Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
64. Cinta pertama Rangga


__ADS_3

...Happy Reading....


Kantor pusat R².


Karena Rangga yang memenangkan projek X, maka dia mengundang seluruh dewan direksi dan para pemegang saham yang menjadi merger dan koalisi perusahaannya.


Acara mewah pembukaan pembangunan projek X yang di hadiri oleh para elite dunia, dan merupakan pemegang saham tertinggi pilihan dari berbagai negara di dunia. Juga tamu penting berkelas.


Acara berlangsung dengan meriah dengan di pandu oleh MC artis internasional.


Ruang ballroom hotel R² itu sudah mulai penuh dengan tamu undangan.


Rangga dan Dion pun tampak sibuk menyapa semua orang. Di dampingi Cindy dan Rachel sebagai calon istri dari pemilik R². Mereka menyambut dengan ramah sebagai tuan rumah yang baik.


Pimpinan RA Group Rafa Ravendro Artawijaya dan juga ketiga putranya hadir mewakili perusahaan masing masing. Mereka datang secara terpisah. Kecuali Ryu Deva Mayandra ( Sahreza Gracio) yang tak hadir. Cio sengaja tak hadir karena tak ingin membawa Khanza ke acara tersebut yang nantinya akan membuat istrinya bertemu dengan Rangga.


Dion dan Cindy, juga Rangga sibuk menyambut para pengusaha Artawijaya beserta tamu lainnya dengan hangat. Di tengah sibuknya menyapa para tamu, mata Rangga tak lepas memperhatikan setiap tamu yang masuk. Seolah dia sedang mencari sesuatu.


Sampai tiba tiba suara MC terdengar menyambut Sean Gefarin yang baru datang.


Perhatian keluarga Alkas dan Artawijaya tersedot ke pintu masuk.


Sean tampak tersenyum sumringah di dampingi seorang wanita muda yang begitu mempesona dengan gaun yang di kenakan. Gadis cantik yang tak lain adalah May Wulandari ikut menebar senyum dengan gayanya yang anggun. Dengan ramah menyapa dan menjabat tangan para tamu mengikuti gerakan Sean. Para tamu memuji kecantikannya.


Rangga pun tak berkedip menatapnya. Apalagi melihat punggung May yang terbuka terpampang di sana dan kaki jenjangnya terlihat lewat belahan gaun yang begitu tinggi di bagian paha. Dia tidak menyangka May hadir di acaranya dengan memakai gaun yang menantang.


"Wah, wanita tuan Sean benar benar sangat mempesona." ucap seorang tamu berdecak kagum tak lepas menatap May dengan nakal.


"Dan bodynya....! Benar benar seksi!" pria satunya membuat gerakan di udara yang membentuk tubuh wanita.


Rangga mendesah kasar. Menatap geram pada kedua pria yang merupakan kolega bisnisnya.


Sementara Rachel di sampingnya segera menautkan tangan di lengan Rangga. Dia menatap penuh kebencian pada May yang menjadi pusat perhatian tamu, terutama tamu lelaki yang tanpa pangling menatap dengan nakal. Termasuk Rangga. Dia mendengus geram melihat mata Rangga tak lepas dari gadis itu.


"Wanita sialan. Kenapa dia ada di acara ini? Kenapa tuan Sean mengajak wanita rendah itu." makinya kesal. Dia mengakui begitu anggun dan mempesonanya gadis muda itu dengan kecantikan wajahnya, tubuh indahnya yang sempurna. Dia yang berpenampilan seksi dan berdandan secantik mungkin tapi tak menjadi pusat perhatian seperti keinginannya. Malah May yang menjadi tatapan mata nakal mereka.


Sean terus melangkah sambil menyapa tamu yang di kenalnya. May juga dengan setia mengikuti dan menyapa. Beberapa tamu mengatakan Sean pria yang paling beruntung memiliki May. Sean menanggapi dengan tawanya yang humoris.

__ADS_1


May tiba tiba tercengang, mata membulat sempurna tak kala melihat keberadaan kakek dan ketiga pamannya berada di antara para tamu di depan sana. Sedang berbincang hangat dengan Dionel Alkas dan tamu lainnya. Dengan cepat May berbalik. Seharusnya dia tahu kalau kakeknya hadir di acara mewah ini. Karena kakeknya adalah partner bisnis Dion.


"Kakek, Paman?"


"Ya tuhan, apa mereka telah melihat aku?" batinnya cemas. Dia melihat kembali kearah kakeknya dengan diam diam di sela sela tubuh para tamu. Semuanya tampak asyik ngobrol dan bercanda ria di sertai gelak tawa.


May segera mengambil topeng wajah dari tasnya, terus di pakai. Untung dia siap siaga membawa benda itu dan memang sengaja di persiapkan untuk mengantisipasi hal seperti ini terjadi.


"Kakek dan paman pasti belum melihatku. Kalau telah melihatku, gak mungkin mereka hanya terus ngobrol dan tidak mendekati ku." batin May meyakinkan diri masih dalam mode Aman dari ketidak tahuan keluarganya.


"Ada apa?" bisik Sean melihat May yang tidak tenang dan sedang memakai topeng.


"I-itu, aku seperti melihat orang yang ku kenal di sana." kata May gugup sambil berbisik.


"Siapa?" Sean mengedarkan pandangan ke arah yang di lihat May.


"Entahlah, aku tidak tahu namanya. Tapi dia tahu tentang aku karena beberapa kali melihat ku. Beliau teman pamanku." kata May berbohong.


Sean tidak bertanya lagi. Dia membantu merapikan topeng di wajah May, menutup rapat bagian penting dari wajah itu.


"Kamu tenang saja. Tidak akan ada yang dapat mengenalmu, kecuali tuan Rangga dan Rachel." kata Sean menenangkan. Sembari mengikat tali topeng di belakang kepala May.


"Ada apa?" tanya Sean melihat perubahan di wajahnya.


"Bagaimana jika buk Rachel akan mempermalukan aku lagi?"


"Itu tidak akan terjadi. Aku janji. Kamu tenanglah." kata Sean meyakinkan.


May mengangguk pelan, meski hatinya ragu. Karena dia tahu orang seperti apa Rachel.


"Ayo kita ke depan, aku ingin menyapa tuan rumah sekaligus pemenang projek besar ini." kata Sean kembali.


"Pemenang proyek besar?" tanya May.


"Iya, mantan bos kamu itu, pak Rangga."


May mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruang ballroom yang begitu besar dan megah.

__ADS_1


"Kenapa? Kau melihat apa?" tanya Sean melihat May memperhatikan ruang ballroom ini.


"Aku gak nyangka perusahaan pak Rangga gede banget. Lihat, ballroom ini bahkan sangat luas sekali." kata May terpukau. Saat memasuki gedung tinggi ini matanya memperhatikan setiap ruang perusahaan.


"Ini adalah hasil kerja kerasnya selama belasan tahun. Dia begitu gigih dan bekerja sangat keras hingga sukses seperti sekarang ini." Sean menjelaskan.


May menatap wajah Sean.


"Dan apa kau tahu? Siapa yang membuatnya semangat dalam bekerja?" tanya Sean.


May menggeleng. Dia juga ingin tahu. Mungkin keluarganya? Atau mungkin karena Rangga ingin sukses makanya bekerja keras.


"Masa lalunya!" kata Sean menatap matanya.


Wajah May mengernyit."Maksud Anda?" Bingung.


"Wanita di masa lalunya, yang merupakan cinta pertamanya."


May terkejut dengan perkataan Sean.


"Cinta pertamanya?"


"Yahh...." kata Sean di sertai anggukan.


"Jadi dulu pak Rangga pernah jatuh cinta?" May kembali kaget. Dia mengira Rangga tidak pernah jatuh cinta.


Sean kembali mengangguk.


"Dulu dia pernah mencintai seorang gadis dengan begitu besarnya, begitu tulusnya. Saat keduanya masih mengenyam pendidikan di SMA. Tapi sayangnya dia kehilangan gadis itu hingga membuatnya patah hati."


Wajah May mengernyit"Kenapa dia tidak bisa memiliki gadis itu?" merasa tertarik dengan cinta lalu Rangga. Dia ingin tahu cinta pertama pria yang di cintainya itu.


"Karena wanita itu mencintai pria lain." jawab Sean.


May terperangah.


"Rangga sangat patah hati. Dia begitu terluka dan kecewa. Begitu sulitnya melupakan gadis itu, membuatnya sangat menderita. Agar bisa melupakan gadis itu, dia menghibur diri dengan bekerja keras siang dan malam sampai lupa waktunya untuk istirahat. Nah, wanita itu yang menjadi motivasi, dan kunci keberhasilan kesuksesannya!" Sean kembali menjelaskan.

__ADS_1


May terperangah."Demi untuk melupakan wanita itu dia bekerja keras?" batinnya. Begitu berarti dan istimewanya wanita itu di hati Rangga.


...Bersambung....


__ADS_2