
"Tuan, Nyonya Ayu kembali bertemu dengan gadis bernama Ranum," lapor Jeff, anak buah Aditya melalui sambungan telepon.
Aditya tertegun. Tak menyangka kalau pertemuan di antara ibu dan anak itu akan kembali terjadi secepat ini. Padahal baru beberapa hari sebelum nya mereka tak sengaja bertemu di pinggir jalan.
Itu pun Aditya telah memperingatkan sang istri yang terlalu baik dengan memberikan uang servis motor kepada gadis itu.
"Kapan kejadian nya?" Tanya Aditya dengan nada dingin.
"Tadi pagi, Tuan. Saat Nyonya mengantarkan Tuan Muda Adnan ke sekolah," jawab Jeff.
"Rahayu mengantarkan Aditya? Memang nya motor Adnan ke mana?" Aditya bertanya.
Aditya saat ini berada di luar kota. Ada masalah dengan salah satu proyek pembangunan yang sedang digarap oleh perusahaan nya.
Salah satu bangunan yang baru saja dibangun sebulan yang lalu tiba-tiba saja memiliki keretakan sepanjang setengah meter. Ia pun menerima komplain dari klien nya.
Aditya menduga, ada tikus di dalam proyek pembangunan mall yang retak itu. Dan ia akan memastikan untuk menemukan tikus pengerat yang sudah merugikan perusahaan nya hingga sekitar 500 milyar rupiah.
"Motor Tuan Muda sedang diservis, Tuan," jawab Jeff.
"Hmm.." Aditya termenung sesaat. "Lalu? Apa ada hal lain lagi?" Lanjut nya bertanya.
"Ada Tuan."
"Cepat katakan!" Aditya memberikan titah nya.
"Nyonya menyuap sopir Baskoro untuk merahasiakan sesuatu dari Tuan," jawab Jeff terus terang.
Mendengar hal ini, perhatian Aditya semakin tertarik dengan ucapan Jeff.
"Rahasia apa itu?" Tanya nya penasaran.
"Nyonya sepertinya, hendak mengantarkan pulang gadis bernama Ranum dan juga adik nya pulang sekolah nanti ke rumah nya," jawab Jeff lagi.
"Bang s*t! Dan Baskoro menyetujui permintaan Rahayu itu?!" Tanya Aditya dengan emosi yang sudah mencapai ubun-ubun.
"Benar, Tuan. Seperti nya Nyonya juga agak memaksa Baskoro. Karena kebetulan istri Baskoro sedang sakit."
"Bede bah sia lan itu! Baskoro hanya membual! Pastilah uang itu akan dipakainya berjudi lagi. Ia tak pernah mempedulikan istri nya yang sakit-sakitan di rumah. Dipikir nya aku begitu bo doh apa, akan dengan mudah nya tertipu oleh bualan nya itu!" Kecam Aditya sambil menggebrak meja.
__ADS_1
Memang, sepertinya Rahayu pernah tak sengaja mendengar saat Baskoro meminjam uang kepada Aditya dengan alasan untuk biaya pengobatan istri nya. Tapi Aditya telah mengetahui watak dan kebiasaan semua pegawai yang bekerja pada nya. Termasuk juga dengan Baskoro.
Baskoro adalah lelaki yang tak bertanggung jawab terhadap keluarga nya sendiri. Ia sering menghabiskan uang untuk bermain poker di bar-bar saat ia libur.
Jadi Aditya jelas tak akan termakan omongan lelaki pembual itu.
Sayang nya Rahayu yang berhati lembut ternyata harua menjadi korban bualan Baskoro. Meski pun Aditya juga kesal karena sang istri mulai berani menyimpan rahasia dari nya, namun Aditya akan menimpakan semua hukuman kepada Baskoro. Seseorang yang tak berarti apapun bagi nya.
"Jadi, apa yang harus saya lakukan, Tuan?" Tanya Jeff kemudian.
"Halangi Rahayu untuk mengantarkan bocah-bocah itu sampai ke rumah nya. Gunakan cara yang paling alami, sehingga Rahayu tak akan mencurigai ku."
Ya. Aditya jelaa tak bisa membiarkan Rahayu bertemu dengan dua teman kampung nya semasa kecil dulu. Karena dengan begitu, itu akan membongkar semua kedok yang telah dibangun oleh nya selama sepuluh tahun belakangan ini.
Aditya tak akan membiarkan Rahayu mengingat kembali ingatan nya. Karena ia tak ingin menerima tatapan kebencian dari istri nya lagi. Seperti dulu, saat sebelum Rahayu mengalami kecelakaan yang merenggut ingatan nya.
"Baik, Tuan!" Ujar Jeff mengiyakan titah bos nya.
"Dan untuk Baskoro..." Aditya terdiam sejenak.
Lelaki itu memikirkan cara terbaik untuk menghukum pegawai nya itu.
"Baik, Tuan! Akan segera saya laksanakan!" Sahut Jeff.
"Terus pantau semua kegiatan Rahayu. Dan laporkan bila ada sesuatu yang mencurigakan lagi!" Tutup Aditya sebelum mengakhiri sambungan telepon di antara kedua nya.
Klik.
Telah sejak lama sebenarnya Aditya menyertakan alat penyadap di dekat Rahayu. Ini dilakukannya untuk bisa mengetahui posisi dan kondisi sang istri tanpa ada satu pun yang terlewat oleh nya.
Mula nya ini dilakukan Aditya murni hanya didasarkan pada kekhawatirannya terhadap Rahayu saja. Namun seiring berjalannya waktu, muncul juga oerasaan was was dalam diri lelaki itu terhadap segala gerak-gerik sang istri.
Aditya takut jika Rahayu berencana untuk kembali kabur dari nya, bila ingatan nya telah kembali lagi. Karena nya hingga saat ini, Aditya selalu mengusahakan agar Rahayu tak mengingat ingatan nya lagi.
Bahkan ia pun sengaja memberikan obat paksu kepada Rahayu. Obat itu sebenarnya hanya vitamin kulit biasa saja, sementara kepada sang istri, Aditya mengatakan kalau itu adalah obat untuk hilang ingatan nya.
Rahayu berkali-kali mengatakan kepada Aditya kalau ia ingin segera mengingat kembali ingatan nya. Karena istri nya itu merasa bingung dengan kehidupannya saat ini.
Tapi Aditya tak memerdulikan hal itu. Ketimbang Rahayu mengingat segalanya dan kembaki membencinya, akan lebih baik jika ingatan itu tak akan pernah kembali lagi.
__ADS_1
Karena nya semua halangan yang bisa membuat ingatan Rahayu kembali harus segera ditumpas nya. Termasuk juga sosok gadis bernama Ranum itu.
'Sepertinya aku harus melenyapkan gadis itu juga..' pikir Aditya.
***
Kembali ke sekolah.
Siang hari nya, hujan turun cukup lebat. Karenanya Ranum dan Kania tak menolak ajakan Adnan untuk menunggu jemputan Mama nya di halte depan sekolah.
Tak lama menunggu, mobil yang ditumpangi Rahayu akhirnya datang juga. Dan ketiga remaja itu pun langsung menaiki mobil saat itu juga.
"Terima kasih ya Tante, sudah mau nlmengantarkan kami pulang," ucap Ranum dengan malu-malu.
Mama Rahayu duduk di kursi depan. Sementara Ranum, Kania dan Adnan duduk berhimpitan di bangku belakang.
Ranum sebenarnya merasa risih karena kaki nya jadi beradu dengan kaki teman lelaki nya itu. Karena memang Ranum duduk di kursi pertengahan antara Adnan dan juga Kania.
"Sama-sama Ranum. Untung juga kan Tante antar kalian. Coba kalau enggak, kalian bisa basah-basahan kena air hujan," ucap Rahayu.
Mobil yang ditumpangi kelima orang itu pun melaju lambat melewati kemacetan yang sempat terjadi di perempatan jalan.
Sayang sekali, belum sampai mobil itu mengantarkan Ranum dan Kania pulang, ban mobil itu harus meletus bocor.
Beruntung jalanan sednag macet, jadi mobil tadi melaju lambat. Jika ban nya bocor saat mobil sedsng melaju cepat tentu itu akan menyebabkan kecelakaan yang cukup berbahaya bagi nyawa semua penumpang nya itu.
Karena di mobil tak ada ban serep,terpaksa mobil harus dibawa ke bengkel terdekat. Dan itu ada di jalan yang baru saja mereka lewati tadi.
Dengan cepat tanggap, Ranum meminta agar ia dan Kania diturunkan sampai di sana saja. Sehingga mobil bisa putar balik dan diganti ban nya.
"Gak apa-apa, Tante. Sampai sini juga udah makasih banget kok. Lagipula gang rumah kami juga gak jauh dari sini. Dan hujan juga sudah mereda. Jadi Tante antar sampai sini aja ya," ucap Ranum.
"Begitu ya.. Kalau gitu ya sudah deh. Tapi Tante tetap minta maaf ya Num, Nia karena ad akejadian begini," ucap Rahayu dengan ekspresi menyesal.
"Gak apa-apa Tante. Namanya juga musibah!" Ujar Kania.
Kemudian, Ranum dan Kania pun berpamitan. Dan mereka pun akhirnya berpisah sampai di jalan sana.
***
__ADS_1