
...Happy Reading....
"Rangga....!" teriak Rachel melihat Rangga pergi membawa May.
"Turunkan aku. Buk Rachel memanggil anda." May berontak dalam gendongan Rangga. Dia malu berada dalam gendongan pria ini. Entah apa pandangan dan penilaian orang melihat mereka sangat dekat begini.
"Buk Rachel memanggil anda. Tolong turunkan aku." pinta May kembali mendengar panggilan Rachel. Sudah pasti wanita dewasa itu marah besar dan semakin membencinya.
"Pak turunkan aku. Aku bisa jalan sendiri." bisik May kembali berusaha untuk turun.
"Diam, nanti kita jatuh." Rangga menatapnya tajam.
"Orang orang sedang melihat kita. Aku malu." bisik May kembali dengan tatapan meminta.
"Biarkan saja. Abaikan!" balas Rangga acuh dan terus berjalan tak perduli Perkataan May, panggilan Rachel dan tatapan bingung tamu.
May kesal menatap cemberut. Dia semakin menyembunyikan wajahnya di dada Rangga yang telanjang polos.
Rachel tambah geram karena di abaikan. Betapa malunya dia di tinggalkan begitu saja seakan tak di hargai. Mata para tamu menatap menatap bingung penuh tanya pada dirinya. Para tamu pasti berpikir buruk pada dirinya karena di tinggalkan Rangga demi wanita lain.
"Buk Rachel, Tunangan anda mau kemana dengan gadis itu?" pertanyaan tamu.
"Bukankah gadis itu partnernya tuan Sean? Kenapa malah dekat dengan pak Rangga?" pertanyaan lain dari tamu lainnya.
Rachel semakin geram dengan pertanyaan pertanyaan itu. Tapi dia berusaha untuk tenang, bersikap santai dengan senyum yang di paksakan.
"Gadis itu teman pak Rangga dan tuan Sean. Dulu dia bekerja di perusahaan cabang R² di Amerika. Namanya May Wulandari." Kata Rachel memberi alasan. Alasan yang menyelamatkan harga dirinya.
"Oh jadi anda juga mengenalnya?"
"Tentu saja, gadis itu pegawai ku." Akui Rachel lagi, meski dia jijik mengatakan kenal May.
Beberapa tamu yang kepo itu mangut mangut mengerti.
"Saya permisi dulu mau melihat mereka." pamit Rachel melihat Rangga semakin jauh. Dia juga tak tahan berhadapan dengan ibu ibu itu, khawatir akan di cerca pertanyaan lagi.
Rachel mengejar Rangga yang sudah tak terlihat. "Brengs*k kemana mereka pergi?" umpatnya geram. Dia melangkah hendak keluar dari ballroom, tapi beberapa wanita cantik berpenampilan elegan menghadangnya. Para wanita yang merupakan orang suruhan Wisnu, memperkenalkan diri sebagai CEO CEO dari beberapa kosmetik yang bekerja sama dengan usaha fashion bisnis Cindy.
__ADS_1
Wanita wanita itu mengajaknya berbincang seputar pernikahannya dengan Rangga. Mereka memuji Rachel dan mengatakan dia adalah wanita paling beruntung bisa memiliki Rangga. Dan hal itu membuat mereka iri. Mereka juga memuji kecerdasan Rachel yang merupakan wakil presiden direktur yang sangat berperan besar terhadap kesuksesan kejayaan perusahaan R². Sebisa mungkin mereka membuat Rachel fokus pada obrolan, dengan berbagai obrolan yang mengandung pujian dan sanjungan untuk membuat Rachel lupa pada Rangga yang telah membawa May.
Dan Rachel, tentu saja sangat senang dengan pujian itu. Dia adalah tipe orang yang sangat suka dengan pujian. Sanjungan itu seakan membuat dirinya berada di atas awan. Membuat dirinya wanita yang sangat berharga dan beruntung. Kemarahannya mereda tanpa di sadari, dan akhirnya lupa pada Rangga dan May.
"Buk Rachel, anda sangat cantik malam ini. Penampilan anda sungguh membuat kami terpesona. Bolehkah kami mengambil beberapa gambar dirimu?" puji beberapa fotografer yang juga di perintah Wisnu untuk membuat Rachel sibuk.
"Tentu saja." kata Rachel senang dan bangga. Dia segera mengatur posisi tubuhnya berdiri dan membuat beberapa style ala model.
Para fotografer suruhan Wisnu itu segera mengambil foto dirinya dengan berbagai style.
Cindy mendapat laporan dari asisten pribadi tentang jatuhnya May di kolam, terus di selamatkan Rangga. Dan Rangga telah membawa gadis itu ke ruang kerja.
Cindy tampak berpikir sesuatu. Dia melihat ke arah Rachel jauh di sebelah sana yang lagi sibuk berpose dengan fotografer. Cindy membisikkan sesuatu pada Asisten pribadinya. Sang asisten mengerti dan segera pergi melaksanakan perintahnya.
Dion mendekatinya.
"Mana Rangga?" tanya Dion berisik pada Cindy. Dia tak melihat keberadaan Rangga.
Cindy terkejut dan gugup dengan pertanyaan tiba tiba itu. "Rangga lagi pergi ke ada urusan ke ruang kerjanya. Tidak lama kok, sebentar lagi dia akan kembali." kata Cindy ikut berbisik.
"Pakaiannya basah saat menolong May yang jatuh ke kolam. Dan sekarang dia sedang mengganti pakaian!" kata Cindy terus terang.
Tidak menutupi apa pun dari suaminya.
Wajah Dion mengernyit. Jadi gadis itu turut hadir di acara ini? Apa Rangga yang mengundangnya? batinnya.
"Apa Rangga sudah gila? Bagaimana jika tuan Dominic dan istrinya mengetahui hal itu?" menatap tajam Cindy.
"Sudah ku katakan jangan berhubungan dengan gadis itu lagi. Kenapa dia membangkang?" Dion berbisik menatap tajam.
"Kak___gadis itu datang bersama tuan Sean sebagai partnernya. Dan Rangga hanya___!" Cindy ingin menjelaskan tapi di potong Dion.
"Kau sudah tahu Rachel sangat benci gadis itu. Jangan membuat masalah yang akan berdampak buruk pada proyek besar Rangga. Hubungi dia sekarang juga. Suruh kemari secepatnya." titah Dion tegas penuh penekanan.
Cindy diam tak membantah lagi melihat kemarahan di mata suaminya sekaligus kakak sepupunya itu. Dia membuang nafas kesal. Kenapa suaminya ini tidak mendukung cinta Rangga terhadap May? gadis yang dapat membuat Rangga jatuh cinta dan kembali merasakan kebahagiaan setelah patah hati karena kehilangan Khanza dulu.
Dion meninggalkan Cindy dan kembali bergabung bersama Dominic dan lainnya.
__ADS_1
Sementara Rangga membawa May ke ruang kerjanya.
Sean mengikuti mereka. Ketiganya basah kuyup. Rangga menurunkan May karena terus berontak.
May menatap cemberut.
"Terimakasih atas bantuannya. Maaf telah menyusahkan anda dan tuan Sean." katanya meski kesal. Biar bagaimanapun dia selamat karena Presdir R² company ini. Dan wajib berterima kasih pada mereka.
"Tidak masalah yang penting kau baik baik saja." jawab Rangga.
"Tuan Sean, ayo kita pulang." ajak May pada Sean.
"Kita tidak bisa pulang dengan keadaan seperti ini. Sebaiknya anda ganti pakaian dulu biar tidak kedinginan dan masuk angin." kata Sean.
"Aku tidak punya pakaian ganti. Makanya kita harus pulang." tolak May.
"Kebetulan aku punya pakaian ganti di mobil. Aku akan turun dulu. Sekalian mau memesan pakaianmu. Kau ikut pak Rangga dulu." kata Sean.
Wajah May mengernyit. Dia hendak bicara tapi batal oleh perkataan Sean.
"Pak Rangga. Aku titip Nona May sebentar. Tolong pinjam kan pakaian apa saja untuknya. Dia kedinginan. Kelamaan jika harus pulang ke apartemen." katanya melihat RANGGA. Lalu menoleh pada May."Nona May, anda tunggu sebentar di ruang pak Rangga, aku akan segera kembali." katanya, kemudian segera beranjak pergi tanpa menunggu persetujuan May yang tentu saja tidak mau di tinggalkan bersama Rangga.
"Tuan Sean____! Ishhh ___!" May menatap kesal kepergiannya.
"Masuklah." kata Rangga.
"Aku tidak mau. Aku mau menyusul tuan Sean." kata May menolak. Bukan tanpa alasan dia menolak, dan alasannya karena Rachel.
"Permisi.....!" buru buru berbalik, tapi belum sempat melangkah, lengannya di tahan Rangga.
"Lepas." May menepis tangannya.
Tapi Rangga kembali memegang tangannya dan menarik masuk"Kau tidak dengar kata tuan Sean? Dia menitipkan mu padaku. Lihat dirimu pucat kedinginan. Kau harus ganti pakaian sebelum masuk angin dan sakit." Rangga terpaksa mengangkat tubuhnya. Karena keras kepalanya seorang May terus melawan. Tapi dia suka dengan sikap kekanakan ini. Jengkel menggemaskan.
May kaget tapi tidak bisa melepaskan diri dari pegangan kuat pria bertubuh atletis ini.
...Bersambung....
__ADS_1