
...Happy Reading....
Rangga menolak ketika di ajak Khanza masuk ke rumah. Alasannya karena terburu-buru. Ada pekerjaan yang sedang menanti. Khanza tidak memaksanya. Tapi Khanza memintanya untuk berkunjung di lain waktu dan masih mau bertemu dengannya. Setelah Khanza masuk ke dalam rumah, Rangga segera melarikan mobilnya meninggalkan hunian mewah Ryu Deva Mayandra.
Jarak 500 meter dari hunian itu, tiba tiba dia menginjak Rem mobilnya. Karena di depan sana tampak sebuah mobil mewah menghalangi jalannya. Mobil itu seperti sengaja mengahalangi jalannya. Rangga bingung siapa pengemudinya. Sudah di klakson berkali-kali tapi juga tidak Menyingkir.
Apa mungkin mobil itu mogok? pikir Rangga.
Dia menyembulkan kepalanya keluar jendela.
"Tuan, apa mobil anda bermasalah?" tanyanya dengan suara sedikit keras. Barangkali pemilik mobil di depan butuh bantuan.
Tak ada jawaban. Rangga segera turun karena kesal tidak mendapat respon, sementara dia terburu-buru. Dia berjalan mendekat. Belum sampai pada mobil di depan, pintu mobil di depan tiba tiba terbuka. Keluarlah seorang pria yang sangat di kenalnya. Langkah Rangga melambat. Ryu Deva Mayandra? ucap bibirnya. Pria ini semakin tampan dan keren di usianya yang tidak muda lagi. Di lihatnya dari postur tubuh Ryu yang gagah dan atletis.
Ryu Deva Mayandra atau Sahreza Gracio, suami dari Khanza Ghaniya Artawijaya__ mantan Rangga, melangkah dengan tegap mendekati Rangga. Dia berhenti tepat di depan Rangga. Ryu membuka kaca mata hitamnya. Keduanya saling bertatapan dalam jarak dua meter.
Rangga melihat tatapan tajam dari mata elang suami dari mantannya ini. Tatapan menandakan adanya emosi dan ketidaksukaan pada seseorang. Sudah pasti ketidaksukaan pada dirinya. Rangga berpikir kenapa pria ini menghadang jalannya? Apa mungkin karena pertemuannya dengan Khanza juga kebersamaan mereka dalam beberapa hari ini? Apalagi mereka baru saja bertemu dan dia mengantar Khanza pulang. Rangga berusaha setenang mungkin, dia tersenyum dan menyapa dengan ramah.
__ADS_1
"Tuan Ryu Deva Mayandra. Senang bertemu dengan Anda. Apa ini suatu kebetulan?" tanyanya. Meski dia tahu Ryu memang sengaja menghadang jalannya.
Ryu tersenyum tipis, sinis."Terimakasih sudah mengantar istriku pulang." katanya datar.
Rangga kembali tersenyum, dia mengerti arti dari kalimat itu."Aku hanya ingin menjamin keselamatan sahabat ku kembali dengan selamat." kata Rangga.
"Aku harap hanya itu tujuanmu. Dan bukan karena yang lain!" kata Ryu masih dengan nada sinis."Aku dengar kau baru bertunangan dan akan menikah." kata Ryu mengalihkan pembicaraan.
"Jadi anda tidak perlu was was dan khawatir." kata Rangga menekankan kalau hubungannya dengan Khanza hanyalah sahabat. Pertemuan mereka juga hanya sekedar melepas rindu di antara sesama sahabat yang sudah lama tidak bertemu. Tidak ada tujuan lain.
Ryu kembali tersenyum sinis, dia berjalan lebih mendekat pada Rangga."Tanyakan pada hatimu, apa aku harus merasa cemas bila istriku kembali dekat dengan sahabatnya sekaligus pria yang sangat mencintainya?" kata Ryu ketus sambil menekan hati Rangga dengan jari telunjuknya. Hati yang mencintai Khanza hingga saat ini.
Ryu kembali tersenyum menyeringai melihat perubahan wajah Rangga."Aku tahu kau tidak mencintai calon istrimu Tuan Rangga Dionel Alkas. Pertunangan yang tidak kau inginkan, dan juga pernikahan yang di paksakan. Aku mengetahuinya! Apa kau bisa menjelaskan alasan kenapa kau belum menikah hingga saat ini?" tanya Ryu kembali menatap sinis. Dia tahu jawaban dari pertanyaannya itu, yaitu karena Khanza. Rangga belum menikah hingga detik ini karena Khanza. Ryu tau, pria ini tidak akan bisa melupakan Khanza hingga membuatnya belum menikah sampai sekarang. Untuk itu dia melarang Rangga menemui Khanza dan menjauhi istrinya selamanya. Dia juga mendapat informasi kalau pernikahan Rangga dengan Rachel adalah pernikahan terpaksa dan tidak di inginkan Rangga. Rangga tidak mencintai Rachel sedikit pun, meski keduanya telah menjalin hubungan sangat lama. Hubungan mereka hanya sebuah formalitas. Tak ada rasa suka, ketertarikan apalagi cinta dari Rangga. Hanya Rachel yang mencintai Rangga dan sangat ingin menikah dengan pria itu.
"Tuan Ryu, Aku sudah memenuhi janjiku untuk meninggalkan Khanza dan menjauhinya demi kebahagiaan kalian, terutama kebahagiaan Khanza. Anda jangan menjudge aku dengan pemikiran anda sendiri." kata Rangga.
"Kau memang memenuhi janjimu dan juga telah menjauhi Khanza selama belasan tahun. Tapi__ Hatimu tidak, Hatimu ingkar janji." jawab Ryu, sembari menekan jantung Rangga dengan telunjuknya."Di Hatimu, di setiap detak jantung mu, ada Khanza __!" kata Ryu sinis.
__ADS_1
"Tuan Ryu....!" sentak Rangga menatap tajam. Hatinya tersentil dengan ucapan itu.
"Sebisa mungkin jauhi istriku, Rangga Dionel Alkas." potong Ryu segera dengan suara tegas, menekan. Dia tahu Ucapannya itu mengenai hati Rangga, karena ucapannya itu memang benar."Dengar Tuan Rangga Dionel Alkas, alias tuan Rad__!" kata RANGGA Ryu penuh penekanan."Tidak akan ada seorang Suami yang rela dan menerima istrinya dekat kembali dengan mantan meski alasannya adalah baik." katanya kembali. Itu bukan hanya ucapan tapi juga peringatan, dan juga ancaman. Dia menatap RANGGA tajam seakan ingin menelannya bulat-bulat.
"Anggap pertemuan kita sekarang adalah agenda pertemuan kita sore nanti." kata Ryu lagi. Lalu segera berbalik dan melangkah.
"Dulu aku memang sangat mencintai Khanza. Tapi itu dulu." kata Rangga segera, membuat langkah Ryu terhenti."Aku tidak punya perasaan apapun lagi pada Khanza, selain rasa peduli dan penghargaan pada seorang sahabat. Karena aku sudah mencintai wanita lain. Aku begitu mencintainya sehingga bisa melupakan perasaan ku pada Khanza. Aku benar-benar sangat mencintainya. Dan suatu saat nanti aku akan memperkenalkannya kepada Anda dan Khanza." kata Rangga panjang lebar. Dia tidak mau di tuduh terus menerus menyukai istri orang.
Ryu hanya tersenyum mendengar penjelasan itu."Aku menantikan hal itu secepatnya." katanya kemudian. Dia berharap apa yang di katakan Rangga benar adanya. Pria ini benar telah memiliki wanita yang di cintainya sebagai pengganti Khanza. Bagi Ryu, mantan yang merupakan cinta pertama, selamanya akan menjadi mantan terindah dan sulit di lupakan. Walaupun telah lupakan, rasa itu akan kembali tumbuh jika kembali dekat dan bersama. Makanya dia tidak ingin Khanza dan Rangga bertemu dan bersama kembali. Dia khawatir rasa di antara mereka akan tumbuh kembali.
Ryu kembali melanjutkan langkah. Naik ke mobil dan meninggalkan Rangga yang masih mematung di tempatnya.
Rangga membuang nafas kasar setelah Ryu pergi. Entah dari mana Ryu mendapatkan informasi kalau pernikahannya dengan Rachel hanya terpaksa dan dia tidak mencintai wanita itu. Tapi demi untuk membuktikan ucapannya pada Ryu, dia akan mempertemukan May dengan Ryu dan Khanza. Memperkenalkan May sebagai wanita yang sangat di cintai satu satunya di dalam hatinya. Bukan lagi Khanza __ karena kisahnya dengan Khanza telah berkahir setelah hadirnya May. Tapi bagaimana caranya membawa May untuk di perkenalkan pada mereka? Rangga bingung. Tapi dia akan mengusahakan hal itu. Agar Ryu tidak lagi mengecap nya sebagai Pria PEBINOR.
...Bersambung....
Tinggalkan jejak dukungan ya.....
__ADS_1
Beri vote, hadiah kopi, Rate bintang lima dan masukan ke favorit ❤️ Terimakasih.