Rasa Yang Asing

Rasa Yang Asing
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Pada akhirnya, Ranum dan Adnan berhasil selamat dari upaya penculikan oleh Jeff.


Keesokan hari nya, dua keluarga bertemu. Yakni keluarga kecil Rahayu-Aditya dengan keluarga Nida-Nanda. Terjadi lah musyawarah yang menjelaskan kronologi terpisah nya bayi Ranum dan bayi Adnan dari ibu kandung mereka, Rahayu.


Ada penyesalan, tangis, air mata yang mengharu biru. Tapi di atas semua itu ada rasa syukur yang tak terhingga karena pada akhirnya mereka bisa menemukan kebenaran dengan tangan dan pikiran yang terbuka.


Dengan kata-kata kaku, Aditya meminta maaf kepada semua orang atas perbuatan-perbuatan nya di masa lalu. Terkhusus kepada Ranum dan juga Adnan yang telah ia buat menderita lebih dari siapa pun juga.


Lelaki itu terlihat sangat menyesal, meskipun tak ada jejak air mata di wajah nya seperti yang bisa dilihat pada wajah Rahayu, Nida dan juga wajah wanita lain nya.


Adnan saja matanya memerah oleh sebab menahan tangis. Ia merasa bahagia karena mengetahui kalau ternyata kini ia mempunyai keluarga yang sebenar nya. Keluarga yang memiliki ikatan darah dengan nya.


Setelah itu diputuskan kalau Ranum bebas untuk tinggal di mana pun yang ia inginkan.


Meski Rahayu sangat berharap kalau Ranum mau tinggal bersama nya selama nya, namun Rahayu tak bisa menafikan ikatan yang sudah terbentuk di antara Ranum dan keluarga Nida.


Dengan lapang dada, Rahayu menyerahkan pilihan itu pada sang putri. Dan Ranum memutuskan untuk sementara waktu ia akan tetap tinggal dengan keluarga yang sudah mengurusnya sedari kecil dulu.


Rahayu menangis saat mendengar pilihan Ranum itu. Namun ia menerima nya.


Melihat Rahayu menangis, Ranum buru-buru menjelaskan kalau ia akan pindah tinggal bersama Rahayu mulai awal bulan depan. Ada banyak hal yang ingin ia lalui bersama Ayah Bunda dan Kania terlebih dulu.


Ranum meminta sang Mamam bersabar. Dan Rahayu pun bersedia untuk memberikan nya waktu.


Sementara itu, kabar Jeff kini telah berada di balik jeruji besi. Ia akan mempertanggung jawabkan perbuatan jahat nya menculik dua remaja itu dalam waktu yang cukup lama di sana.


Sementara itu sekitar beberapa hari setelah kejadian penculikan, dua keluarga kembali bertemu dan mengadakan acara makan bersama di rumah Aditya. Kali ini mereka juga mengundang serta Titan. Sang penyelamat Ranum dan juga Adnan.


Titan menjadi bintang utama dalam acara perjamuan itu. Dan semua orang berterima kasih atas pertolongan dan kepedulian nya menolong Ranum dan juga Adnan.


Para orang tua kemudian bisa melihat, alasan utama Titan menjadi penolong pada hari itu adalah karena ia memiliki perasaan terhadap Ranum. Mereka bisa melihat nya sejelas melihat cahaya matahari di siang hari. Sementara itu Ranum sendiri malah tak menyadari.


Awal bulan berikut nya, Ranum benar-benar pindah tinggal ke rumah Rahayu-Aditya.


Meski pun gadis itu menangis karena bersedih atas perpisahan yang dihadapi nya dengan Kania. Namun Ranum juga merasa senang karena ia akhirnya bisa bersama dengan keluarga sedarah nya.


Ranum sebenarnya masih memiliki sedikit rasa takut terhadap Aditya. Namun seiring berjalan nya waktu ia akhirnya bisa menerima dan berdamai dengan masa lalu lelaki itu.


Bagaimana pun juga Aditya adalah keluarga sedarah nya juga. Dia adalah saudara kembar ayah biologis nya sendiri. Jadi tentu tak ada yang perlu ditakuti oleh Ranum dari lelaki itu.


Kawan karib Ranum di sekolah pun kemudian akhirnya tahu juga kalau ia dan Adnan adalah saudara kembar. Pembicaraan tentang Ranum dan Adnan pun menjadi topik hangat di sekolah selama beberapa bulan ke depan nya.


Sudah seperti di sinetron saja. Yang judul nya Putri yang Tertukar. Karena terpisah dari orang tua kandung nya semenjak bayi.

__ADS_1


Mengetahui kalau Adnan dan Ranum ternyata bersaudara, Mira akhirnya berkata jujur kepada Ranum tentang identitas lelaki yang ia sukai. Dan ternyata lelaki itu adalah Adnan.


Ranum sangat terkejut. Hampir saja persahabatan nya dengan Mira berakhir buruk jika saja Mira bukan seorang yang mau mengalah.


Mengetahui perasaan Mira terhadap Adnan, Ranum memberikan nasihat agar Mira bisa tetap fokus belajar saja dibanding harus mengembangkan perasaannya terhadap Adnan. Dan syukur lah, Mira mau mengikuti nasihat Ranum.


Tary sendiri kini terlihat jauh lebih ramping dari sebelum nya. Mengikuti saran dari Ayah Nanda, Tary bersikap acuh terhadap mereka yang mem-bully nya secara verbal. Sementara ia tetap menampilkan sisi terbaik yang ada pada diri nya kepada teman sekolah nya yang lain.


Dan usaha itu pun berhasil. Bahkan ketika mereka naik ke kelas dua tahun berikut nya, Tary termasuk salah satu kandidat populer untuk menjadi calon ketua OSIS periode berikut nya.


Tahun demi tahun terus berganti. Hingga tak terasa tiba juga mereka di acara pelepasan kelas Ranum cs.


Tahun depan Ranum akan melanjutkan studi nya ke universitas terdekat demi mewujudkan cita-cita nya menjadi seorang guru.


Tika sudah lulus audisi menjadi anggota girlband asuhan produser yang cukup terkenal. Mira akan melanjutkan studi ke luar negeri bersama Adnan. Mereka berdua sudah resmi berpacaran sejak dua bulan yang lalu. Dan Agus patah hati karena pujaan hati nya itu malah jadian dengan sahabat nya sendiri.


Meskipun begitu persahabatannya dengan Adnan tetap solid. Sambil bercanda ia malah mengatakan akan mencari pacar yang lebih baik daripada Mira.


Tanti tak pergi kuliah. Kondisi perekonomian keluarga nya mengharuskan nya untuk langsung melamar pekerjaan. Kemungkinan Tanti akan bekerja di pabrik.


Kania sama seperti Tika. Ia pun menjuruskan masa depan nya untuk menjadi artis papan atas. Terkait impian adik angkat ku itu, Ranum sama khawatir nya seperti Ayah dan juga Bunda.


Dunia entertainment memang menjanjikan masa depan yang cemerlang. Namun tak pelak, ada pula sisi gelap dunia entertainment yang bisa membuat seseorang terjerumus ke kehidupan yang paling hina.


Tary sendiri melanjutkan kuliah dengan jurusan desain grafis. Sesuai dengan minat dan bakat nya yang memang cukup kreatif.


Di acara pelepasan ini, Ranum bersama teman-teman nya menyaksikan penampilan adik kelas mereka. Sungguh perayaan yang cukup meriah bagi mereka.


Dibandingkan kemeriahan acara, ada hal lain yang lebih dinikmati oleh Ranum cs. Dan itu adalah waktu kebersamaan yang masih bisa mereka lalui bersama, sedikit lagi.


"Mir, Nan, pokok nya di Swiss nanti, Lo mesti sering-sering inget gua ya!" Tutur Agus suatu ketika.


"Diih.. ngapain juga mereka inget-inget Lo, Gus. Gak berfaedah banget dah!" Tukas Tanti. Seperti biasa, kedua orang itu masih saja seperti Tom and Jerry sepanjang waktu.


"Ya biar mereka bisa cepat lulus lah, Tant!" Balas Agus mulai sewot.


"Apa hubungan nya inget Lo sama kelulusan, Gus?" Tanya Tanti penasaran.


"Ya kan sesuai sama nama gua, Tant. Agus.. agus.. kalau dirapalin terus kan siapa tahu nilai IPK mereka bisa ikutan agus.. kalau nilai nya pada agus kan, bisa cepat lulus dong, Tant!" Seloroh Agus berkelakar.


Selama beberapa waktu, tak ada yang mengerti banyolan Agus. Tika, Ranum dan yang kain nya malah garuk-garuk kepala tak mengerti.


Hanya Tanti lah yang seperti biasa selalu lebih cepat memahami maksud candaan Agus tadi.

__ADS_1


"Dasar dodol lipet Lo, Gus! Maksud Lo tuh "bagus" kaleee!! Main plasat-plesetin kata aja! Kasihan tuh yang lain pada cengo gak ngerti sama yang Lo candain! Ahahaha!" Tawa Tanti berderai pecah.


Tak lama kemudian, yang lain ikut tertawa juga. Mulai paham dengan maksud candaan Agus tadi.


"Ihihi.. Agus lucu banget sih! Kenapa gak sekalian jadi pelawak aja, Gus? Nyoba ikutan casting ke stasiun TV.." usul Tika.


"Jangan, Tik. Dia mah ke stasiun Manggarai aja udah ketakutan. Kata nya takut ketemu setan budeg!" Balas Mira.


"Kamu bisa aja deh Mir!" Ucap Adnan memuji candaan sang kekasih.


Sementara Ranum mengamati semua kelakar di antara kawan-kawan nya itu dengan hati yang bahagia. Ia mensyukuri semua kebaikan yang telah ia terima selama ini. Juga semua pelajaran yang telah membentuk kebaikan dalam diri nya hingga sejauh ini.


Ranum berharap, ia selalu bisa merasakan syukur di setiap keadaan yang dihadapi nya. Bukan kah kata Bunda, kekayaan hati seseorang diukur dari kemampuan nya dalam bersyukur?


"Syut.. syut.. Num.. anum!"


Anum tersadar dari lamunan singkat nya. Batu saja Mira menyenggol pinggang nya.


"Huh? Ya, Mir?" Tanya Ranum kebingungan. Kebiasaan lama nya masih saja muncul sesekali. Melamun di setiap kesempatan.


"Tuh.. pangeran berkuda mu datang!" Ucap Mira sambil memberi Ranum senyuman berseri-seri.


Deg. Deg.


Pandangan Ranum menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Mira. Dan, hati nya berdegup tak menentu seketika itu jua.


Tak jauh dari tempat nya duduk, berdirilah Kak Titan membawa sebuah buket bunga berukuran sedang. Hati Ranum mendadak berdesir oleh perasaan hangat.


Ditatap nya wajah sederhana Kak Titan yang tersenyum kepada nya. Senyuman yang terlihat cemerlang bagi Ranum akhir-akhir ini.


"Cie.. cie.. yang cerita nya mau dilamar sebentar lagi.. bikin baper deh!" goda Agus tiba-tiba.


Ranum tersenyum malu. Namun ia tak lagi bersembunyi karena rasa malu itu.


Ranum lalu berdiri dan menghampiri Kak Titan yang juga sedang berjalan ke arah nya.


Gadis itu menjemput sendiri kebahagiaan nya.


***


TAMAT..


***

__ADS_1


__ADS_2