
Hari ini ada pelajaran olahraga. Pelajaran yang paling membuat Ranum merasa tak nyaman. Bukannya kenapa. Karena kaos olahraga Ranum ukuran nya ngepas sekali ke badan nya. Jadi semua lekuk tubuh nya yang mulai berkembang pun dapat jelas terlihat.
Padahal ketika memesan di awal pelajaran Ranum sudah menuliskan ukuran L, Large (Lebar). Namun yang ia terima dua minggu kemudian malah kaos berwarna toska dengan ukuran M, Middle (sedang).
"Kamu kenapa, Num? Ayo cepat keluar! Yang lain udah pada baris di lapangan loh.." ajak Tika.
"Ini, Tik. Kaos ku kekecilan ukuran nya. Rasanya gak nyaman. Malu," ucap Ranum sambil mematutkan diri di depan cermin.
"Ah, enggak kok. Itu pas. Sama kayak punya ku. M juga kan?"
"Iya sih. Tapi.."
"Kalau gitu aku duluan ke lapangan ya, Num. Tuh Pak Gilang udah bunyi in peluit nya."
"Eh, bentar Tik. Aku keluar sekarang juga deh."
Dan Ranum pun bergegas keluar dari toilet wanita untuk kemudian menaruh baju seragam nya di kelas. Baru setelah nya mereka berdua menyusul teman-teman lainnya yang sudah berbaris di lapangan.
Materi olahraga hari ini adalah tentang senam. Dan Pak Gilang sudah menyiapkan kaset yang akan memutar musik Senam Kesegaran Jasmani (SKJ)
Naas nya, Ranum dan Tika yang datang paling terakhir harus mencicipi jadi pusat perhatian. Karena Pak Gilang menitahkan keduanya untuk berdiri di barisan paling depan. Berlima dengan tiga siswa lain yang juga datang paling akhir, yakni Yanto, Agus dan juga Adnan.
Ranum merasa sangat malu. Sudah lah ia tak nyaman dengan ukuran baju yang kelewat ngepas. Sekarang ia harus pula berdiri paling depan. Itu akan membuatnya terlihat oleh semua teman sekelasnya yang ada di barisan paling belakang, kini.
Terlebih lagi, gerakan SKJ yang harus dilakukannya pun lumayan enerjik. Karena tempo musik yang memang lumayan nge beat.
Mengikuti gerakan Pak Gilang yang menjadi contoh di barisan paling depan, Ranum pun melakukan SKJ nya dengan setengah hati. Macam seperti ayam mengantuk yang diminta untuk terbang tinggi, namun pada kenyataannya ia hanya mampu terkulai diam dengan gerakan yang kelewat lemas.
Ranum sungguh tak menyukai pelajaran olahraga!
***
Selesai pelajaran olahraga, Ranum langsung berganti baju. Tak seperti Tika dan yang lainnya yang memilih untuk istirahat dulu di kantin.
Memang, Ranum juga merasa gerah dan ingin menghilangkan dahaga nya dengan segelas es teh manis. Tapi ia lebih ingin berganti baju dulu. Karena kaos olahraga nya yang ngepas kini telah basah di beberapa bagian. Dan menempel kian ketat ke tubuh gadis itu.
__ADS_1
Setelah berganti baju, baru lah Ranum melipir ke kantin. Menyusul kawan-kawannya yang lain.
"Gila! Segar banget ya tadi senam nya. Mata gue yang tadinya ngantuk tiap jam pagi gini, langsung segar banget pas senam tadi," tutur Tanti, kawan Ranum yang duduk di bangku belakang nya.
"Tapi capek banget, tahu, Tan. Rasa-rasanya energi nasgor buatan emak ku langsung habis kebakar pas senam tadi," seloroh Mira menambahkan.
"Tika sih senang banget senam. Buat badan jadi terasa ringan ya sesudah nya! Kalau kamu gimana, Num?" Tanya Tika tiba-tiba.
"Mm.. dari dulu, Ranum paling gak suka pelajaran olahraga. Apalagi senam. Memang sih menyehatkan badan, tapi ya lumayan malu juga kan gerakan-gerakannya itu," aku menjawab.
"Oh.. mesti lah maksud Ranum tuh gerakan seperti meraih bulan itu ya? Mira juga gak nyaman sih sama beberapa gerakan senam nya. Apalagi yang kayak busung-busungin dada."
Aku menganggukkan pernyataan Mira.
"Iya, Mir. Malu banget itu."
"Pantesan! Tadi gue lihat gerakan Lo pas bagian itu tuh kayak aneh banget, Num. Hahaha!" Sahut Tanti diiringi kekehan pelan.
"Aneh gimana, Tan?" Tanya Ranum yang memberinya senyuman malu-malu.
Seketika itu juga, suasana di sekitar keempat remaja itu pun langsung ramai oleh tawa renyah yang pecah membahana.
Ranum sendiri ikut menertawakan pernyataan Tanti tadi. Karena ia memang merasa gagal melakukan beberapa gerakan senam yang membuatnya tak nyaman.
Setelah tawa keempat remaja putri itu mereda, Mira kembali melanjutkan topik pembicaraan.
"Eh, kata Pak Gilang kan kita nanti bakal ada ujian SKJ per grup. Sementara grup kita masih kurang tiga orang lagi nih. Kira-kira mau ajak siapa ya?" Tanya Mira entah pada siapa.
"Ajak gua aja, Beb!" Serobot Agus tiba-tiba.
Seketika itu pula Ranum, Tanti, Mira dan Tika langsung menoleh ke asal suara. Dan nampak lah Agus, Yanto dan juga Adnan yang baru memasuki kantin.
Ketiga nya lalu duduk di bangku kosong yang ada di belakang Ranum cs.
"Apa an sih? Main nyambung kayak colokan listrik aja! Siapa juga yang mau jadi Bebep nya kamu!" Dumel Mira tak kira-kira.
__ADS_1
"Jangan gitu dong Mir. Bisa patah hati nanti gua. Kalau beneran patah hati, nanti gua pinjam selotip nya Lo ya, Mir."
"Hah? selotip apa an, Gus? Dasar gak jelas."
"Iya. Selotip. SEtiap LOve pun kau tiTIP. Ahahahaaha!"
Ranum tersenyum-senyum melihat interaksi Agus dan Mira. Keduanya memang sering terlibat cekcok yang membuat orang di sekeliling keduanya jadi tergelak dalam tawa.
Agus yang senang menggombal, sering sekali menggoda Mira yang berkepribadian agak serius. Benar-benar duo pasangan yang lucu.
"Dasar, raja gombal Lo, Gus!" ledek Tanti yang duduk di seberang Ranum.
"Mending jadi raja gombal lah! dari pada Lu raja gembel!" sahut Agus.
Dan wajah Tanti pun langsung ikut tertekuk-tekuk.
TEEEET....
Bel tanda pergantian jam pelajaran pun berbunyi.
"Dih! baru juga duduk. Udah bunyi aja bel nya," dumel Agus yang masih menyeruput es teh nya.
"Gara-gara Lo sendiri kan, Gus! kelamaan ngegombalin senior di depan toilet tadi!" dumel Yanto di samping nya.
Sementara Adnan sang ketua kelas, masih terlihat santai menyeruput es jeruk nya.
"Kita duluan ya semua!" pamit Tika pada trio kwok-kwok itu.
Trio kwok-kwok adalah panggilan yang disematkan oleh Mira pada grup nya Adnan, Yanto dan juga Agus. Menurut Mira itu merujuk pada cowok-cowok yang Konyol. Walau menurut Ranum, yang konyol hanyalah Adnan dan Agus saja sih.
Kalau Yanto lebih cenderung aneh. Aneh karena semua ucapan nya yang hampir selalu nyeleneh (ngasal dan aneh) maksud nya.
Kemudian Ranum cs pun langsung bergegas pergi untuk kembali ke ruangan kelas. Meninggalkan Adnan cs yang masih terlihat santai dalam senda gurau nya di bangku kantin.
***
__ADS_1