Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
53. Antara melanjutkan atau menolak


__ADS_3

...Happy Reading....


"Kok Om ada di sini?" gumam May bingung melihat Rangga berada di kantor Sean. Tapi kemudian wajahnya berubah."Pertanyaan macam apa itu? Om pasti ada di sini karena urusan pekerjaan dengan tuan Sean. Mereka kan sahabat sekaligus rekan bisnis." katanya menjawab pertanyaannya sendiri.


Papa dan kakeknya juga selalu keluar negeri karena urusan pekerjaan. Pergi ke negara satu ke negara lain untuk melebarkan usaha usaha bisnis ke mancanegara. Sudah pasti Rangga pun seperti itu berada di Australia.


Ponselnya tiba tiba berdering, May segera mengangkatnya.


📞"Halo tuan Sean."


📞"Maaf Nona May, aku baru membaca pesan mu. Tadi aku sedang sibuk rapat. Kamu di mana sekarang? Apa sudah sampai?"


📞"Maaf tuan, sebenarnya aku sudah dekat tadi. Tapi balik lagi ke toko bunga karena ketinggalan sesuatu! Nanti dari toko bunga aku akan balik lagi ke situ." kata May berbohong. Dia tidak mau mengatakan karena melihat Rangga di sana.


📞"Baik Nona. Kebetulan Aku juga masih kedatangan tamu penting!"


"Oh iya tuan, temui dulu tamu anda. Aku gak apa apa!" May tahu tamu yang di maksud Sean adalah Rangga.


"Atau begini saja Nona May, Kamu tidak perlu balik ke kantor, teruslah ke butik. Dari pada bolak balik. Tunggu aku di sana. Aku akan secepatnya datang." Sean memberi jalan keluar agar May tidak repot bolak balik. Dia jadi gak enak gadis itu bolak balik ke kantornya. Selain itu, dia juga tidak ingin Rangga melihat May. Karena May memintanya untuk merahasiakan keberadaannya di Australia dari siapapun.


📞"Baik tuan. Aku akan menunggu anda di butik." May setuju. Dia lega tidak perlu lagi datang ke kantor Sean.


Telepon di matikan. May segera mencari taksi untuk membawanya ke butik. Pikirannya menerawang pada Rangga. Antara sedih dan senang yang di rasakan hatinya saat ini. Senang karena dapat melihat Rangga lagi. Sedih karena tidak dapat menampakkan diri untuk melepas kerinduannya. May sudah bertekad tidak akan menemui Rangga lagi. Karena Khawatir tidak akan dapat mengendalikan perasaannya. Dan lebih penting dari itu, May menjaga perasaan Rachel. Pria itu kekasih Rachel.Takutnya Rachel akan salah paham, mengatainya buruk dan menuduh macam macam.


Sementara di kantor Sean.


"Kamu lagi bicara dengan siapa? Sepertinya penting?" tanya Rangga penasaran melihat Sean tanpa serius bicara dengan seseorang di telepon, dan menjauhinya ke jendela.

__ADS_1


"Sepupu aku!" jawab Sean sambil mengurai senyum guna menutupi kebohongannya. Dia memungut suatu benda di atas meja, lalu di bawahnya mendekati Rangga yang duduk di sofa.


"Selamat ya, akhirnya kau akan menikah. Aku doakan pernikahannya di lancarkan dan kalian hidup bahagia. Aku turut bahagia"kata Sean tersenyum seraya meletakkan undangan pernikahan Rangga dan Rachel di depan Rangga. Undangan yang dikirim Rachel untuknya.


Bukannya senang, Rangga malah mendengus kesal, menatap tajam."Kamu meledekku?"


Senyum Sean melebar."Hey bro, aku memberimu ucapan selamat dan mendoakan kebahagiaanmu." Dia tahu Rangga tidak menyukai pernikahan itu, karena tidak mencintai Rachel. Sudah tujuh tahun menjalin hubungan, sahabat ini belum bisa membuka hatinya pada Rachel, apalagi jatuh cinta.


Rangga malah semakin kesal mendengar perkataannya.


"Tinggal beberapa hari lagi Kalian akan menikah dan menjadi pasangan suami istri. Mau tidak mau suka tidak suka kau tetap akan menikahinya. Bukalah hatimu untuknya, belajar lah untuk menerima dan mencintainya. Biar bagaimanapun dia akan menjadi istrimu, mengandung dan melahirkan keturunan mu." kata Sean.


"Berhentilah mengoceh Sean. Aku ke sini bukan untuk membicarakan pernikahan." Rangga semakin gusar mendengar ceramahnya.


"Apa semua karena May?" tanya Sean langsung. Dia tahu Rangga ragu menikahi Rachel karena May. Sebelum May hadir dalam hidupnya, Rangga pasrah akan menikah dengan Rachel, jika tuhan memang mentakdirkan wanita itu menjadi pendamping hidupnya. Tapi setelah bertemu May, Rangga tidak ingin menikah dengan Rachel.


"Katakan padaku, apa May menghubungimu sebelum balik ke Indonesia?" tanya Rangga. Barangkali May berbicara sesuatu pada Sean sebelum pergi mengingat keduanya cukup dekat.


"Saat aku datang ke hotel, Nona May sudah gak ada. Manager sudah berusaha menahannya tapi dia tetap bersikeras pergi!" jelas Sean lagi mengarang cerita. Tapi sebenarnya dia tidak tega membohongi Rangga.


"Kamu jangan berharap May mencintai mu. Aku rasa dia hanya sekedar suka padamu karena kau banyak membantunya, begitu perhatian dan menyayanginya. Dia menganggap kebaikan mu sama seperti kebaikan dari orang tuanya. Gak mungkin lah dia mencintai pria tua seperti dirimu..... Maaf!" Sean tersenyum, bercanda tapi bercampur mengejek.


Rangga emosi, dengan gerakan cepat melempar undangan padanya.


Sean terkekeh, terus menghindar.


Ponsel Rangga berbunyi, setelah di lihat dari Rachel. Rangga menatap layar ponsel dengan datar tanpa ekspresi. Sean sudah tahu siapa yang menelpon dengan melihat wajah datar Rangga seperti itu.

__ADS_1


"Kok hanya di lihat? Calon istri memanggil tuh, angkat cepat!" ledek Sean senyum senyum.


Rangga menatap tajam kesal. Dia pergi menjauhi Sean ke dekat tembok kaca. Lalu segera mengangkat panggilan telepon Rachel.


📞"Ada apa?"


📞"Halo sayang, Aku hanya ingin mengingatkan kalau siang nanti kita akan ke butik dan memilih cincin pernikahan! Mamamu pasti sudah memberi tahu bukan?"


📞"Aku masih ada pekerjaan penting dengan tuan Sean. Kau pergilah terlebih dulu. Nanti aku akan menyusul."


📞"Baik sayang. Jangan buat aku menunggu terlalu lama."


Rangga mematikan telepon. Seiring nafas kasar keluar dari mulutnya.


"Jika kau memang tidak ingin menikah dengannya, lebih baik katakan saja langsung. Beri tahu juga pada orang tua mu. Dari pada nanti kau tidak bahagia?" kata Sean melihat kegundahannya.


"Apa aku punya hak untuk menolak? Kau tahu sendiri nenek dan papa sangat menginginkan aku menikah dengan Rachel. Entah apa yang akan terjadi pada mereka jika ku katakan menolak pernikahan ini!" kata Rangga semakin gusar. Nenek dan papanya pasti akan kecewa dan marah besar padanya. Bisa bisa penyakit ke dua orang tua itu kambuh dan akan berdampak buruk bagi kesehatan keduanya. Karena nenek dan papanya itu memiliki riwayat penyakit jantung kronis. Rangga takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


"Ya sudah, kalau begitu terima saja pernikahan itu dengan lapang dada! Jangan mengeluh dan menghindar! Tapi kalau menurut ku, kenapa kau tidak memperjuangkan cinta mu? Terbukalah pada nenek dan orang tua mu. Katakan bahwa kau tidak akan bisa menerima dan mencintai Rachel sampai kapanpun. Dan jujurlah pada mereka bahwa kau telah mencintai wanita lain! Jujur lah juga pada Rachel sebelum terlambat. Dari pada memaksakan pernikahan yang pada akhirnya hanya akan membawa luka, sakit hati dan penderitaan bagi kalian berdua." kata Sean panjang lebar memberi saran. Jujur dia juga menginginkan Rangga bahagia dalam pernikahannya, tentunya menikah dengan wanita yang Rangga cintai, yaitu May Wulandari.


Rangga termangu mendengar perkataan Sean. Sahabatnya itu ada benarnya juga. Mungkin kah dia harus mencoba saran dari Sean?


Sean menepuk bahunya."Sebagai sahabat, aku pun menginginkan kau bahagia dalam hidupmu. Bahagia bersama wanita yang kau cintai. Sudah lama kau hidup menderita dengan kenangan masa lalumu. Jadi railah


kebahagiaan yang ada di depan mu! Jangan sia siakan." lanjut Sean


Dia tahu Rangga telah jatuh cinta pada gadis muda itu, May Wulandari. Cinta kedua setelah Khanza Ghaniya putri bungsu Ravendro Artawijaya. Pengusaha bisnis yang sangat terkenal di kalangan para pebisnis, pengusaha, konglomerat, dan pejabat penting.

__ADS_1


Sean tahu Khanza adalah cinta pertama Rangga yang sulit di lupakan, meski Rangga tak pernah mengatakan dan menutupinya. Sean tahu saat dia tak sengaja memergoki Rangga sedang melihat fotonya bersama Khanza sewaktu SMA dulu. Ekspresi wajah Rangga yang begitu sedih, dan menderita, dapat di pastikan hatinya terluka setiap kaki menatap wajah Khanza. Wanita itu terus tersimpan di hati Rangga yang paling indah, tak kan bisa di hilangkan, hingga munculnya May dalam hidup Rangga, mulai menghapus jejak Khanza di hatinya.


Bersambung.


__ADS_2