama dengan pihak lain." katanya penuh tanya.


"Aku telah me lobi sekretarisnya dengan mengeluarkan uang banyak untuk melakukan pendekatan. Aku menggunakan uang perusahaan." kata Rachel.


Wajah Rangga kembali mengernyit., kaget dengan apa yang di lakukan tanpa memberi tahu dirinya"Tapi keuangan perusahaan sedang terpuruk. Bagaimana jika pimpinannya tidak menanggapi negosiasi dari perusahaan kita?" menatap tajam Rachel."Seharusnya kau bicarakan hal ini dulu dengan ku."


"Aku tahu apa yang ku lakukan! Apa kau tidak percaya padaku?" tanya Rachel.


"Kau tahu sendiri, harga pasar saham saat ini sedang tidak stabil. Dan itu berdampak buruk pada keuangan perusahaan!"


Rachel tersenyum manis. Dia bangkit melangkah mendekati dan berdiri di belakang Rangga. Membungkuk sedikit, lalu mengalungkan kedua tangan di bahu Rangga.


"Sudah 10 tahun aku mendampingi mu, apa ada satu masalah perusahaan yang tidak berhasil ku selesai kan?" bisiknya tepat di telinga kanan Rangga.


Rangga terdiam. Memang selama ini Rachel dapat di andalkan. Semua masalah perusahaan dapat di atasi oleh wanita ini.


"Aku menemukan beberapa struk pembayaran menggunakan uang perusahaan. Dan jumlahnya cukup fantastis. Aku tidak tahu uang tersebut di gunakan untuk apa. Yang jelas pengeluaran itu salah satu yang membuat dampak buruk pada keuangan perusahaan." kata Rachel kembali. Mendapati ada hal yang aneh pada pengeluaran kas perusahaan. Dan pengeluaran itu bukan di gunakan untuk kepentingan perusahaan, tapi hal lain. Dia memeriksa secara diam-diam.


Rangga mengalihkan pandangannya ke arah lain mendengar penuturan itu. Tidak ingin Rachel mendapatkan jawaban dari raut wajahnya. Karena dia menggunakan sebagian uang perusahaan dan uang pribadinya guna membeli beberapa property buat May Wulandari.


Bersambung.


Maaf baru bisa Up. Author sibuk banget hampir dua bulan ini ( Sibuk dengan Paket Kue kering untuk lebaran). Alhamdulillah, jumlahnya cukup banyak.


Semoga saja masih ada reader yang mau mampir ke novel ini dan meninggalkan dukungan 🙏🏻😘

__ADS_1


__ADS_2