Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
28. I hate you Om


__ADS_3

...Happy Reading....


Sementara Rad atau Rangga setelah berhasil pergi dari tempat itu terus melajukan mobilnya pelan pelan. Dia melepas topi dan mantelnya. Lalu memasang kembali jenggot dan kumis palsunya, juga softlens birunya. Dia yang mengikuti May sejak tadi. Sebenarnya dia tidak berniat mengikuti gadis itu. Kebetulan dia juga singgah di mesjid itu untuk shalat dan melihat May masuk ke dalam. Dia ingin menyambangi May setelah shalat, tapi saat itu dia lagi bersama Rachel. Rachel sedang menunggunya di mobil.


Rangga bingung melihat May pergi ke restoran, ke hotel. Mau apa dia ke tempat itu? Ke hotel, apa mau tinggal di situ? Karena dia meminta May untuk tinggal di hotel saja dari pada di apartemen. Terus pergi ke restoran apa mau makan?


Setelah mengantar Rachel ke apartemen wanita itu, dia pulang ke toko bunga. Dia melihat May sedang berjalan di trotoar tak jauh dari toko bunga. Apa dia dari toko bunga? Apa dia baru membeli bunga? Atau ingin bertemu Michelle? Karena dia telah mempekerjakan gadis kecil itu di toko bunganya.


Karena penasaran, dia keluar dari mobil ingin menemui May. Tapi saat keluar dari mobil, malah ketahuan oleh para fansnya. Dia buru-buru pergi dari tempat itu sebelum mengajak May pergi bersamanya.


Rangga menepikan mobil karena terpikir sesuatu. Jangan jangan May ke restoran ingin makan tapi tidak memiliki uang untuk membayar makanan mahal. Dia tahu gadis itu selalu kelaparan dan menahan lapar meski perutnya berbunyi berulang ulang minta di isi. Rangga mengambil ponsel dan mengetik.


"Kamu di mana?" di kirim ke kontak May yang tertera My'OB. Dia bertanya begitu untuk memastikan apa May masih di tempat itu atau sudah pulang.


Di dalam taksi, perjalanan pulang ke apartemen.....Ponsel May di rasa bergetar, dia segera mengambilnya dan melihat pesan yang masuk. Wajahnya mengernyit setelah melihat si pengirim pesan, My'Bos.


"Ngapain dia bertanya begitu? Apa dia mau menyuruhku lagi? Ini kan bukan jam kerjaku lagi!" gumamnya dengan wajah masam.


"Kenapa?" balasnya kemudian.


"Jawab saja!" balas Rangga.


"Udah tidur. Tapi ke ganggu sama pesan yang gak penting ini!" balas May menambahkan emoti ketus.


"Sudah, kamu jangan bohong, kamu di mana sekarang!" balas Rangga sambil tersenyum. Sudah dapat di pastikan gadis itu pasti lagi kesal.


"Untuk apa Om tanya aku di mana? Shift kerjaku sampai jam 5. Jadi Om jangan nyuruh aku lagi!"


"Tidak, jawab saja kamu di mana? Apa di apartemen? Aku ke sana sekarang!"


"Ehh...tunggu! Mau apa Om?"


"Ada perlulah....! Sudah ya, aku kesana sekarang. 20 menit lagi nyampe! By.....!" telepon di matikan.


"Hah, 20 menit?" May kelabakan. Sementara dia baru setengah perjalanan."Pak, lebih cepat ya, aku buru-buru nih! Tapi hati hati!" katanya pada sopir.


20 menit berlalu Rangga sampai di pintu masuk apartemen. Sengaja melambatkan mobil karena dia tahu May masih dalam perjalanan pulang.

__ADS_1


Tidak berapa lama, taksi yang di tumpangi May tiba. May segera turun setelah membayar taksi. Dia melihat Rangga berdiri di samping mobilnya.


"Om... sudah lama di sini?"


"Baru juga sampai!"


"Kok Om tahu aku tinggal di apartemen ini?"


"Bukankah kamu sendiri yang bilang tinggal di apartemen X? dan hanya apartemen ini yang berada di kawasan ini!"


May mencoba mengingat, tapi dia lupa.


"Katanya kamu ada di apartemen dan sedang tidur? Tapi malah berada di luar!" kata Rangga menatapnya.


May menatap sinis."Aku bohong karena tidak mau di suruh di luar jam kerja ku." katanya jujur.


"Kamu pikir aku bos yang sekejam itu pada karyawan tanpa melihat jam kerjanya?" kata Rangga menahan senyum melihat kekesalan di wajah manis itu. Di akui seharian ini dia banyak menyuruh May karena ingin menjauhkan gadis itu dari Sean.


"Gak kejam, tapi menjengkelkan! Om benar benar menyebalkan, menyebalkan menyebalkaaaaan....!" teriak May menatap tajam. Ingat kelakuan Rangga tadi yang menyuruhnya ke sana kemari dan menyuruhnya membuat kopi berulang ulang dengan alasan takaran bahan tidak sesuai dengan yang Rangga inginkan. Entah kopi seperti apa yang dia inginkan. Membuatnya capek dan kakinya pegal ke sana kemari.


Rangga tersedak sendiri, batuk batuk kecil dengan senyuman kecil dengan teriakan luapan kekesalan itu.


"Gak lucu! Om pasti sengaja ngerjain aku kan?"


Senyuman Rangga lepas.


"Ngerjain kamu gimana? Itu memang tugas seorang karyawan, harus mematuhi perintah atasannya! Lagian salah sendiri sudah di bilang gak usah kerja, kuliah saja, lanjut pendidikan. Tapi gak mau dengar dan nurut!"


"Udah ah....mulai lagi bicaranya ke situ! Nyebelin banget! Sekarang katakan ada apa Om ingin ketemu sama aku!" kata May ketus semakin kesal.


"Ikut aku!" kata Rangga seraya menarik tangannya, dan membawanya masuk ke mobil.


May kaget."Om mau bawa aku kemana?"


"Ikut saja dan diam!" kata Rangga seraya. melarikan kendaraan.


"Om gak nyulik aku kan?"

__ADS_1


Rangga terkekeh"Iya, anggap saja aku nyulik kamu! Sudah, jangan berpikir buruk! Judes amat!"


"Ya semua karena Om, kakiku pegal kesana kemari. Baru juga sembuh udah Om buat sakit lagi....!" May tetap tak mau kalah.


"Iya iya sudah.... Om minta maaf!" Rangga mengalah. Wanita memang maunya yang paling benar dan tidak mau di salahkan.


May membuang muka juteknya ke samping. Tak mau lagi beradu argumen setelah mendengar kata 'Maaf'. Dia menekan perutnya yang berbunyi. May menguap, tidak lama kemudian tertidur.


Rangga mengusap puncak kepalanya lembut.


Dia tiba tiba memutar kemudi. Sebenarnya dia mau mengajak May ke restoran, tapi karena gadis itu sudah tertidur, dia membawanya ke hotel.


Mobil memasuki halaman hotel yang luas. Terus menuju tempat parkir pribadi yang berada di atas. Di sana sudah menunggu manager hotel yang telah di hubungi dalam perjalanan. Rangga segera mengangkat May pelan pelan agar tidak terbangun. Manager hanya diam memperhatikan. Untuk pertama kalinya Bosnya ini membawa wanita ke kamar presidential suite miliknya. Tapi aneh di mata manager, karena wanita ini gadis belia yang masih sangat muda, seperti anak sendiri. Apa gadis ini kekasih bos? Masa bos suka sama gadis anak remaja yang masih ingusan? Sementara dia sudah punya kekasih yang bernama Rachel, wanita karir yang matang. Yang di percayakan mengurus Perusahaan R². Dan wanita itu tidak pernah di ajak sama sekali menginap di kamar ini.


Rangga memberi isyarat pada manager untuk meninggalkan mereka dan menunggu perintah selanjutnya. Dia membawa May ke kamar suite miliknya, lalu di baringkan di atas ranjang. Dia melepas tas, mantel, dan sepatu May pelan pelan. Lalu menyelimutinya. Di pandangnya wajah May yang tampak tertidur nyenyak, seraya mengusap puncak kepalanya lembut. Beberapa saat kemudian dia manarik tangannya dari kepala gadis itu, tapi tiba tiba di pegang May."You suck....you suck." kata May menunjukkan telunjuk kirinya ke wajah Rangga, menatap sayu.


Rangga kaget. Dia melihat mata May yang terbuka, menatap kepadanya."I hate you, I hate you...Om menyebalkan!" Kata May pelan, sambil membawa tangan Rangga ke dalam dekapannya. Lalu perlahan matanya tertutup. Dia kembali tertidur.


Wajah Rangga mengernyit "Apa dia bermimpi?"


Rangga memerhatikan wajahnya. Tampak tenang tak ada ekspresi apapun. Yang terdengar hanya hembusan nafas May yang keluar masuk lewat hidung.


"Sepertinya dia memang bermimpi!" gumam Rangga.


"Kau pasti sangat kesal padaku, hingga terbawa sampai ke alam tidur mu. Maafkan aku!" ucap Rangga. Dia melihat jam tangannya, sudah pukul 11 malam.


Rangga duduk di bibir ranjang, menunggu pegangan tangan May renggang. Tak tega menarik paksa, khawatir May terbangun. Terdengar bunyi dari perut May yang ditangkap oleh telinganya.


"Sudah ku duga kau pasti lapar. Kenapa untuk urusan perut kau sangat pelit?" gumamnya menatap wajah May.


Dia mengambil ponsel di saku dan mengirim pesan ke Manager. Bertepatan dengan pesan masuk dari Manager.


Wajah Rangga berubah seketika setelah membaca pesan itu. Dengan pelan dia menarik tangannya dari dekapan tangan May.


Untuk selanjutnya dia melakukan sesuatu dengan cepat. Lalu segera keluar dengan terburu-buru. Pesan Manager terngiang terus di kepalanya "Tuan, Nona Rachel sedang menuju ke atas!"


Padahal Rachel sudah di antar ke apartemennya, atas keinginan Rachel sendiri. Kenapa tiba-tiba datang ke sini?

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2