Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)

Rangga dan Rara (Mencintai Anak Mantan)
66. Cantik dan anggun


__ADS_3

...Happy Reading....


May membalikkan tubuhnya.


Dia terkejut melihat siapa yang menaruh jas ke punggungnya."Pak Rangga?"


Rangga melirik sekilas melihat mata indah yang tampak terkejut itu, sembari menutup kan jas miliknya ke punggung May. Sejak tadi memperhatikan May dengan pakaian terbuka dan menjadi tatapan mata pria nakal membuat darahnya panas. Hanya saja dia masih mencari cara untuk bisa lepas dari Rachel yang terus menempel padanya. Dan untuk bisa menemui May dia butuh bantuan Cindy, mamanya untuk menangani Rachel agar tidak melihatnya menemui May.


"Sudah ku katakan untuk tidak memakai pakaian terbuka di depan umum. Dan jangan menebar senyum pada semua lelaki. Kenapa kau bandel sekali hah?" kata Rangga dengan suara di tekan, kesal.


"Apa kau ingin pamer tubuh mu ke semua orang?" menatap tajam.


May terperangah. Mendengar dan melihat kemarahan terpancar dari mata ini.


Kepedulian dan kemarahan ini meyakinkan hatinya bahwa Rangga mencintainya.


Rangga mengaitkan beberapa kancing jas di bagian dada May."Biarkan jas itu tetap menutup tubuhmu, jangan di lepas." titah Rangga dengan tatapan yang masih tajam. Lalu dia segera berbalik dan hendak melangkah.


"Om.....!" Dengan gerakan cepat May menahan lengannya.


Rangga batal melangkah. Dia kembali berbalik, melihat pegangan tangan May. Lalu perlahan melihat wajah May.


Dia terkejut melihat netra May yang merah berkaca, terlihat gelisah tidak tenang.


Apa aku terlalu memarahinya tadi hingga membuatnya sedih? Batinnya. Mengira May sedih dan takut karena kemarahannya tadi.


Rangga menghela nafas dengan kasar. Seharusnya dia tidak emosi tadi. Rangga jadi merasa menyesal.


"May, maaf, Om tidak bermaksud memarahi mu. Om hanya_______!"


"Aku ingin menanyakan sesuatu sama Om!" kata May memotong ucapannya. Dia ingin bertanya apa Rangga mencintainya.


Dahi Rangga mengerut mendengar perkataan itu. Ingin bertanya? Rangga segera memperbaiki posisi tubuhnya berdiri menghadap gadis ini. Mendengar panggilan OM membuatnya merasa kembali dekat dengan gadis ini. Karena kemarin kemarin May menjaga jarak darinya, menghindarinya dan memanggilnya dengan sebutan formal, PAK RANGGA.


"Apa yang ingin kau tanyakan?" tanyanya melihat keseriusan di wajah May.


"Aku....aku....!" May gugup dan dua hati.


"Ada apa?" melihat kegelisahan May.


"Apa kamu baik baik saja? Kamu sakit?" tanya Rangga mulai cemas melihat wajah May yang sedikit pucat, berkeringat.

__ADS_1


May geleng geleng kepala."Aku sehat. Om tidak perlu Khawatir." melihat kecemasan di wajah Rangga.


"Apa yang ingin kau tanyakan. Katakanlah...!" karena dia sendiri tidak punya banyak waktu. Khawatir Rachael akan keburu tahu. Terus datang kesini melabrak mereka dan mempermalukan May lagi.


May menelan ludah. Berusaha tenang, dan menguatkan diri untuk bertanya. Karena merasa waktunya tidak tepat dan sangat tidak pantas untuk bertanya CINTA. Jujur dia takut dan malu untuk menanyakan ini.


"Aku berharap Om jawab pertanyaan ku dengan jujur dari hati." katanya pelan. Karena sudah dua kali dia bertanya apakah Rangga mencintainya tapi hanya di diamkan dan tidak di tanggapi serius oleh pria ini.


Rangga mengangguk. Penasaran apa yang ingin di tanyakan gadis ini. Matanya tak berkedip melihat wajah May. Tak akan bosan melihat wajah manis ini. Betapa cantik dan anggunnya gadis ini. Sungguh mempesona. Seandainya May tidak mencintai pria lain, dia ingin sekali memiliki gadis ini.


"Bicaralah. Katakan apa yang ingin kau tanyakan." desak Rangga kemudian.


May menelan ludah."Apakah Om mencin_______!" terhenti.


Tut.... Tut....Tut...Bunyi ponsel Rangga berdering. Menghentikan kata terakhir May.


Baik Rangga dan May kaget mendengar bunyi panggilan itu. Rangga segera mengambil ponselnya. Dia memberi isyarat pada May untuk menerima telepon dari papanya.


May kecewa.


📞"Halo pa___"


📞"Kamu di mana? Kembalilah ke depan sekarang juga. Acara akan dimulai." kata Dion. Karena tamu undangan telah hadir semua.


"Pak, Tuan besar meminta anda untuk segera kembali ke depan. Acaranya akan segera di mulai." kata Verdi. May mendengar.


Rangga menoleh pada May.


"Maaf May, Om harus pergi sekarang. Setelah acara ini Om akan temui kamu. Kita akan lanjutkan apa yang ingin kau tanyakan. Gak apa apa kan?" Tidak enak pada May.


May segera mengangguk."Gak apa Om! Aku ngerti. Pergilah." walau kecewa. Dia tahu Rangga sangat di butuhkan di depan sana.


"Tetaplah di sini, dan ingat jangan melepas jasnya." kata Rangga menunjuk jas di tubuh May. Lalu segera berbalik dan pergi. Dalam langkahnya dia menerima jas baru yang di beri Verdi. Lalu segera di pakainya sebelum menimbulkan kecurigaan Rachel dan Dominic.


Acara pembukaan opening projek X segera di mulai dengan di pandu oleh asisten pribadi Dion. Dewan direksi dan para pemegang saham tertinggi memberi ucapan selamat pada Rangga. Semua tamu undangan bertepuk tangan. Memberi ucapan selamat pada pimpinan sekaligus pemilik R². Mendoakan sukses dalam menjalankan projek besar yang di menangkannya.


May ikut senang sampai tersenyum dan bertepuk tangan. Dia mengedarkan pandangan ke tamu tamu yang bertepuk tangan. Dan tanpa sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan Rangga yang juga sedang melihatnya. Senyum May langsung memudar. Meski dari jarak jauh, namun pesona pria dewasa dan matang itu tak terbantahkan, begitu menggoda kaum hawa. Dengan setelan jas formal, Pria itu tampak gagah dan sangat tampan di mata May. Lebih mencolok di antara sekian banyaknya tamu undangan yang hadir.


Ya ampun, pria tua itu benar benar gagah. Memikirkan Rangga membuat suasana hatinya jadi berdebar tak karuan. May segera memutus kontak mata dengan pria itu dengan memalingkan wajahnya ke arah lain. Sedangkan Rangga tak berhenti menatap May. Lagi lagi dia mengakui betapa cantiknya gadis muda ini. Tanpa sadar dia menelan saliva kasar.


Sementara May, sedang melamun memikirkan Rangga dan wanita cinta pertamanya.

__ADS_1


"Wanita yang merupakan cinta pertamanya yang membuatnya meraih kesuksesan seperti ini." kata kata Sean kembali teringan di telinga May.


Siapa wanita itu? Apakah dia masih ingat dengan pak Rangga? Apakah dia hidup bahagia setelah mematahkan hati, membuat luka dan memberi penderitaan selama belasan tahun pada pak Rangga? batinnya melamun.


"Untuk apa wanita rendah seperti dirimu hadir di sini? Tempat dan acara mewah ini hanya untuk kalangan elite berkelas. Bukan manusia miskin seperti dirimu. Tempat mu bukan di sini." tiba tiba terdengar suara mencibir dari arah belakang May. Tepatnya di belakang telinga kanannya.


Wajah May mengernyit mendengarnya. Dia segera berbalik dan langsung melihat senyuman sinis Rachel di depannya.


"Dia lagi," gerutu May kesal di dalam hati. Tak henti hentinya wanita ini mengganggu dirinya.


May tak mau meladeni karena tidak ingin mencari keributan dan masalah. Dia mengabaikan perkataan Rachel. Dia hendak melangkah, tapi gaun belakangnya yang panjang dan menjuntai ke lantai di injak Rachel dengan sengaja. Membuat May batal melangkah karena kesulitan berjalan oleh gaunnya yang di injak.


"Mau kemana kamu wanita rendah?!" kata Rachel kembali menatap sinis.


May mendengus kesal."Sebenarnya apa masalah anda dengan ku?"


"Aku belum selesai dengan mu."


"Tapi aku tidak punya masalah dengan mu. Jangan mengganggu ku." kata May, lalu menarik gaunnya dengan kuat. Rachel semakin memperkuat pijakannya. Alhasil gaun bagian bawah itu robek.


May mengumpatnya. Wanita ini benar-benar brengs*k dan menyebalkan.


Sementara dari jauh, Rangga tidak tenang melihat ulah Rachel pada May. Wanita itu pasti punya niat buruk lagi pada May. Dia mencari Sean. Kenapa pria itu meninggalkan May sendirian. Di lihatnya Sean tampak berbincang serius dengan Riez Ravendro Artawijaya, putra sulung Rafa. Rangga mengumpatnya. Semakin Khawatir pada May.


Dia segera mengambil ponselnya dan menghubungi Sean.


Rachel tertawa sinis.


"Kau terlihat murahan dengan gaun ini. Sekalian saja gak usah pakai baju kalau gaun mu sama sekali tidak menutupi tubuh mu seperti itu."


Perkataan itu membuat May batal melangkah. Dia memaksa untuk tersenyum."Lalu apa bedanya gaunku dengan gaun mu? Lihat, sepertinya isi dada mu akan segera tumpah dari sana." kata May menunjuk dada besar Rachel dengan dagu. Kedua buah wanita itu menyembul setengah karena pakaiannya yang terlalu terbuka di depan dan belakang.


Rachel terbelalak kesal.


"Berani sekali kau." Rachel geram.


May tidak perduli, dia segera melangkah. Mencari sudut paling aman agar tidak bertemu dengan wanita menyebalkan itu lagi.


"Sial*n, mau kabur kemana kamu." Rachel ingin mengejar, karena tidak terima dengan perkataan May. Tapi empat sosok pria yang merupakan anak buah Wisnu menghalangi jalannya dengan berpura-pura memberi ucapan selamat pada perusahaan R² dan juga kepada dirinya selaku sekretaris Rangga.


...Bersambung....

__ADS_1


Tinggalkan jejak dukungan ya kalau suka....


Beri hadiah seikhlasnya, Dan terimakasih bagi yang sudah mampir 🙏😘


__ADS_2